*
http://www.tnial.mil.id/tabid/61/articleType/ArticleView/articleId/102/PASUKAN-ELIT-TNI-AL-IKUTI-KURSUS-ANTI-TEROR.aspx


PASUKAN ELIT TNI AL IKUTI KURSUS ANTI TEROR*

Pasukan elit *TNI Angkatan Laut* dari kesatuan* Intai Amfibi* (Taifib)
dan *Komando
Pasukan Katak* (Kopaska), mengikuti kursus Penanggulangan Teror Aspek Laut
(PTAL) Angkatan IX, yang dibuka secara resmi oleh *Asisten Operasi (Asops)
Kasal Laksamana Muda TNI Adi Prabawa* didampingi *Komandan Korps Marinir
(Dankormar) Mayjen TNI Marinir Nono Sampono*, di Lapangan Mako Denjaka,
Cilandak, Jakarta, Kamis (12/7).

Dalam sambutannya Asops Kasal mengatakan, bahwa kursus ini bertujuan
memberikan keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki di satuan asal, baik
Pasukan Katak maupun Intai Amfibi sebagai pasukan anti teror aspek laut.
"Satuan ini nantinya tergabung dalam Detasemen Jalamangkara (Denjaka),
karenanya materi kursus akan melengkapi keterampilan dan pengetahuan yang
telah dimiliki di satuan asal serta ditujukan untuk mencapai Standar
Kualifikasi Perorangan Dasar", katanya.
Pembangunan ekonomi saat ini menurut Laksda TNI Adi Prabawa, mengarah pada
pemanfaatan laut sebagai sumber pangan maupun sumber energi terbukti telah
memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan masyarakat. Sedangkan
sumber daya alam tersebut, tersebar di seluruh wilayah perairan tanah air,
sekaligus telah menjadi obyek-obyek vital strategis, sehingga hal itu dapat
menjadi sumber kerawanan.

Kerawanan yang dimaksud, kata Asops Kasal, yang faktual saat ini salah
satunya adalah terorisme. Karenanya untuk menghadapinya diperlukan
keterampilan khusus agar langkah-langkah penanggulangan dapat dilaksanakan
secara cepat dan tepat tanpa menimbulkan ekses negatif baik bagi personel,
masyarakat maupun obyek yang diamankan.

"Program ini merupakan syarat mutlak untuk menjadi anggota Denjaka dan
berikutnya akan ada program lanjutan berupa pendidikan atau kursus
spesialisasi baik di dalam maupun di luar negeri" tegasnya.

Kursus yang berlangsung selama lima setengah bulan tersebut diikuti sebanyak
14 personel, masing-masing 13 personel dari Satuan Taifib dan 1 personel
dari Kopaska. Adapun materi kursus yang diajarkan meliputi Keterampilan
Intelejen Tempur (operasi hutan, rawa, gunung), serta taktik dan teknik
penanggulangan teror aspek laut.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke