setelah nongol pernyataan yg "sangar" dari para seniman "pinggiran", lalu mau 
apa?

apa ini cuma slogan doang, atau maju terus seperti tuntutan di basis: melawan 
kekuasaan modalnya konglomerat sastra (wangi), sedangkan kita tau kehidupan 
rakyat miskin pahit betul! 

bersatulah sastrawan pinggiran!
lawan itu semua ide pembodohan
ayo bantu kaum yang terpinggirkan
bangun solidaritas! 
untuk mendukung klas yang tertindas!
kata wiji thukul, hanya satu kata
: LAWAN!


heri latief
amsterdam, 23/07/2007

venayaksa80 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          Pernyataan Sikap Sastrawan
Ode Kampung 
Serang, Banten, 20-22 Juli 2007:

Kondisi Sastra Indonesia saat ini memperlihatkan gejala 
berlangsungnya dominasi sebuah komunitas dan azas yang dianutnya 
terhadap komunitas-komunitas sastra lainnya. Dominasi itu bahkan 
tampil dalam bentuknya yang paling arogan, yaitu merasa berhak 
merumuskan dan memetakan perkembangan sastra menurut standar 
estetika dan ideologi yang dianutnya. Kondisi ini jelas meresahkan 
komunitas-komunitas sastra yang ada di Indonesia karena 
kontraproduktif dan destruktif bagi perkembangan sastra Indonesia 
yang sehat, setara, dan bermartabat. 
Dalam menyikapi kondisi ini, kami sastrawan dan penggiat komunitas-
komunitas sastra memaklumatkan Pernyataan Sikap sebagai berikut: 

1. Menolak arogansi dan dominasi sebuah komunitas atas 
komunitas lainnya.
2. Menolak eksploitasi seksual sebagai standar estetika. 
3. Menolak bantuan asing yang memperalat keindonesiaan 
kebudayaan kita.

Bagi kami sastra adalah ekspresi seni yang merefleksikan 
keindonesiaan kebudayaan kita di mana moralitas merupakan salah satu 
pilar utamanya. Terkait dengan itu sudah tentu sastrawan memiliki 
tanggung jawab sosial terhadap masyarakat (pembaca). Oleh karena itu 
kami menentang sikap ketidakpedulian pemerintah terhadap musibah-
musibah yang disebabkan baik oleh perusahaan, individu, maupun 
kebijakan pemerintah yang menyengsarakan rakyat, misalnya tragedi 
lumpur gas Lapindo di Sidoarjo. Kami juga mengecam keras sastrawan 
yang nyata-nyata tidak mempedulikan musibah-musibah tersebut, bahkan 
berafiliasi dengan pengusaha yang mengakibatkan musibah tersebut. 

Demikianlah Pernyataan Sikap ini kami buat sebagai pendirian kami 
terhadap kondisi sastra Indonesia saat ini, sekaligus solidaritas 
terhadap korban-korban musibah kejahatan kapitalisme di seluruh 
Indonesia. 


Kami yang menyuarakan dan mendukung pernyataan ini:

01. Wowok Hesti Prabowo (Tangerang)
02. Saut Situmorang (Yogyakarta)
03. Kusprihyanto Namma (Ngawi)
04. Wan Anwar (Serang)
05. Hasan Bisri BFC (Bekasi)
06. Ahmadun Y. Herfanda (Jakarta)
07. Helvy Tiana Rosa (Jakarta)
08. Viddy AD Daeri (Lamongan)
09. Yanusa Nugroho (Ciputat)
10. Raudal Tanjung Banua (Yogya)
11. Gola Gong (Serang)
12. Maman S. Mahayana (Jakarta)
13. Diah Hadaning (Bogor)
14. Jumari Hs (Kudus)
15. Chavcay Saefullah (Lebak)
16. Toto St. Radik (Serang)
17. Ruby Ach. Baedhawy (Serang)
18. Firman Venayaksa (Serang)
19. Slamet Raharjo Rais (Jakarta)
20. Arie MP.Tamba (Jakarta)
21. Ahmad Nurullah (Jakarta)
22. Bonnie Triyana (Jakarta)
23. Dwi Fitria (Jakarta)
24. Doddi Ahmad Fauzi (Jakarta)
25. Mat Don (Bandung)
26. Ahmad Supena (Pandeglang)
27. Mahdi Duri (Tangerang)
28. Bonari Nabonenar (Malang)
29. Asma Nadia (Depok)
30. Nur Wahida Idris (Yogyakarta)
31. Y. Thendra BP (Yogyakarta)
32. Damhuri Muhammad
33. Katrin Bandell (Yogya)
34. Din Sadja (Banda Aceh)
35. Fahmi Faqih (Surabaya)
36. Idris Pasaribu (Medan)
37. Indriyan Koto (Medan)
38. Muda Wijaya (Bali)
39. Pranita Dewi (Bali)
40. Sindu Putra (Lombok)
41. Suharyoto Sastrosuwignyo (Riau)
42. Asep Semboja (Depok)
43. M. Arman AZ (Lampung)
44. Bilven Ultimus (Bandung)
45. Pramita Gayatri (Serang)
46. Ayuni Hasna (Bandung)
47. Sri Alhidayati (Bandung)
48. Suci Zwastydikaningtyas (Bandung)
49. Riksariote M. Padl (bandung)
50. Solmah (Bekasi)
51. Herti (Bekasi)
52. Hayyu (Bekasi)
53. Endah Hamasah (Thullabi) 
54. Nabila (DKI)
55. Manik Susanti 
56. Nurfahmi Taufik el-Sha'b 
57. Benny Rhamdani (Bandung)
58. Selvy (Bandung)
59. Azura Dayana (Palembang)
60. Dani Ardiansyah (Bogor)
61. Uryati zulkifli (DKI)
62. Ervan ( DKI)
63. Andi Tenri Dala (DKI)
64. Azimah Rahayu (DKI)
65. Habiburrahman el-Shirazy
66. Elili al-Maliky 
67. Wahyu Heriyadi
68. Lusiana Monohevita
69. Asma Sembiring (Bogor)
70. Yeli Sarvina (Bogor)
71. Dwi Ferriyati (Bekasi)
72. Hayyu Alynda (Bekasi)
73. herti Windya (Bekasi)
74. Nadiah Abidin (Bekasi)
75. Ima Akip (Bekasi)
76. Lina M (Ciputat)
77. Murni (Ciputat)
78. Giyanto Subagio (Jakarta)
79. Santo (Cilegon)
80. Meiliana (DKI)
81. Ambhita Dhyaningrum (Solo)
82. Lia Oktavia (DKI)
83. Endah (Bandung)
84. Ahmad Lamuna (DKI)
85. Billy Antoro (DKI)
86. Wildan Nugraha (DKI)
87. M. Rhadyal Wilson (Bukitingi)
88. Asril Novian Alifi (Surabaya)
89. Jairi Irawan ( Surabaya)90. 91. Langlang 
Randhawa (Serang)
92. Muhzen Den (Serang)
93. Renhard Renn (Serang)
94. Fikar W. Eda (Aceh)
95. Acep Iwan Saidi (Bandung)
96. Usman Didi Hamdani (Brebes)
97. Diah S. (Tegal)
98. Cunong Suraja (Bogor)
99. Muhamad Husen (Jambi)
100. Leonowen (Jakarta)
101. Rahmat Ali (Jakarta)
102. Makanudin RS (Bekasi)
103. Ali Ibnu Anwar ( Jawa Timur)
104. Syarif Hidayatullah (Depok)
105. Moh Hamzah Arsa (Madura)
106. Mita Indrawati (Padang)
107. Suci Zwastydikaningtyas (Bandung)
108. Sri al-Hidayati (Bandung)
109. Nabilah (DKI)
110. Siti Sarah (DKI)
111. Rina Yulian (DKI)
112. Lilyani Taurisia WM (DKI)
113. Rina Prihatin (DKI)
114. Dwi Hariyanto (Serang)
115. Rachmat Nugraha (Jakarta)
116. Ressa Novita (Jakarta)
117. Sokat (DKI)
118. Koko Nata Kusuma (DKI)
119. Ali Muakhir (bandung)
120. M. Ifan Hidayatullah (Bandung)
121. Denny Prabowo (Depok) 
122. Ratono Fadillah (Depok)
123. Sulistami Prihandini (Depok)
124. Nurhadiansyah (Depok)
125. Trimanto (Depok)
126. Birulaut (DKI)
127. Rahmadiyanti (DKI)
128. Riki Cahya (Jabar)
129. Aswi (Bandung)
130. Lian Kagura (Bandung)
131. Duddy Fachruddin (Bandung)
132. Alang Nemo (Bandung)
133. Epri Tsaqib Adew Habtsa (Bandung)
134. Tena Avragnai (Bandung)
135. Gatot Aryo (Bogor)
136. Andika (Jambi)
137. Widzar al-Ghiffary (Bandung)
138. Azizi Irawan Dwi Poetra (Serang)

*) Kepada kawan-kawan sastrawan lain yang senada dan hendak ikut 
mendukung pernyataan ini, diharapkan melayangkan secarik pernyataan 
yang menyatakan dukungan melalui email: [EMAIL PROTECTED] 







      
[EMAIL PROTECTED]
milisgrup opini alternatif

  
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/
penerbit buku sejarah alternatif

  
http://progind.net/
kolektif info coup d'etat 65: kebenaran untuk keadilan

  http://herilatief.wordpress.com/




       
---------------------------------
Building a website is a piece of cake. 
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke