Ini liputan yang menarik. Tapi mohon maaf, jangan dikaitkan dengan kompetisi 
soal Pilkada DKI Jakarta. Soalnya, meski belum yakin dengan kemampuan Adang 
memimpin DKI, saya juga bukan pendukung Fauzi Bowo. Saya pendukung jalur 
independen non-partai..... (satrio) 

JAWA POS
Kamis, 02 Agt 2007,

Bersyukur setelah Baca Suami Batal Kawin Lagi
Ketika Buku Antipoligami Membikin Kader PKS "Terbelah" 

Seorang anggota Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang disegani 
menulis buku Bahagiakan Diri dengan Satu Istri. Karya itu langsung disambut 
gembira jutaan kader wanita PKS. Namun, sebaliknya, para kader pria yang sudah 
atau akan berpoligami mereaksi dengan keras.

RIDLWAN HABIB, Jakarta 

RUANGAN Kantor Hilal al Ahmar di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan, siang itu 
terasa gerah. Bukan karena cuaca Jakarta terik. Juga bukan disebabkan pendingin 
ruangan tidak berfungsi. Tapi, karena buku yang ditulis Cahyadi Takariawan itu 
memicu kontroversi yang panas. 

"Buku ini memang harus segera ditarik. Hati saya membara membacanya," ujar 
Wakil Bendahara Umum DPP PKS Didin Amarudin kepada Jawa Pos. Saat itu lelaki 
beristri tiga itu datang pada acara dengan ditemani empat orang pengurus DPP 
yang lain.

Menurut Didin, sejak buku itu terbit, istri-istrinya menjadi gelisah. "Bahkan, 
istri kedua saya menghubungi temannya yang juga dipoligami dan bikin bedah buku 
khusus untuk ini," katanya.

Pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat, itu mengakui buku Cahyadi Takariawan itu 
mengubah paradigma umum di kalangan wanita PKS yang selama ini mendukung 
poligami. "Kalau yang menulis orang luar atau orang yang sekuler, saya tidak 
heran. Tapi, ini yang menulis adalah ustad yang kredibilitasnya sangat diakui 
di Majelis Syura PKS," kata Didin. 

Majelis syura adalah elemen tertinggi di partai yang berdiri sejak 1998 
(awalnya bernama Partai Keadilan). Anggota majelis hanya 99 orang yang dipilih 
dari jutaan kader PKS di seluruh Indonesia . 

Didin mengatakan, para qiyadah (pimpinan) partai gelisah karena buku itu 
dijadikan simbol perlawanan terhadap suami yang akan menikah lagi. "Rumah saya 
satu kompleks dengan Pak Tifatul (Tifatul Sembiring, presiden PKS, Red). Beliau 
juga khawatir, tapi selama ini memang memilih diam," ujar bapak tujuh putra 
itu. Tifatul Sembiring juga beristri dua. Sekretaris Jenderal PKS Anis Matta 
juga berpoligami. Bahkan, istri kedua Anis berkebangsaan asing. 

"Buku Pak Cah (Cahyadi Takariawan) itu hanya menonjolkan sisi-sisi negatif dari 
poligami, seakan-akan ribet banget, padahal tidak benar," katanya. 

Didin lalu melanjutkan kisah "sukses" poligami dirinya. Istri pertama Didin 
dinikahi pada 1990. Lalu, istri kedua pada 2001. Terakhir, Didin menikahi 
akhwat (kader PKS) menjadi istri ketiga pada 2002. "Memang, biasanya dari istri 
pertama ke yang kedua itu lama pendekatannya, Mas. Baru yang ketiga lancar," 
tuturnya. 

Manajemen keluarganya, kata Didin, malah terbantu ketika dirinya berpoligami. 
"Kalau kita berhitung secara matematis, anak tujuh dirawat dan dididik tiga 
istri kan lebih baik," ujarnya. 

Dia khawatir buku Cahyadi akan menimbulkan pro-kontra di kalangan rumah tangga 
muslim masing-masing kader. " Ada jutaan akhwat di Indonesia . Beberapa di 
antara mereka janda. Lantas, apakah mereka kita biarkan," katanya dengan nada 
bertanya. 

Taufik Bahtiar, direktur Hilal al Ahmar, menambahkan bahwa ada beberapa logika 
yang tidak tepat dan dicantumkan dalam buku ber-cover merah jambu itu. 
"Misalnya, tentang cinta lelaki yang tidak bisa dibagi, itu salah. Contohnya, 
saya. Kalau dengan istri pertama 100 persen, dengan istri kedua juga 100 
persen," ujarnya, lalu tersenyum.

Taufik juga berpoligami. Istri pertama meminta cerai ketika Taufik hendak 
menikah kali ketiga. Sekarang janda Taufik itu diperistri sahabatnya yang juga 
anggota Majelis Syura PKS sebagai istri kedua. 

Buku terbitan Era Intermedia, Solo, tersebut telah dicetak hingga 10.000 
eksemplar. Buku setebal 278 halaman itu mengupas sisi-sisi lain dari keluarga 
yang berpoligami. 

Si penulis Cahyadi Takariawan kepada Jawa Pos mengatakan bahwa dirinya kaget 
melihat reaksi "jamaahnya" terhadap buku itu. "Padahal, di halaman awal buku 
itu saya sudah jelaskan tidak berbicara tentang hukum poligami, tapi bicara 
tentang mereka yang gagal berpoligami karena persiapannya kurang," katanya. 

Alumnus Fakultas Farmasi UGM itu mengibaratkan poligami dengan salat. "Siapa 
yang membantah kalau salat itu wajib. Tapi, pada praktiknya, banyak yang salat, 
tapi tetap korupsi. Banyak yang salat, tapi menipu, mencuri, dan kejahatan yang 
lain. Apakah yang salah salatnya?" katanya.

Demikian juga, poligami. Melalui bukunya, suami Ida Nur Laila itu ingin 
"meluruskan" para pelaku poligami. "Bukan untuk mengampanyekan antipoligami, " 
kata suami yang bertahan dengan satu istri itu.

Cahyadi mengaku mendapat banyak sekali keluhan dari ummahat (ibu-ibu istri 
ikhwan alias kader PKS) yang mengalami masalah gara-gara suaminya menikah lagi. 
"Kebetulan, saya juga konsultan keluarga. Selain datang langsung, mereka juga 
menelepon dan mengirim SMS," kata ketua Wilayah Dakwah (Wilda) III DPP PKS itu. 
Sebagai ketua Wilda, Cahyadi bertanggung jawab pada ekspansi PKS di Sulawesi 
dan Papua.

Karena keluhan-keluhan itu datang bertubi-tubi, Cahyadi berusaha meramunya 
dalam tulisan. Misalnya, keluhan tentang kebohongan-kebohong an suami yang 
menikah lagi. Juga masalah finansial yang membuat pernikahan menjadi tidak 
harmonis.

"Yang menyedihkan, ada suami yang buru-buru poligami hanya karena dikompori 
komunitasnya yang semuanya sudah menikah lagi. Padahal, dia belum siap. 
Akhirnya, yang terbengkalai adalah keluarganya, " bebernya. Padahal, seharusnya 
poligami justru membawa keberkahan. 

Sebelum menulis buku Bahagiakan Diri dengan Satu Istri, Cahyadi telah menulis 
20 judul buku yang lain. Mayoritas tentang tema pernikahan. "Saya tidak 
bermaksud melukai hati para lelaki yang berpoligami. Karena itu, saya malah 
minta Bu Sri Rahayu Tifatul Sembiring sebagai istri pertama menulis kata 
sambutan," katanya. 

Dalam bedah buku yang dilakukan hampir tiap minggu, Cahyadi juga menolak 
dipanelkan dengan aktivis antipoligami. "Saya yakin masalah ini akan 
hipersensitif karena kebanyakan yang membaca dipenuhi dengan emosi pribadi. 
Jadi, tidak jernih lagi," ujarnya. 

Seorang pembaca bahkan komplain langsung ke penerbit. Pembaca itu merasa 
rahasia rumah tangganya ditulis Cahyadi. "Buku ini harus segera ditarik dari 
peredaran," kata Cahyadi menirukan ikhwan yang emosi itu. Padahal, dirinya 
belum pernah kenal. "Jadi, dia sendiri yang merasa bahwa apa yang saya tulis 
dalam buku itu cocok," jelas pria yang juga berprofesi sebagai apoteker itu. 

Getah pahit, kata Cahyadi, juga nyasar ke teman-temannya yang ikut 
mempromosikan buku. "Misalnya, Mbak Neno Warisman. Gara-gara Mbak Neno aktif 
mengirimkan SMS soal buku ini, beliau dikomplain, terutama oleh kader-kader 
wanita yang sudah mempunyai madu," ungkapnya. Neno Warisman adalah salah 
seorang aktris sekaligus penyanyi yang sekarang aktif di PKS. 

Apakah akan membuat buku baru lagi sebagai jawaban atas komplain? Cahyadi 
mengaku akan melakukan beberapa revisi. "Saya menghargai nasihat para asatidz 
(ulama) yang meminta redaksionalnya diperbaiki," katanya. 

Meski begitu, lelaki kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah, 11 Desember 1965, itu 
tetap menganggap bukunya tidak kontroversial. "Kalau saya menulis Sengsarakan 
Istri dengan Satu Istri, itu baru masalah. Kalau bahagia, kan semua ingin 
begitu," tegasnya. 

Namun, keyakinan Cahyadi tetap berbenturan dengan realita di lapangan. Di Jawa 
Timur, misalnya, Ketua Dewan Syariah DPW PKS Jatim Ustad Mudhofar mengaku 
mendapat keluhan terkait buku itu. " Ada seorang akhwat yang skripsinya 
mendukung poligami, bertahun-tahun kader wanita ini bicara dalam 
diskusi-diskusi agar poligami didukung, tapi begitu membaca Pak Cah, langsung 
berbalik 180 derajat," paparnya kepada Jawa Pos.

Kuatnya buku itu, kata Mudhofar, karena track record penulisnya. "Pak Cahyadi 
selama ini dikenal sebagai ulama yang ahli dalam keluarga. Wajar kalau ada yang 
jadi ragu karena tulisannya," tuturnya. 

Mudhofar menganggap dalil-dalil yang dipakai Cahyadi agak dipaksakan. 
"Misalnya, soal perbandingan umur Rasulullah saat sebelum poligami dan setelah 
poligami. Tidak ada ulama yang menggunakan patokan itu," jelasnya. Cahyadi 
menulis, Muhammad SAW menikah lagi setelah bermonogami selama 25 tahun bersama 
Khadijah. 

Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Rofi¢ Munawar menambahkan, dirinya membatalkan 
meneruskan membaca buku itu sampai tuntas. "Saya juga dapat hadiah dari beliau 
(penulis buku) saat rapat majelis syura. Tapi, begitu saya baca, tidak saya 
lanjutkan karena kok ada yang nggak sreg," akunya. 

Berbeda dengan kader-kader lelaki PKS, beberapa orang kader wanita yang 
dihubungi Jawa Pos justru sangat bersyukur atas terbitnya tulisan Cahyadi itu. 
"Suami saya menjadi ragu-ragu. Sebenarnya saya sudah akan mengizinkan, tapi 
setelah membaca, saya diskusi lagi, dan alhamdulillah batal (menikah lagi)," 
kata seorang kader yang meminta identitasnya disamarkan. 

Alumnus Universitas Airlangga Surabaya itu melanjutkan, di kalangan internal 
kader wanita, buku itu seakan menjadi buku wajib. "Dalam setiap pertemuan 
mingguan, ada diskusi untuk membahas buku itu bab demi bab," katanya. Kader PKS 
biasanya mengadakan taklim rutin sehari dalam setiap pekan. Tempatnya 
bergantian di rumah masing-masing kader atau tempat lain yang disepakati. 

Seorang akhwat lain menambahkan, dirinya menjadi lebih siap untuk menikah 
setelah membaca buku Cahyadi. "Tidak ada lagi rasa khawatir calon suami saya 
akan poligami. Nanti kalau dia memaksa, akan saya pertemukan langsung dengan 
Pak Cah," ujarnya. (*)


Satrio Arismunandar 
Producer - News Division, Trans TV, Floor 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4026,  Fax: 79184558, 79184627
 
http://satrioarismunandar6.blogspot.com
http://satrioarismunandar.multiply.com  
 
"If you know how to die, you know how to live..."


 



       
____________________________________________________________________________________
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story. Play 
Sims Stories at Yahoo! Games.
http://sims.yahoo.com/  

[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke