*http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=7903



TNI KEMBANGKAN TEKNOLOGI PERTAHANAN DENGAN LIMA PERGURUAN TINGGI
**
Jakarta*- *Tentara Nasional Indonesia* (TNI) dengan lima perguruan tinggi
sepakat bekerja sama untuk melakukan pengembangan teknologi dan manajemen
ketahanan dan pertahanan nasional.

Kesepakatan kerja sama tersebut, ditandai dengan penandatangaan nota
kesepahaman antara *Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto* dengan lima rektor
perguruan tinggi masing-masing* Institut Teknologi Bandung* (ITB),* Institut
Teknologi 10 November Surabaya*, *Universitas Hasanuddin*, *Universitas
Indonesia*, *Universitas Gajah Mada*.

"Kerja sama yang kita sepakati saat ini meliputi kerja sama di bidang
pendidikan dan latihan, pengembangan dan penelitian, kajian strategis,
teknologi pertahanan, serta manejemen pertahanan," kata Rektor ITB
Prof.Dr.Joko Santoso di Jakarta, Rabu , atas nama lima perguruan tinggi itu.


Ia mengatakan, kerja sama antara TNI dengan perguruan tinggi sudah lama
berjalan terutama di bidang pendidikan dan latihan serta pengembangan dan
penelitian.

Ia mengharapkan kerja sama tersebut dapat menciptakan industri pertahanan
dalam negeri yang lebih mandiri.

"Sebagai bangsa yang besar, wajar jika Indonesia memiliki industri
pertahanan yang besar dan mandiri," katanya.

Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto mengatakan, untuk
membangun kekuatan pertahanan negara yang kuat, diperlukan sinergi positif
antara seluruh komponen bangsa terutama di antara TNI dengan perguruan
tinggi.

"Ada tiga pilar yang sangat utama dalam membangun kekuatan pertahanan
negara, yakni TNI, perguruan tinggi, dan industri pertahanan strategis,"
katanya.

Karena itu, tambah Djoko Suyanto, diperlukan kerja sama yang kuat antara TNI
dan perguruan tinggi untuk semakin memperkokoh pertahanan dan ketahanan
negara.

Panglima mengatakan, ada dua hal penting yang harus dimantapkan dalam kerja
sama antara TNI dan perguruan tinggi karena TNI merupakan pengguna dari
hasil rekayasa teknologi yang dikembangkan oleh perguruan tinggi.

Sedangkan, perguruan tinggi berperan untuk menciptakan rekayasa teknologi
dan manajemen pertahanan yang mandiri untuk mendukung pembangunan pertahanan
negara yang kuat.

Dalam acara penandatangan itu, dihadiri oleh tiga kepala staf angkatan dan
komandan sekolah staf dan komando masing-masing angkatan, serta pimpinan
Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen Pertahanan (Dephan).


Sumber : Antara


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke