Yah itulah masalahnya. Umumnya rakyat Indonesia tidak punya mentalitas "Bisa".
Dari cerita "The Little Engine that Could", banyak kereta besar mentertawakan dan meragukan kalau kereta api kecil itu bisa menaiki gunung yang terjal. Sementara kereta api besar lain menolak, justru kereta api kecil itu yang berani maju dan berhasil meski harus susah payah. Dulu merk sepatu paling Adidas, Diadora, Puma, Spalding. Toh di AS orang tetap berani buat merk baru. Nike didirikan tahun 1972 dan sekarang jadi yang terbesar. Begitu pula di fashion. Dulu paling hanya ada Cartier, Dior, dsb. Toh Alain Mikli berani muncul dengan mek sendiri dan terkenal. http://en.wikipedia.org/wiki/Alain_Mikli Indonesia sebagai negara ke 4 paling banyak penduduknya merupakan pasar yang besar. Semiskin2nya rakyat Indonesia, mereka tetap butuh sepatu. Dan kalau harga sepatu hanya rp 150 ribu, 20% rakyat (44 juta orang) Indonesia masih bisa beli. Jadi yang kurang di kita adalah mental "Bisa". Keahlian membuat sepatu Nike selama 20 tahun toh tetap tidak membuat rasa percaya diri muncul. --- Tatang muttaqin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Mas Nizami dan temans, > > Tidak mudah bagi PT. HASI dan PT NASA untuk membuat > merk sendiri dan menjual sendiri produknya. Brand > dan > networking inilah yang tidak yang akan jadi kendala > dalam market global, meskipun seharusnya bisa > dibangun > selama 20 tahun tadi. Tapi yah biasa proses > belajarnya > khan lambat..:) Persis dengan jaringan perhotelan di > dunia dan juga destinasi pariwisata dunia. Marketnya > orang kaya dan umumnya "orang sana" sehingga yah > tidak > mudah orang kita langsung menghandlenya tanpa kerja > sama yang umumnya tidak "sepadan". > > Yang menarik harga NIKE cuma $ 15. Besar sekali > keuntungan brand dan networking yah. Persis Film > Dokumenter yang dibawa aktivis LSM di LPEM UI > setahun > lalu tentang produk GAP. Agak struktural emang, > buruh > itu jungkir-balik kerja keras paling dapat Rp. 2 > juta. > Ironi dunia! > > Salam hangat, > tm > > --- A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Dengan pengalaman 20 tahun membuat sepatu Nike, > > harusnya pabrik sepatu tersebut bisa mandiri > membuat > > sepatu dengan merek sendiri tanpa tergantung dari > > Nike. > > > > Ibu Hartati sebagai pengusaha juga harusnya bisa > > menjaga Quality Control serta akses pasar yang > ada. > > > > Jadi begitu kontrak diputus oleh Nike, tidak perlu > > meradang begitu. Buat saja sepatu sendiri. Selama > > kualitas bagus dan harga terjangkau, masyarakat > akan > > membelinya. > > > > Harga sepatu Nike umumnya Rp 500 ribu ke atas. > Jika > > HASI dan NASA bisa membuat dan menjual dengan > harga > > Rp > > 150 ribu untuk sepatu dengan kualitas serupa, > tentu > > masyarakat akan membeli sepatu mereka. > > > > Sepertinya memang mental "Bisa" bukan budaya > bangsa > > kita. Di AS, kisah motivasi seperti "The Little > > Engine > > that Could" yang menceritakan bahwa jika ada > kemauan > > maka rintangan sebesar apa pub bisa diatasi begitu > > populer. Sudah saatnya kita memupuk budaya "Bisa" > > ini > > di masyarakat kita. > > > > Jangan terus jadi bangsa budak/pembantu. > > > > Salam > > > > > http://www.antara.co.id/arc/2007/7/19/nike-diminta-perpanjang-order-18-dan-30-bulan/ > > Nike Diminta Perpanjang Order 18 dan 30 Bulan > > > > Jakarta (ANTARA News) - Bos HASI/NASA Hartati > > Murdaya > > meminta Nike Inc agar memperpanjang pesanan > > pembuatan > > sepatu kepada PT Hardaya Aneka Shoes Industry > (HASI) > > dan Nagasakti Paramashoes Industry (NASA) > > masing-masing selama 18 dan 30 bulan. > > > > Hartati mengemukakan hal itu usai pertemuan dengan > > Menperin Fahmi Idris, Mendag Mari E Pangestu, > > Menarkertrans Erman Suparno, dan Kepala BKPM M > Lutfi > > di Depperin, Jakarta, Rabu malam. > > > > Ia meminta Nike memutus pesanan pekerjaan membuat > > sepatu satu persatu, tidak dua sekaligus, > mengingat > > jumlah pekerja yang banyak mencapai 14 ribu orang > di > > kedua perusahaan tersebut. > > > > "Buat Nike murah, hanya memberikan `order` saja > > sampai > > 18 bulan kepada HASI lalu `stop`. Kemudian NASA > > (diperpanjang pesanan pekerjaannya sampai) 30 > > bulan," > > kata Hartati. > > > > Hal itu, katanya, dinilai adil, karena Nike > > memutuskan > > secara sepihak dan mendadak menghentikan pesanan > > pekerjaan kepada kedua perusahaan pabrik sepatu > yang > > dipimpinnya dan telah membuat sepatu Nike selama > > sekitar 20 tahun. > > > > "Saya pasrah saja, yang terbaik saja, dan yang > > penting > > buat saya PHK itu bukan jalan keluar. Uang PHK > bisa > > digunakan untuk investasi di bidang usaha lain, > > sehingga tenaga kerja dari pabrik saat ini saya > bisa > > pindahkan dan mereka bisa menyambung hidupnya. > Saya > > hanya memerlukan Nike agar bisa memberi suatu > sikap > > yang adil," katanya. > > > > Diakui Hartati, pihaknya sulit memenuhi target > harga > > yang diminta Nike, karena upah pekerjanya yang > > kebanyakan sudah bekerja lebih 15 tahun mencapai > di > > atas Rp1.000.000 per bulan dan ditambah lembur > bisa > > Rp2,0 juta. > > > > "Harga sekarang 11 dolar AS per pasang sepatu. > > Padahal > > 15-18 tahun yang lalu rata-rata 15 dolar AS per > > pasang > > sepatu. Nike cari pabrik yang lebih murah lagi 10 > > dolar AS atau bahkan 7,5 dolar AS per pasang > > sepatu," > > katanya. > > > > Oleh karena itu, lanjut dia, Nike mencari mitra > > lain, > > terutama pabrik baru, yang tenaga kerjanya baru, > > sehingga upah buruhnya murah di bawah satu juta > > rupiah. > > > > Ia memperkirakan pemutusan kontrak kerja Nike > dengan > > pihaknya, karena pemegang merek sepatu terkemuka > di > > dunia itu tidak melihat peluang harga di HASI/NASA > > akan turun ke tingkat yang diinginkannya. > > > > Hartati meminta Nike sebagai perusahaan dunia > > mempertimbangkan tanggung jawab sosial dan > > kemanusiaanya agar tidak memutuskan pemesanan > > pekerjaan secara mendadak seperti memotong kue. > (*) > > > > === > > Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? > > Kirim email ke: > > [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > > > ____________________________________________________________________________________ > > Need a vacation? Get great deals > > to amazing places on Yahoo! Travel. > > http://travel.yahoo.com/ > > > > > > > =========================================================================== > > Lingkar Ilmuwan Sosial Indonesia (LISI) adalah > forum > > untuk menggagas dan mempertukarkan ide-ide baru > > serta mengembangkan ilmu pengetahuan sosial. Dalam > > LISI, topik-topik diskusi ditinjau dan dianalisis > > dari beragam perspektif yang memungkinkan proses > > pembelajaran secara kolektif demi pengembangan > > wawasan anggota dan masyarakat Indonesia umumnya. > > > =========================================================================== > > 1. Untuk berhenti berlangganan, kirimkan e-mail > > kosong ke: > > [EMAIL PROTECTED] > > 2. Untuk berlangganan, kirimkan e-mail kosong ke: > > [EMAIL PROTECTED] > > 3. Untuk menghindari penyebaran virus, pengiriman > > attachment file > > tidak dimungkinkan melalui milis ini. > > 4. Bahasa Resmi LISI: Bahasa Indonesia dan Bahasa > > Inggris. > > 5. Netters LISI diminta sebisa mungkin menghindari > > "posting a la chating". > > > --------------------------------------------------------------------------- > > Dear LISIers...."you may disagree with somebody's > > way of thinking...but please be careful of what > you > > are writing in order not to hurt somebody's > > feelings...".. The moderator is always wishing you > > an enjoyable and inspiring discussion with > > LISI...:-) Selamat beradu argumentasi di tataran > > logika....:-) > > > --------------------------------------------------------------------------- > > > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > ____________________________________________________________________________________ > Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - > their life, your story. Play Sims Stories at Yahoo! > Games. > http://sims.yahoo.com/ > === Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] ____________________________________________________________________________________ Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email wherever you're surfing. http://new.toolbar.yahoo.com/toolbar/features/mail/index.php

