-------Original Message------- From: Sahata Simanjuntak HIDUP PSSI ...!!! Ini kutipan dari website gw baca: Bravo timnas Indonesia yang berhasil mengalahkan Bahrain 2-1. Sayang sekali kemenangan tersebut tidak bisa saya saksikan secara langsung.
Selasa sore pukul 16.30 WIB, saya sudah cabut dari kantor bersama tiga rekan saya. Tujuannya tentu saja ingin melihat secara langsung timnas Indonesia berlaga di Piala Asia. Jalan kaki dari komplek Permata Senayan ke Senayan kira-kira 10 menit, dengan harapan bisa melihat secara langsung Bambang Pamungkas dan kawan-kawan beraksi di lapangan. Lewat gerbang barat Senayan kerumunan orang sudah mulai nampak, antrian di loket pun kian semrawut. Saya dan teman-teman mangamati sejenak kondisi sekitar. Dari situ saya melihat seseorang menawarkan tiket dengan harga Rp 40 ribu untuk kelas standar, padahal tiket resminya Rp 15 ribu. Mulai saya mengantri, memang tabiat orang Indonesia susah untuk tertib, hampir semua lorong diisi untuk membeli tiket, padahal ada juga lorong yang digunakan untuk keluar. Kinerja panitia yang tidak profesional mulai nampak ketika para penonton teriak-teriak supaya dilayani. Saya juga terus terang marah, loket yang diantri banyak orang cuma dilayani tiga orang (kalau tidak salah), dan kerjaannya.. masa Allah lambat banget. Mereka kadang diskusi dulu sebelum menjual tiket, sehingga banyak orang yang teriak-teriak. Sumpah serapah, makian, sampai isi kebun binatang dan alat vital manusia ditujukan ke mereka, termasuk saya tentunya. Coba saja kalau ada pada posisi saya, anda pasti akan bertindak seperti saya (saya lihat bapak-bapak, mukanya kalem juga bisa marah..). Muncul dugaan bahwa tiket sudah dijual ke calo-calo yang berkeliaran di belakang loket. Sialan... Makin marah lagi karena petugas tiket tidak memberikan kejelasan apakah tiket masih atau tidak, kita seperti digantung nasibnya, ngantri lama, sumpek tapi gak tau tiketnya masih ada atau tidak, sedangkan petugas loket saya lihat menunduk di bawah meja sambil ketakutan. Kesabaran memuncak ketika salah seorang memecahkan gelas/botol dalam loket, baru setelah itu salah satu petugas menampakkan diri dan berkata bahwa tiket sudah habis. Kontan saja makian makin menjadi-jadi ditambah hujan ludah ke arah petugas itu. Syukurin..(saya gak ikut ngludah lho). Aksi anarkis hampir terjadi, seorang tampak memukul-mukul loket dengan kayu, seperti menangis orang tersebut berkata kepada polisi bahwa dia bawa uang, mau beli tiket, bukanya mau ngrampok. Cape deh.. Akhirnya saya putuskan pulang aja ke kantor nonton di situ. Nah yang bikin saya dongkol, terlihat jelas di TV banyak sekali kursi yang kosong, bener kan?.. Trus kemana tiket-tiket itu. Panitia gimana nih? Gak profesional banget sih. KATROK.. Saya coba mau beli tiket secara on-line, tapi informasinya gak jelas. OK bisa diambil kesimpulan nih, Indonesia ternyata belum siap menggelar even akbar.END Well I HOPE kita bisa lebih baik.....NDA KATROK...!! Tapi GW TETAP SUPPORT PSSI...!! Kalo suporter gw mao yg korea aj akhhhh . [Non-text portions of this message have been removed]

