maha teu , maha kuasa, maha pengasih...
Makna hidup jadinya hanya sebatas pemahaman logic, kalau tidak logis tidak
usah dipercaya, idiot yg percayai yg tidak logis.. gitu kira-kira argumen dari
guru besar kibroto..
maha tahu... bisa jadi tahu segalanya, tahu nasib seseorang, tahu kematian
dan tahu akhir hidup dll...
mahakuasa berarti berkuasa menghendaki sesuatu.. menjadikan segala sesuatu,
merombak apapun sesuai kuasa...
kalau kibroto maha tahu, maka kibroto tidak bisa jadi maha kuasa... kalau
kibroto tahu kematian dirinya, dia tidak punya kuasa memperpanjang hidupnya...
dia mesti mati dalam sepengetahuannya.. dia tidak boleh merobah apa yg dia
ketahui... ini kesimpulan logis...
Tuhan tahu akhir dunia, tahu apa yg terjadi dgn umat, artinya tuhan yg
membiarkan segalanya terjadi sesuai dgn alur cerita, yg kalau berobah kisah,
maka tuhan mesti mencoba menafsirkan sesuai dgn kenyataan baru...
sepertinya emang masuk akal sekali.. tetapi terjadi paradoks dalam
paradoks...tuhan dikecilkan menjadi permainan logika plus dgn ilustrasi...kalau
tuhan bisa dikecilkan dalam permainan logika, yg terjadi bukan lagi tuhan agama
samawi tetapi hanyalah tuhan permainan yg dipermainkan sesuai dgn alur
logika... artinya tuhan dalam gambaran logika ala kibroto berbeda dgn Tuhan
para agamawan samawi...
kalau semua orang telah diketahui nasibnya oleh Tuhan, tentunya tidak perlu
ada peringatan bagi umat, cukup dgn sikap liberal, tuhan yg maha tahu
membiarkan manusia hidup sesuai dgn garis yg dilalui masing-masing... tetapi
kemahatahuan tuhan telah disalah tafsirkan menjadi tahu segalanya, tahu nasib
masing orang, tahu kisah masa depan, maka yg terjadi adalah tuhan telah
dikotakkan dalam sebuah argumen penuh bahwa tahu segalanya berarti juga tahu
masa depan masing orang...
maha tahu dalam pandangan atheis dan agnostik berbeda dgn maha tahu dalam
pandangan agamawan... maha tahu bagi orang beragama adalah Tuhan yg tahu bahwa
ada tahapan-tahapan dimasa depan yg akan dilalui umat dan Tuhan tahu pasti akan
hal itu, dan manusialah yg diberi pilihan memilih langkah apa... iman baik atau
perbuatan tanpa agama... maka sorga dijadikan janji, sementara neraka menjadi
ancaman para anti agama bagi rencana Tuhan kedepan...
Persepsi agnotik ttg maha tahu adalah persepsi penuh 100% tahu segalanya,
sementara persepsi Kemaha tahu-an Tuhan bagi agamawan adalah tahu
tahapan-tahapan yg dilalui umat dimasa depan untuk dilakukan pengadilan
terhadap pilihan yg diambil, baik atau tidak ...
Jadi kekeliruan yg terjadi adalah kekeliruan persepsi bukan lagi kekeliruan
logika...
hidup tidak bisa disederhanakan dgn permainan logika... Terlalu banyak hal yg
tidak bisa dicerna dgn logika...
Hidup adalah persepsi... demikian kata si saraf niesche... dan dgn
persepsinya yg lumayan dungu, maka terjadilah pilihan hidupnya yaitu mematikan
diri sendiri.. pilihan yg merupakan konsekwensi dari permainan logikanya yg
penuh paradoks ttg tuhan yg dimatikan supaya dosa umat bisa diampuni.. yg
artinya muncul paradoks ( Tuhan dihukum supaya manusia bebas dari hukuman tuhan
yg terhukum ditiang gantungan.. atau arti kata lain Tuhan mendapat hukuman
karena manusia melakukan dosa, dan supaya terbebas dari dosa, maka tuhan
digantung, dihukum, disiksa rame-rame dihadapan manusia pendosa)_ dan muncullah
persepsi fatal bagi dirinya sendiri... menghukum diri sendiri...
Sang
--- In [EMAIL PROTECTED], "kibroto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Paradox mahateu
Banyak yang ndak tahu bahwa tuhan yang mahatau dan mahakuasa adalah
suatu paradox. Pertama saya akan jelasken dulu bahwa untuk
membuktiken sesuatu tidak ada, kadang2 tidak perlu bukti2 fisik
tetapi cukup dengan logika saja.
Simaklah contoh berikut,
Ada desas desus bahwa Bung Karno meninggalken wasiat yang isinya
menganjurken pengagum BK hendaknya tidak nyoblos Golkar. Tanpa perlu
melihat dokumen wasiat itu, secara kronoLOGIKA kita tahu bahwa wasiat
itu ndak ado atau palsu. Maka, dengan logika thok kita mampu
membuktiken sesuatu itu ndak ado. Sekarang saya akan membuktiken
secara logika bahwa tuhan samawi itu ndak ado. Penjelasan ini hanya
bisa ditangkap oleh mereka2 yang cukup kecerdasannya karena agak
berbelit.
Maha teu adalah ia sudah tahu apa yang akan terjadi sejak big bang
sampai kiamat dan pasca kiamat didunia pasca dut. Konsekuensinya ia
tidak bisa merubah apa yang sudah, sedang dan akan terjadi. Jika ia
ndak bisa merubah maka ia bukan mahakuasa. Jika ia melakuken
intervensi, dengan mengirim nabi misalnya, ia menjadi tidak maha teu.
Dus, maha teu dan maha kuasa tidak bisa sekaligus. Jika dipaksaken
sekaligus maha kuasa dan maha teu, maka nasib kita pascadut sudah
ditentuken sejak big bang. Beragama menjadi ndak ada gunanya. Kalo
memang nasib kita buruk, mo merengek2 dan sujud2 sampai nungging2
sampai koprol tetep saja ndak berubah. Dan sebaliknya, yang hidupnya
membunuh dan mencuri sambil ngobok2 tuhan samawi, kalau nasibnya
sudah ditentuken baik, ia akan baik.
Maka ada 3 kemungkinan
a. Mahakuasa thok.
Jika tuhan mahakuasa thok tetapi tidak maha teu, maka ia tidak
memenuhi syarat maha kuasa sebab salah satu faktor kuasa adalah
pengeTAHUan.
b. Mahateu thok
Jika ia maha teu thok, ia ndak maha kuasa. Ia peramal summa cum
laude. Ia mungkin maha pengasih tetapi ndak berdaya berbuat apapun
untuk menolong. Satu2nya yang bisa ia lakuken <barangkali> adalah
memberiken pipinya biar ditempilingi sekalian.
c. Mahateu dan mahakuasa
Pertama, tidak ada gunanya beragama, beiman, dan segala macem ritual
konyol itu. Sebab nasib kita sudah ditentuken sejak big bang dan
tidak bisa dirubah.
Kedua, mahateu sekaligus mahakusa adalah hil yang mustahal.
Ketiga, mahakuasa tidak mahateu juga hil yang mustahal.
Kesimpulan : tuhan yang mahateu sekaligus mahakuasa NDAK ADO! Kita
tidak usah mencari bukti2 fisik seperti halnya dalam kisah wasiat BK
diatas untuk menyimpulken bahwa tuhan yang sekaligus mahakuasa dan
mahateu ndak ado.
Wahai para penyembah siluman,
Pahamilah bahwa siluman mahateu dan mahakuasa itu ndak ado. Jika
kalian memaksa nyembah2 makluk ini, tidak ada bedanya kalian
menyembah thothok kérot. Sama2 ndak ado. Samalah kalian kalian minta
dana dari orang yang bisa nyucup ubun2nya sendiri. Sampai kapanpun
kita ndak bakalan ketemu.
Ajaran yang mengataken tuhan memberi kebebasan memilih juga ajaran
yang mbèl gèdèz bènz. Jika ia maha teu ia sudah tahu apa yang akan
dipilih manungsia. Samalah kita memberi pilihan kepada orang
kelaparan : pilih makan nasi apa makan kawat, ... hehehehe . Tidak
perlu menjadi maha teu kita tahu orang itu akan pilih makan nasi!
Yang dinamaken memberi pilihan adalah kalau yang memberi pilihan
tidak tahu yang mana yang akan dipilih. Misalnya perampok : harta
atau nyawa? Siperampok ndak tahu korbannya milih mana. Kalau sudah
tahu apa yang akan dipilih, namanya tidak memberi kebebasan memilih.
Jika tidak ada kebebasan memilih, ngapain beragama? Toh nasib kita
sudah diketahui sang mahateu.
Juga ayat2 yang bilang bahwa nasib seseorang tidak akan berubah kalau
tidak berusahahaha adalah kalimat ndobosh. Jika karena kita berusaha
lantas nasib kita berubah, maka tuhan telah melakuken intervensi.
Jika ia melakuken intervensi, ia bukan mahateu. Jika ia ndak mahateu,
ia ndak mahakuasa karena yang namanya kekuasaan meliputi
pengeTAHUAan.
Tuhan yang ndak maha teu bisa saja ndak tahu bahwa ada makluk lain
yang lebih sakti dari dia yang bisa nyucup ubun2nya. Jika ia ndak
mahateu, berapa dollah tahun 2,500 ia ndak tahu. Jika ia ndak
mahateu, maka ia bisa saja ndak tahu bahwa apa yang ia janjiken
(sorga/neraka) ternyata ndak ado. Maka mau tidak mau, suka tidak
suka, tuhan haruslah mahateu. Jika tuhan mahateu maka ia ndak bisa
merubah apapun. Jika ia ndak bisa, ia bukan maha kuasa. Jika ia tidak
mahakuasa maka ada makluk lain yang lebih kuasa, yang bisa nyucup
ubun2nya.
Bingun, nak?
Kesimpulannya tegas, lugas, loud and clear
====================================
Tuhan yang mahateu dan mahakuasa itu mustahal ado
====================================
Tuhan mahateu dan mahakuasa adalah TAHAYUL. Sama ndak adonya dengan
orang yang bisa nyucup ubun2nya sendiri. Jika dengan dua sifat saja
yaitu mahateu dan mahakuasa sudah mustahal, apa lagi jika ditambah2i
dengan maha2 yang lain semisal maha baik, maha pengasih, dst dst.
Akirul kata
======================
Siluman samawi adalah HOAX
======================
---------------------------------
Got a little couch potato?
Check out fun summer activities for kids.
[Non-text portions of this message have been removed]