*http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=139682


PLN-Marubeni Teken PPA PLTU Cirebon

Penulis: Reva Sasistiya

JAKARTA--MIOL*: PT PLN (Persero) dan konsorsium Marubeni, pekan depan, akan
menandatangani kontrak jual-beli listrik swasta (power purchase
agreement/PPA) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Cirebon.

Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PLN Ali Herman Ibrahim mengatakan
penekenan PPA itu hanya tinggal menunggu rekomendasi internal.

"Kemungkinan pekan depan tandatangannya antara PLN dan konsorsium Marubeni,"
kata Ali di Jakarta, Minggu (5/8).

Penekenan PPA dengan konsorsium Marubeni, pengembang PLTU Cirebon, tadinya,
direncanakan berlangsung pada awal Juli 2007.

Berdasarkan keterangan Dirut PLN Eddie Widiono, terlambatnya penandatanganan
PPA ini dikarenakan urusan perijinan yang belum selesai.

"Kita sebenarnya sudah siap PPA, tapi kita masih harus nunggu perijinan dari
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)," kata Eddie.

Ketika ditanya kepada Ali mengenai alasan keterlambatan ini, ia memandang
permasalahan itu sebagai suatu hal yang biasa. "Telat dikit, tidak apa-apa
dong," selorohnya.

Harga yang disepakati antara PLN dan Marubeni sebesar US$ 4,36 sen per
kilowatt per jam (kWh) dengan harga batu bara US$ 30 per ton.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi J. Purwono
mengatakan, penandatangan kontrak PPA itubakan dilakukan bersamaan dengan
pencanangan pembangunan PLTU Pacitan di Jawa Timur.

Proyek PLTU Cirebon ini merupakan proyek listrik dengan skema pendanaan
swasta (Independent Power Producer/IPP), dan tidak masuk dalam program
percepatan pembangkit 10.000 MW. Negosiasi kontrak dilakukan antara PLN dan
Marubeni, tanpa jaminan pemerintah.

Konsorsium Marubeni (Jepang), Konepo (Korea), Samptan (Korea) dan Tripatra (
Indonesia) memenangkan tender pembangunan PLTU Cirebon dengan kapasitas 2 x
300 MW pada tahun lalu. Namun, penandatangan kontrak jual-beli sempat
tertunda karena Marubeni meminta jaminan yang sama dengan proyek 10.000 MW.
(Eva/OL-02).


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke