*60 tahun CIA

Oleh: Peter Phillipp dari Berlin*

Badan Intelijen Amerika Serikat seharusnya bertugas mengumpulkan informasi,
kemudian menyampaikan informasi dan penilaiannya secara tepat. Namun
disinilah kelemahan lembaga ini.

Sekitar Januari 1953, Presiden Amerika Serikat Harry Truman mengeluhkan
bahwa sejarah akan mencatat masa jabatannya sebagai masa yang dibayangi oleh
perang dingin. Namun tetap optimis, ketika itu Truman mengatakan :

"Tapi khalayak juga akan ingat, bahwa dalam delapan tahun masa jabatan ini,
kami telah menetapkan jalan untuk memenangkan perang dingin."

Salah satu instrumen untuk meraih kemenangan itu adalah CIA. Badan Intelijen
Amerika Serikat didirikan 26 Juli 1947, sebagai pengganti Dinas Rahasia OSS,
yang bertugas selama perang dunia kedua. Menurut David MacMichael yang
pernah menjadi agen rahasia, waktu itu tugas CIA ada dua.

"Yang pertama, untuk menghindari terjadinya pengulangan peristiwa Pearl
Harbour. Dan yang kedua, untuk memerangi ancaman dari Uni Sovyet."

David MacMichael bekerja untuk CIA sekitar tahun 80-an. Kini ia salah
seorang pengritik CIA yang paling tajam. Posisinya mirip dengan jurnalis New
York Times, Tim Weiner, yang baru menerbitkan buku tentang CIA. Tim Weiner
menuturkan:

"CIA waktu itu merupakan organisasi baru. Belum ada cetak biru tentang
tatacara kerjanya. Badan rahasia itu harus belajar dari setiap kesalahan,
dan dalam 15 tahun pertama, bukan main banyaknya kesalahan yang dibuat"

Salah satu contoh yang dikemukakan, tentang kapan Rusia bakal memiliki bom
atom yang pertama. Di situ perkiraan CIA betul-betul salah. MacMichael
bercerita:

"Tahun 1948, pimpinan CIA mengatakan kepada Presiden Amerika saat itu, bahwa
Rusia butuh waktu sepuluh tahun untuk memproduksi bom atom. Tahu-tahunya
tahun 1949, Rusia sudah melakukan tes bom atom pertama."

Hampir semua bencana besar akibat salah hitung badan rahasia Amerika Serikat
itu berkaitan dengan operasi terselubung untuk menjatuhkan pemerintahan
negara lain. Yang paling terkenal adalah kegagalan invasi Kuba. Mengenai
kasus Teluk Babi itu, Tim Weiner mengungkapkan,

"Entah bagaimana, penanggung jawab operasi, Richard Bissel berhasil
meyakinkan dirinya sendiri dan juga Presiden Amerika Serikat bahwa 1500
orang warga eksil Kuba bisa mengalahkan 60 ribu orang tentara Fidel Castro,
dan merebut Havana setelah mendarat di sebuah rawa yang jauh dari
mana-mana."

Sejak kegagalan itu, CIA berada dibawah tanggung jawab Presiden Amerika
Serikat.

Beberapa minggu lalu, CIA menerbitkan ratusan dokumen tentang operasi mereka
yang gagal. Namun tampaknya publikasi dokumen itu tidak mendapat perhatian
besar. Mungkin, karena disaingi oleh skandal-skandal aktual CIA, antara
lain, salah informasi tentang senjata pembunuhan masal di Irak, atau penjara
rahasia CIA di Eropa Timur.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke