YANG PENTING KAN BAGAIMANA MENGAKTUALISASIKAN PETUAH PANGLIMA MARSEKAL TNI 
DJOKO SUYANTO BUKAN MEMBACA MENDENGARNYA SAJA TETAPI AKTUALISASI ITU SANGAT 
BERAT. PERLU SETIAP PESERTA UPACARA MEMBAWA CERMIN DIRI MASING-MASING TENTU 
TERMASUK PANGLIMANYA. MUDAH-MUDAHAN DAPAT DI IMPLEMENTASIKAN DAN MENJADI 
KENYATAAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI.
  DONSAFIN

Sandy Dwiyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006115013

PANGLIMA TNI: JANGAN KHIANATI PENDIRI BANGSA

Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto menegaskan, TNI sebagai
prajurit pejuang jangan pernah berpikir untuk melakukan tindakan
pengkhianatan terhadap apa yang telah dicita-citakan, dirintis, dan
dibangun para pendahulu bangsa.

"Bagi TNI, mempertahankan kedaulatan negara dan menjaga keutuhan
wilayah NKRI, serta melindungi segenap bangsa merupakan satu sikap
yang harus dipegang teguh dan diperjuangkan sampai kapanpun. Ini
merupakan amanah para "founding fathers" kita seperti yang diamanatkan
dalam UUD 1945, dasar negara kita yang harus tetap kita jaga
kelestariannya," katanya saat memimpin Upacara Prasetya Perwira
Prajurit Karier Tahun Ajaran 2007 di Lapangan Sapta Marga, Kompleks
Akademi Militer di Magelang, Kamis (19/7).

Sebanyak 324 lulusan Pendidikan Perwira Pertama Prajurit Karier
(Dikmapa PK) mengucapkan prasetya perwira di hadapan Panglima TNI
Marsekal TNI Djoko Suyanto. Mereka yang berasal dari berbagai disiplin
ilmu pengetahuan itu terdiri 256 putra dan 68 putri, dari matra darat,
laut, dan udara.

Lulusan terbaik putra Dikmapa PK Freddy ARS, SPsi (darat), Ronny BS,
S.Kep.Ns (laut), dan Andi Sahputra, SE (udara), lulusan terbaik putri
Dikmapa PK dr. Hasanah (darat), Retno Ayu DW, AMTG (laut), dan Dewi
Dwi A, S.Pd (udara).

Panglima TNI mengatakan, lulusan dikmapa harus menjadi prajurit
pejuang sejati yang membanggakan, pejuang prajurit yang setia terhadap
sumpahnya, selalu bekerja dan rela berkorban demi kejayaan bangsa dan
negara, serta memberi manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

Dikmapa PK, katanya, salah satu mata rantai sistem pembinaan personel
TNI, untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia perwira yang
berkualitas, yang menjadi tuntutan organisasi dalam menghadapi
tantangan tugas berat TNI pada masa mendatang.

Panglima TNI mengatakan, pengkaderan perwira TNI berbasis ilmu
pengetahuan dari berbagai bidang dilakukan secara konseptual, untuk
menghasilkan perwira TNI yang memiliki visi, wasasan, dan integritas
pribadi yang kuat sebagai prajurit Sapta Marga.

"Kalian semua haruslah menjadi prajurit TNI yang senantiasa
mengutamakan semangat dan jiwa pengabdian, rela berkorban demi
kejayaan negara dan bangsa," katanya.

Panglima TNI menjelaskan, penguasaan disiplin ilmu keprajuritan, baik
taktis maupun teknis yang ditopang dengan kemampuan dan penguasaan
ilmu pengetahuan merupakan prasyarat profesionalitas yang harus
dimiliki setiap prajurit, untuk menjamin keberhasilan tugas di
lapangan.

Proses dikmapa, katanya, menghasilkan perwira dengan tingkat
keterampilan keprajuritan yang tinggi, matang, dan mampu berpikir
secara komprehensif, selalu disemangati jiwa "Merah Putih" dalam
setiap pengabdiannya.

Perwira TNI bukan saja bertanggungjawab atas harkat, martabat, dan
perilaku diri sendiri, tetapi juga bertanggungjawab terhadap apa yang
dikerjakan dan diperbuat anggota yang dipimpin, demi tegaknya moral,
disiplin, dan profesionalitas satuan.

"Perilaku para perwira dan anggota yang dipimpin, baik dalam kedinasan
maupun kehidupan bermasyarakat harus mampu dipertanggungjawabkan
kepada organisasi, lingkungan tugas, masyarakat, dan negara," katanya.


         

       
---------------------------------
 Once upon a time there was 1 GB storage in your inbox. Click here for happy 
ending.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke