*http://www.tniad.mil.id/news.php?id=1187
IRJEN DEPHAN KUNJUNGI KONGA XXIII-A* *(Adshit AlQusayr) Irjen Dephan Laksdya TNI Sumardjono* melakukan kunjungan resmi ke Konga XXIII-A, Senin (23/7). Kunjungan ini untuk melihat secara langsung 32 unit VAB yang telah dikirim dari Perancis. Kunjungan tersebut terdiri dari Irjen Dephan, Brigjen TNI H. Koestomo (Irmat Dephan), Athan Kairo Kolonel laut Sigit dan Bapak Anindhita Harimurti pejabat KUAI (Kuasa Usaha) dari KBRI Beirut. Dalam agenda yang telah disusun, serah terima suku cadang yang tiba pada tiga hari sebelumnya juga dilaksanakan, yaitu spare parts ranpur VAB dari Perancis gelombang ketiga. Jumlah item spare parts yang diterima pada gelombang ketiga adalah untuk 32 unit VAB yang baru sebanyak 7 item termasuk sebuah mesin ranpur VAB sebagai cadangan. Sedangkan untuk 14 unit VAB yang lama, berjumlah 7 item dan 1 item untuk maintenance tool. Pada kesempatan tersebut, dipaparkan oleh Dansatgas Konga XXIII-A, Kolonel Surawahadi secara rinci tentang kondisi Satgas. Mulai tugas pokok, kemampuan dan kendala yang dihadapi oleh pasukan Indonesia didaerah penungasan Lebanon. Selanjutnya Irjen Dephan melakukan peninjauan terhadap fasilitas dan sarana pasukan Indonesia termasuk pos-pos yang ada di luar. Di pos 7-1, Dansatgas menunjukkan semua materiil yang dimiliki oleh pasukan Indonesia, termasuk akomodasi yang telah dan sedang disiapkan oleh PBB. Salah satu yang menarik perhatian Irjen Dephan adalah water purification treatment (penjernih air). Dan hasil penjernihan tersebut airnya dapat diminum karena memenuhi standard PBB dan telah lulus laboratory test Unifil. Mantan Asrenum TNI tersebut menyempatkan meminum air hasil sulingan. Dalam pesan yang disampaikan oleh Laksdya Sumardjono kepada perwira agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan menghindari rutinitas. Sebagai pasukan yang terpilih dari jajaran TNI, Konga XXIII-A harus menjaga nama baik bangsa dan menghindari terjadi penurunan moril. Menurut Pati berbintang tiga yang sebelumnya juga bertugas sebagai Irjen TNI menyatakan bahwa saat ini, dilingkungan TNI masih berpedoman pada budget oriented. Kondisi ini terkait dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki TNI, sehingga penentuan prioritas menjadi pedoman dalam memutuskan kebijakan. (Satgas Konga XXIII-A/Dispenad) [Non-text portions of this message have been removed]

