Tahun 1990-an ternyata Indonesia pernah jadi eksportir
sepatu ke 3 terbesar di dunia dengan nilai USD 1,6
milyar (sekitar rp 14 trilyun). Bahkan mengekspor
hingga ke AS.

Jadi ada peluang bagi Indonesia untuk bangkit kembali.

http://disperindag-jabar.go.id/cetak.php?id=2223
'Ekspor kulit mentah agar disetop' Pasar sepatu
Indonesia di pasar global mulai terkikis
Senin, 16 April 07 - by : datin

    JAKARTA: Kendati ekspor dan produksi sepatu
nasional pada kuartal I/2007 meningkat 7% dibandingkan
periode yang sama tahun lalu, namun kinerja ini belum
mampu mendongkrak pangsa pasar sepatu Indonesia di
pasar global yang mulai tergerus seiring kemunculan
Vietnam sebagai pesaing baru.

    Di pasar ekspor, industri sepatu Vietnam menguasai
6% dengan nilai US$3,2 miliar hingga US$3,6 miliar
dari total pasar dunia pada 2006 yang mencapai US$47,8
miliar.

    Sementara itu, Indonesia yang pada era 1990-an
pernah menjadi negara eksportir sepatu terbesar ketiga
di dunia, kini hanya menguasai pangsa pasar global
sekitar 3% dengan nilai US$1,6 miliar.

    Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo)
Jawa Timur Sutan R.P. Siregar mengatakan penuruan
pangsa pasar sepatu Indonesia di pasar ekspor terjadi
sejak 2001 akibat ketidakmampuan produk sepatu
nonsport Indonesia bersaing.

    "Jika ada peningkatan ekspor, hal itu semata-mata
akibat kontribusi ekspor sepatu sport yang cukup
besar," katanya baru-baru ini.

    Data Aprisindo menyebutkan realisasi ekspor pada
2003 tercatat hanya US$1,18 miliar, 2004 mencapai
US$1,32 miliar dan pada 2005 mulai merangkak lagi
menjadi US$1,43 miliar.

    Di sisi lain, total ekspor sepatu nonsport
Indonesia sejak 2001 terus-menerus mengalami
penurunan. Pada 2001, total ekspor sepatu nonsport
mencapai 67,6 juta pasang senilai US$316 juta dan
menurun pada 2002 menjadi 52,6 juta pasang senilai
US$241,1 juta. Pada 2006 (Januari-Oktober), volumenya
anjlok menjadi 44 juta pasang senilai US$279 juta.

    Jumlah ekspor yang menurun tersebut sekaligus
menghempaskan Indonesia ke urutan ke-11 pemain utama
produk sepatu global pada 2006. Sementara itu, pasar
sepatu di dalam negeri semakin tidak bisa berkembang
karena serbuan produk-produk sepatu nonsport murah
asal China.

    Setop ekspor kulit

    Menurut dia, pengembangan produk sepatu nonsport
menghadapi problem serius di mana saat ini kalangan
produsen sepatu kulit kesulitan mendapatkan bahan baku
berupa kulit mentah akibat derasnya arus ekspor.

    Untuk itu, kalangan produsen sepatu mendesak
pemerintah segera mengendalikan ekspor kulit mentah
untuk menjamin pasokan bahan baku bagi industri sepatu
nonsport dan sepatu kulit di dalam negeri.

    "Salah satu caranya adalah dengan menaikkan pajak
ekspor kulit yang saat ini ditetapkan 5% hingga 15%.
Kalau tidak, ekspor sepatu pada tahun ini akan stagnan
dan terus tergerus," ungkap dia.

    Yongki Komaladi Ketua Industri Sepatu Nonsport dan
UKM Aprisindo menambahkan selain permasalahan makro,
industri sepatu nonsport di dalam negeri masih belum
memiliki daya saing kuat akibat kualitas produk yang
rendah sehingga para pembeli mancanegara enggan
melakukan pembelian dalam volume besar.
([EMAIL PROTECTED])

    Oleh Yusuf Waluyo Jati
    Bisnis Indonesia 

===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]


       
____________________________________________________________________________________
Pinpoint customers who are looking for what you sell. 
http://searchmarketing.yahoo.com/

Kirim email ke