Dear Friends, Berikut dua percakapan terpisah melalui
e-mail dengan saya. Yang pertama, antara Mas Ardi dan
saya tentang the CELESTINE PROPHECY. Dan, yang kedua,
antara Mas Yandri dan saya tentang ANGKA 666.
Keduanya, as always, cuma nama samaran doank. Semoga
bermanfaat bagi rekan2 lainnya. (Leo).
 

+++++++++++++

EMAIL DARI MAS ARDI: CELESTINE PROPHECY, ETC.


Halo Mas Leo,

Salam kenal mas … maaf saya ga biasa pake YM jadi by
email aja. Insya Allah kita bisa ketemu langsung
nanti…

1_ Saya sering baca posting anda di milis KKAS, dari
bahasan anda saya jadi teringat dengan trilogy
‘celestion vison’. Buku ini yang membuat saya jadi
semakin open mind [kalo ga disebut ‘enlightment’]
terutama tentang perjalanan kehidupan jiwa manusia.
Dari kebetulan – sinkronitas – evolusi jiwa – past
lives – intuisi – mission hingga vision ke depan
[shambala]. 

Gimana pendapat anda tentang ini [‘celestine vision’]?

2_ Waktu itu saya bingung, krn di agama saya tidak ada
keterangan jelas mengenai reinkarnasi. Tapi kemudian
saya baca salah satu buku Anand Khrisna dan bertemu
dengan parner diskusi dia di bukunya, Achmad Chodjim.
Dari sini saya banyak masukan dan semakin jelas
tentang isi ‘celestine vision’ dan apa-apa saja yang
tersirat di Qur’an dan masih banyak yang
diputarbalikan oleh para ulama. 

Apa pendapat anda tentang evolusi jiwa/ reinkarnasi
ini? Perlukah kita menjalani past live regression
untuk memahami mission kita di kehidupan kali ini?

3_ Kemudian saya dianjurkan membaca buku ‘mata ketiga’
yang anda cela itu… Tapi dari situ saya jadi semakin
mengerti mengenai salah satu alat penghubung
[pena/kalam] manusia dengan Tuhannya. Tapi sampai
sekarang saya belum tahu apakah mata ketiga saya sudah
terbuka atau tidak…. Yang pasti sejak itu saya semakin
sering mengamati perjalanan kehidupan saya dan sering
menemukan beberapa kebetulan. Tapi masih belum bisa
mengetahui tujuan/misi saya dengan peristiwa2 tsb….

Boleh saya telpon anda langsung untuk mengetahui
kondisi mata ketiga + apa elemen saya?
 
Sekedar info, orang tua saya orang Jogja, tapi saya
lahir + hidup di Jakarta , jadi masih ada sedikit
kejawen nya sih…J

Terima kasih sebelumnya, 
wassalam | ardi


+++++++++++++

JAWABAN SAYA:


Dear Mas Ardi,

Well, the Celestine Prophecy ya? Buku yang beken itu
ya? Bagaimana pendapat aku? Pendapat aku, ... you know
already lah. Segala sinkronisitas itu memang benar.
Gak ada yang kebetulan di dunia ini. Segala yang kita
temui di dunia ini, dari Kelahiran fisik kita.
Keluarga kita semasa kecil, orang tua kandung kita,
saudara sekandung,... teman2 waktu SD, SMP, SMU,...
sampai teman2 kuliah, teman2 kerja. Buku2 yang kita
baca, orang2 yang kita temui waktu iseng2 jalan2 ke
mall. Semuanya itu sinkron. Orang2 yang kita temui di
internet. Posting2 yang membuat kita tertarik dan
terheran-heran. Semuanya itu sinkron.

Satu EVENT 1 akan membawa kita pada EVENT 2. Dari
situ, tanpa hujan tanpa angin, akan muncul orang2
tertentu yang akan memungkinkan terjadinya EVENT 3.
So, memang tidak ada yang kebetulan dalam semua EVENT2
itu. Event adalah "Titik Pertemuan di Dimensi Ruang
dan Dimensi Waktu". Kita sebagai Roh, dan kita sebagai
Manusia Fisik adalah satu Event. Nah, kita sebagai
Event akan bertemu Event2 yang lain. Manusia2 yang
lain. Jadi, kalau terjadi interaksi antara kita dengan
orang2 lain dalam suatu situasi, sebenarnya itu bisa
disebut sebagai suatu SUPER EVENT. Event2 yang banyak
itu bergulir terus menerus tanpa henti, dan memang
tidak bisa berhenti. Mengalir dan mengalir... dan
tanpa ada yang mengaturnya.

Tapi, kita gak bisa ngomong tentang soal "pengaturan"
disini. Pengaturan mengisyaratkan adanya "kontrol", 
so who controls what in these interactions? Karena
semuanya memiliki andil, dan tak ada konsep kontrol,
maka kita menamainya sebagai SINKRONISITAS. Yes, I
believe in synchronicity. Not because it is a Belief
System that I adopt. No, not because of that but
because of experience. From my experience, facts point
to the validity of synchronicity in our lives.

Dalam buku the Celestine Prophecy juga dibahas tentang
Alur Pergerakan Energi di diri manusia2, dan
hubungannya dengan alam sekitar. Nah, ini penting
sekali. So, you know kan bahwa ada manusia yang
MENYERAP ENERGI ORANG LAIN. Ini manusia jenis
penghisap energi. Semacam drakula atau vampire dalam
bidang energi. Kenapa menghisap? Karena manusia2 ini
memiliki begitu banyak energi negatif. Energinya
negatif, dan dia tidak bisa menciptakan energi
positif. Sedangkan, untuk hidup itu manusia memerlukan
energi positif. Energi negatif itu mematikan,
menghambat... membebani. Sedangkan energi positif itu
memberikan hidup,... memberikan semangat. Mendorong. 

Ada juga orang yang memberikan energi2 positif kepada
orang2 lain. Nah, mereka inilah yang saya sebut
sebagai para PENYEMBUH. Penyembuh itu macam2, mas. Ada
penyembuh fisik, biasanya ini orang2 dengan Elemen
Api. Energinya fisiknya luar biasa sekali. Kuat
sekali. Anda akan bisa merasakannya. Mudah sekali.
Hanya dengan berada di dekat orang2 ini, segala capek2
fisik anda akan hilang. Anda akan merasa segar. Nah,
cuma dekat saja bisa hilang capek, apalagi kalau
disentuh olehnya. Mereka ini memang penyembuh FISIK.
Itu spesialisasinya. Dan orangnya memang easy going.
Apa adanya saja. Gak mencla mencle. Polos. Lugu. Lucu
juga, kadang2. Bisa titelnya S3, bisa juga cuma tukang
urut pinggir jalan. Tapi, so what? Mereka adalah
penyembuh fisik, dan itu karunia, dan itu tidak ada
hubungannya dengan sekolahan. Jadi begitu saja.

Ada juga PENYEMBUH EMOSIONAL. Mereka ini biasanya
orang2 dengan Elemen Air. Mereka telah mengalami jatuh
bangun kehidupan dan telah makrifatullah dalam hal
IKHLAS dan PASRAH. Kalau berada di dekat orang2 ini,
kita akan merasa DAMAI. Merasa damai walaupun dompet
sudah tipis, duit gak ada,... dan pacar lagi mencak2
karena menemukan bukti bahwa kita nyimpen foto orang
laen yang, kalo mao jujur, lebih imoet2 daripada si
pacar itu sendiri. Dia gak mao terima, en kita jadi
ikut sewot juga. Emangnya gw milik dia pribadi? ...
Tapi, kalau berada di samping seorang penyembuh
emosional, kita seakan tenggelam dalam keikhlasan dan
kepasrahan. Lalu, tanpa dia berkata-kata dengan bahasa
bunga, kita akan langsung ngerti bahwa hidup ini
memang indah. Begitu damai. Walaupun Jakarta panas,
rasanya tetap aja damai. Dan pacar yang mencak2 itu,
kok sekarang rasanya seperti orang yang patut
dikasihani. Kecian dech dia, masa gw mao dijadiin
koleksi pribadinya, pedahal gw kan milik orang2 laen
juga? --- things like that occur all the time. At all
times, at all places.

Nah, jadi ada orang2 yang memancarkan ENERGI POSITIF,
dan ada para vampire di masyarakat kita yang menyerap
energi kita sehingga mereka disebut sebagai pemilik
asli dari ENERGI NEGATIF. Jangan mao trade lah. Kalo
ketemu orang yang punya energi negatif, please beware.
Liat aja,... liatin aja, maonya orang itu apa. Kalo
mao ngisep doank, langsung jebretin aja. Emangnya gw
apaan! Emangnya gw apaan loe mao isep gratisan! Gituin
aja, dan orangnya akan guling2 di lantai sendiri.
Katanya kita sadis, en so on, en so forth. Tapi
mustinya digituin. Emang layak dan pantas. Amin.

Tapi, kalo mereka itu ternyata terjebak dalam
Lingkaran Hantu dan tak bisa melepaskan diri dari
kebiasaan menghisap energi orang,... dan mereka mao
minta bantuan dari kita. Tulus minta bantuan, well,...
please dibantulah. Ngomonglah kepadanya. Berikanlah
solusinya. Ngomong apa adanya, jangan ditahan-tahan.
Karena, pada dasarnya, si "penghisap energi" itu sudah
tahu kebiasaan jeleknya. Cuma, memang perlu ada yang
memberikan konfirmasi bahwa it's already the time for
them to stop sucking. Say: Stop Sucking! Gitu cukup.

Cuma dua hal itu yang aku bisa tangkep dan confirm as
truly true dari seluruh alur pemikiran en practice
yang sering disebut dengan istilah "Celestine" karena
memang bermula dari buku The Celestine Prophecy itu.
Yang lain-lainnya cuma aksesoris belaka. Mao dipake
boleh, gak mao juga gak pa2. Gitu aja yah? Yang laen2
aku jawabnya laen kali, en kalo ada oemoer ku panjang,
bolehlah Insya Allah kita ketemu langsung nanti... en
dingomongin nanti itu juga.

All the Best,
Leo 


+++++++++++++

EMAIL DARI MAS YANDRI: ANGKA 666, ETC.


Hi Mas Leo,
 
Saya merasa akhir2 ini setiap kali saya membuka
mailing list manapun saja, saya selalu menemukan
postingannya mas Leo. Sampai2 saat saya mendapat
invitation email untuk joint yahoo groupnya debate
religious, saya sudah menebak pasti ada Mas leonya
disitu, dan ternyata emang benar. Saya merasa akhir2
ini connected dengan Mas Leo, walo cuma dengan
tulisan2nya aja. Ada apa Mas? Adakah penjelasan yang
ingin disampaikan ke saya? Kalo tidak, sekalian sj
saya minta penjelasan dari sisi Mas leo sendiri
tentang mata ke 3. Adakah hubungan mata ke 3 (cakra
adjna) dengan simbol 666 di dahi? Cakra adjna kan
cakra mayor ke 6 (jika dihitung dari cakra dasar),
trus suka dibilang juga indra ke 6, 6 satunya lagi
merupakan bilangan seorang manusia. Saya takut kalo
mau mengembangkan mata ke 3 malah jadi merupakan salah
satu penerima tanda dari binatang tsb. (Saya tahu Mas
leo jg faham tentang apa yang saya maksud). Bisakah
Mas Leo memberikan penjelasan atas ketakutan2 saya?
 
Best Regards,
Yandri


+++++++++++++

JAWABAN SAYA:


Dear Mas Yandri,

Mata Ketiga itu kan cuma istilah saja. Aku sendiri
menggunakan beberapa istilah sekaligus yang inter-
changeable. Bisa dipertukarkan. Bisa diganti-ganti.
What is istilah anyway? Kita bisa pake istilah apa
saja karena, yang penting, adalah PENGERTIAN yang kita
berikan kepadanya. Yang kita definisikan. Jadi, bukan
pengertian yang tergantung dari istilah itu, melainkan
istilah itu yang tergantung dari pengertian atau
definisi yang kita berikan kepadanya. 

Contoh: Istilah MATA KETIGA bisa saja saya sebut
sebagai "Mata Seribu". So what? Bisa saja kan, itu 
kan cuma istilah saja kan? Pengertian yang akan saya
berikan terhadap istilah hipotetif itu akan sama
persis dengan pengertian yang telah saya pakai selama
ini untuk "Mata Ketiga". Dan,... itu akan saya umumkan
bahwa mulai tanggal so and so, istilah "Mata Ketiga"
yang saya pakai akan ditinggalkan, dan mulai dipakai
istilah "Mata Seribu" dengan pengertian sama persis.
Gimana? It works like that, mas. Istilah is istilah,
dan gak perlu bikin bingung. Yang penting, lihat
pengertiannya seperti apa. Bisa saja nama istilah 
yang sama seperti "Mata Ketiga" itu digunakan oleh
penulis2 berbeda. Dan pengertiannya bisa sama, bisa
pula beda. You have to dig out the particular meaning
of one term used by the author. Kalo gak gitu bisa
rancu. 

Tapi, istilah MATA KETIGA saya gak merancukan anda
kan? Saya telah mendefinisikannya kan? Definisinya ada
dimana-mana kan? Dan the definition is so clear jadi
gak bisa rancu dengan istilah "Mata Ketiga" yang
dipakai oleh orang2 lain kan? So, you got it ya!

Now, tentang istilah "666", itu "angka manusia" yang
terdapat di dalam Kitab Wahyu (Revelations), di bagian
paling belakang Alkitab, better I comment not lah! 
Itu kan ditulis oleh orang yang hidup di jaman itu.
Pada 2000 tahun yang lalu. Ngapain anda nguthek
mikirin itu? Penulis Kitab Wahyu itu, kalo ngikutin
metode elaborasi kita di jaman ini, malah termasuk
unclear and unstraightforward. Mana definisinya? Ora
ono. Gak ada definisi yang diberikan. Malah, cuma
tunjuk ini, tunjuk itu. Maen tunjuk aja. Emangnya enak
kita diberikan sesuatu yang asal maen tunjuk aja?
Tunjuk seh boleh aja, tapi maonya apa? Maksudnya apa?
Itu gak jelas, dan gak ada di Kitab Wahyu itu. Mao
enake dhewe ae, penulis Kitab Wahyu itu. Dan, masa
harus saya yang berikan definisinya untuk tulisan dia
sendiri itu? Kalo gak ada definisinya, dan kalo itu
bikin bingung, mendingan di-ignore aja, mas. Di-ignore
aja. Cuekkin aja. 

Biarin aja orang yang tertarik gothak gathik gathuk
untuk korek2 arti dari istilah "666" itu. Aku sendiri
gak interested. And whatever that is, itu gak ada
hubungannya dengan istilah "Mata Ketiga" yang aku
gunakan. Tulisannya aja beda,... dan secara bodo2an
juga wis keliatan kalo maksudku dan maksud si pemakai
istilah "666" itu beda. Aku kan ngajar tentang Mata
Batin, tentang bagaimana menjadi manusia yang semakin
manusiawi. Si penulis Kitab Wahyu itu, on the other
hand, kan ngomong tentang akhir jaman. The end of the
age yang gak jelas kapan datengnya. Sekarang kan bukan
akhir jaman, mas. Sekarang tahun 2007. So? ... So,
berarti apa yang ditulis di Kitab Wahyu itu gak
relevan untuk saat ini. Itu untuk akhir jaman, bukan
untuk tahun 2007. Got it?

All the Best,
Leo


+++++++++++++


[Leo adalah alumnus UI dan PennState, seorang praktisi
PSIKOLOGI TRANSPERSONAL. Untuk membuat appointment,
please contact him at HP number: 0818-183-615. 
E-mail: <leonardo_rimba@ yahoo.com>.
Tentang REKON MATA KETIGA, please see these link:
<http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/message/1046>.
Tentang PROFILE Leo, please see this link:
<http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/message/992>.
Tulisan2 Leo dengan TOPIK MATA KETIGA bisa ditemukan
di milis SPIRITUAL-INDONESIA; untuk bergabung, please
click this link:
<http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/join>].















Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke