wah, ternyata memang sudah ada ya, ... :).
di bawah ini ringkasan visi/misi/program calon
gubernur & wagub dari kedua kubu. hebat juga
si abang-2 balon ini. jauh-jauh hari mereka
sudah bisa meng-antisipasi jalan pikiran
calon pemilihnya :-)
masalahnya berarti tinggal masalah
"detail" implementasinya + pelaksanannya.
well, the devil is (usually) in the detail ...
---( IM )----------------------------
-------------------------------------------------------
Visi-Misi & Program Para Kandidat Gubernur DKI Jakarta
-------------------------------------------------------
Program-program yang ditawarkan masing-masing pasangan
calon Gubernur DKI Jakarta memang beragam. Walaupun isu
yang diusung tidak jauh berbeda, namun dikemas dengan
cara atau metode yang berbeda.
Berikut adalah garis besar bidang Program yang ditawarkan
Fauzi Bowo-Prijanto:
==> 1. Sarana dan Prasarana Perkotaan
==> 2. Pengembangan Perhubungan dan Transportasi
==> 3. Keamanan, Ketertiban dan Hukum
==> 4. Peningkatan Akses dan Mutu Pendidikan
==> 5. Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah
==> 6. Peningkatan Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan
==> 7. Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan
***
Sedangkan garis besar bidang Program yang ditawarkan Adang
Daradjatun-Dani Anwar adalah:
==> 1. Membangun ekonomi kerakyatan
==> 2. Membangun sistem dan moda transportasi massal
murah, nyaman, dan cepat
==> 3. Pelayanan kesehatan
==> 4. Sektor pendidikan (merealisasikan pendidikan gratis)
==> 5. Pencegahan banjir
==> 6. Sektor Infrastruktur (membangun rumah terjangkau)
==> 7. Sektor lingkungan (penanganan sampah dan limbah)
==> 8. Keamanan
==> 9. Reformasi birokrasi
Visi yang dicanangkan oleh pasangan Adang-Dani adalah
"Jakarta Menuju Kota Jasa Modern, Aman, dan Sejahtera".
Sedangkan visi Fauzi-Prijanto adalah "Jakarta yang Nyaman,
Berdaya Saing, dan Sejahtera". Fauzi menjelaskan bahwa
Jakarta yang nyaman bermakna terciptanya rasa aman, tertib,
tenteram, dan damai. Jakarta yang berdaya saing bermakna
terbangunnya kemampuan kompetitif dalam skala global.
Sedangkan Jakarta yang sejahtera adalah terwujudnya derajat
kehidupan penduduk Jakarta yang sehat, layak, dan manusiawi.
Duet Fauzi Bowo-Prijanto diusung oleh banyak partai besar
yang menamakan dirinya Koalisi Jakarta. Partai-partai politik
tersebut adalah: Partai Demokrat, PDI Perjuangan, Golkar,
Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan beberapa partai kecil
lainnya. Sedangkan pesaingnya, Adang-Dani hanya diusung oleh
satu partai, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Meski PKS hanya berdiri sendiri dalam mengusung pasangan
Adang-Dani, namun menurut Kepala Badan Humas DPW PKS Jakarta,
PKS telah terlebih dahulu menyiapkan empat langkah untuk
memenangkan Pilkada DKI Jakarta ini.
Langkah-langkah tersebut adalah:
(1) memilih orang yang tepat; setidaknya mendekati
karakteristik tokoh yang sesuai dengan
visi misi yang diusung;
(2) meluncurkan program Pendidikan Politik Rakyat (P3R)
untuk meningkatkan kepedulian publik Jakarta atas persoalan
politik;
(3) melakukan survei yang melibatkan 70 ribu responden
untuk merekam pendapat publik (mega survei);
(4) melakukan sosialisasi mengenai program-programnya.
Secara umum, program-program yang ditawarkan oleh kedua
pasang calon tentunya amat membawa harapan tersendiri
bagi warga Jakarta. Tentunya warga berharap agar program-
program tersebut tidak hanya berakhir di atas kertas saja.
Walaupun terdengar menggiurkan, namun pastinya tidaklah
mudah merealisasikan program-program tersebut. Program-
program tersebut lahir karena adanya dorongan permasalahan
yang memang sudah lama 'diderita' oleh ibukota Republik
Indonesia ini. Meski beberapa kemajuan telah terjadi di
periode pemerintahan Gubernur Sutiyoso, namun tidak bisa
dipungkiri bahwa masih banyak masalah yang belum terselesaikan
dan bahkan terbengkalai. Sebagai pemilih nantinya, tentunya
warga Jakarta berharap agar orang nomor satu DKI Jakarta
kelak bisa membenahi serta mewujudkan apa yang warga
inginkan.
Sumber:
Harian Suara Pembaruan
http://www.adang-dani.com/
http://www.bangfauzi.com/
--- In "imuchtarom" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
>
> Awal-awalnya saya merasa gak begitu berminat mengikuti
> berita-2 mengenai Pilkada di Indonesia, yang proses
> pemilihannya selama ini banyak diwarnai kericuhan dan
> intrik politik. Tapi kalau dipikir-2, se"buruk" apapun
> mutu Pilkada yang telah diselenggarakan selama ini,
> sebetulnya itu memang bagian yang penting dari proses
> pendidikan politik dan pencerdasan bangsa. Ini memang
> akan banyak makan waktu, makan beaya dan makan energi.
>
> Pilkada Aceh contohnya, mempunyai peranan sangat penting
> sebagai kelanjutan proses 'reintegrasi' Aceh ke dalam RI.
>
> Pilkada Jakarta juga akan menjadi perhatian, karena
> mungkin akan menjadi 'model' yang akan dijadikan acuan
> bagi propinsi-2 lainnya. Sayangnya dari berita di surat
> kabar saya merasa belum menjumpai informai yang memadai
> mengenai issue yang menjadi tema/program setiap pasangan
> kandidat.
>
> Untuk Jakarta yang masyarakatnya relatif sudah cukup
> terdidik dan kritis, seharusnya salah satu bentuk kampanye
> para kandidat ini juga mencakup debat publik/televisi
> di mana setiap kandidat diminta membeberkan visinya
> mengenai strategi pembangunan DKI di masa depan, utamanya
> di dalam memecahkan isu-isu sentral yang dihadapi DKI:
>
> (1) Rencana Tata-Ruang / Regional Planning DKI
> (2) Konsep sistem transportasi
> (3) Konsep sistem pengendalian banjir
> (4) Konsep pengelolaan dana parkir ( and how to deal
> with 'premanisme' parkir :) }
>
> ***
>
> khusus mengenai butir (3) sistem pengendalian banjir,
> setelah membaca berita banjir bandang yang baru saja
> terjadi di Inggris - yang saya cantumkan di bawah ini -
> saya khawatir ini dijadikan "excuse" oleh Gubernur DKI
> masa depan:
>
> "aduh bang, wong negare-nye Mpok Ratu Elisabet aje,
> nyang dulu pernah menguasai tujuh samodere, ampe katenye
> berani bilang: "British, rule the waves!", sekarang
> lagi kalang kabut kebanjiran", apalagi kite
> bang, nyang baru 62 tahun merdeka, ... "
>
> ato mereka make isu Global Warming, El-Nino, La Nina, dll
> sebagai cadangan excuse, ... :-)
>
> ---( IM )----------------------
>
> catatan:
> --------
> gue baru tumon juge, bahwa "Reading" itu
> nama sebuah kote di Inggris sane. Jadi
> "University of Reading" itu artinye
> bukan "Universitas yang kerjaannya
> tiap hari membaca".... :-)
>
> <http://environment.independent.co.uk/climate_change/article2795635.ece
>
> ---------------------------
> A 21st century catastrophe
> ----------------------------
>
>
> By Michael McCarthy, Environment Editor
> Published: 24 July 2007
>
> Flood-ravaged Britain is suffering from a wholly new
> type of civil emergency, it is clear today: a disaster
> caused by 21st-century weather.
>
> This weather is different from anything that has gone before.
> The floods it has caused, which have left more than a third
> of a million people without drinking water, nearly 50,000
> people without power, thousands more people homeless and
> caused more than £2bn worth of damage - and are still not
> over - have no precedent in modern British history.
>
>