*http://www.kompas.com
Mungkinkah Binatang Mampu Mendeteksi Penyakit?* Beberapa hari lalu media di Inggris dan Amerika dihebohkan dengan berita tentang Oscar, si kucing yang mampu mengetahui kapan seseorang akan meninggal. Pendapat pun bermunculan tentang kemampuan Oscar tersebut. Ternyata beberapa hewan peliharaan, terutama anjing dan kucing, memang mampu mengendus penyakit, bahkan kematian. Jacqueline Pritchard, ahli perilaku binatang dari Inggris, mempercayai kemampuan Oscar mengendus kematian disebabkan karena kucing memang bisa mengendus perubahan biokimia dalam tubuh seseorang yang hampir meninggal. "Saya yakin kucing bisa tahu manakala seseorang hampir meninggal. Yang kita tahu tentang perubahan kimia dalam tubuh memang sedikit, tetapi kucing merasakan dan bisa mengendus bilamana organ-organ tubuh manusia berhenti bekerja. Tapi pasti ada juga penjelasan lain yang tidak sederhana tentang kemampuan Oscar," katanya. Sementara itu anjing, dengan penciumannya yang tajam, telah diketahui memang bisa mendeteksi adanya penyakit pada tubuh seseorang, seperti kanker dan serangan epilepsi. Studi yang dilakukan Dr John Church yang dipublikasikan tahun 2004 mengklaim bahwa anjing mampu mendeteksi kanker lewat urin seseorang. Penelitian Church hingga kini masih terus dilanjutkan untuk mendapatkan bukti yang lebih lengkap. Kemampuan anjing dalam penyakit epilepsi memang sudah terbukti. Sebuah lembaga di Inggris, The Charity Support Dogs bahkan menyediakan 45 ekor anjing yang bisa mengetahui manakala serangan epilepsi kambuh. Perubahan ekspresi wajah, pupil yang melebar, dan kenaikan suhu tubuh, merupakan tanda-tanda yang dikenali oleh anjing sebagai sinyal akan kambuhnya epilepsi. Selain itu, anjing juga diketahui mampu mengenali tanda-tanda depresi lewat perubahan emosi tuannya sehingga mereka akan menyesuaikan diri. Gajah juga mampu mengenali emosi yang terjadi dalam diri seseorang. Namun tidak demikian halnya dengan kucing yang memiliki sifat egois dan cenderung hidup soliter (penyendiri). Indera yang dimiliki binatang memang lebih perasa dibandingkan manusia, itu sebabnya ketika akan terjadi tsunami tahun 2004 lalu, beberapa jenis binatang pindah ke daratan yang lebih tinggi beberapa waktu sebelum tsunami menerjang. Sumber: BBC Penulis: An [Non-text portions of this message have been removed]

