*Hampir 20 Juta Kehilangan Tempat Tinggal

**Oleh: Bernd Musch-Borowska dari Berlin*

Musim hujan penting bagi pertanian di Asia Selatan. Musim hujan monsun, yang
biasanya berlangsung dari Juni hingga September, juga bukan sesuatu yang
baru. Tetapi tahun ini curah hujan sangat besar.

Hampir 20 juta orang di Asia Selatan kehilangan tempat tinggal. Yang paling
menderita adalah bagian Utara India dan negara-negara tetangganya, yaitu
Bangladesh dan Nepal. Akibat curah hujan yang deras dan tak kunjung henti
selama berminggu-minggu, sungai-sungai meluap dan menggenangi sejumlah besar
wilayah di daerah tersebut.

Korban Banjir

Di tiga negara bagian India saja, yaitu Bihar, Uttar Pradesh dan Assam,
lebih dari 120 orang tewas. Sementara dari Bangladesh dilaporkan tewasnya 64
orang. Dengan demikian, sejak awal musim hujan monsun tahun ini sampai
sekarang, 1.000 tewas akibat banjir. Diduga jumlah itu masih akan bertambah.

Di India, tentara juga dikerahkan untuk membantu menyelamatkan warga di
daerah banjir. Jumat 3 Agustus, di daerah Uttar Pradesh saja lebih dari 500
desa dievakuasi. Di wilayah Assam ratusan ribu orang tinggal di tempat
penampungan sementara. Sejumlah organisasi bantuan internasional mengirimkan
bahan pangan, air minum dan bantuan lainnya ke daerah bencana, serta
menggerakkan ribuan pekerja sukarela. Tetapi penyaluran bantuan semakin
sulit. Sejumlah besar desa di daerah banjir sama sekali belum berhasil
dijangkau.

Bantuan Kurang

Bahan pangan masih kurang. Demikian halnya dengan air minum dan obat-obatan
serta tenda dan selimut. Di Assam serta Bangladesh dan Nepal bahkan terjadi
bentrokan antara polisi dan warga yang menjadi korban, karena warga
memperebutkan makanan dan air minum.

Sejumlah tim dokter sudah dikirimkan ke daerah bencana, dengan tujuan untuk
mencegah penyebaran penyakit menular, misalnya Kolera. Anak-anak di daerah
banjir terutama terancam penyakit flu dan diare. Menurut keterangan Badan
PBB untuk Anak-Anak, UNICEF di India Utara saja, sejuta anak terancam
penyakit.

Kerugian di Sektor Pertanian

Sekitar lima juta hektar tanah pertanian rusak karena dilanda banjir. Dan
menurut ramalan cuaca, dalam waktu dekat hujan belum akan berhenti dan
genangan air akan semakin tinggi.

Musim hujan monsun datang setiap tahun ke Asia Selatan, tetapi tahun ini
curah hujan jauh lebih besar dari biasanya. Dan umumnya hujan monsun masih
akan berlanjut hingga bulan September.

Hujan Monsun di Asia

Penyebab hujan monsun di Asia adalah angin kuat yang meniup udara yang
sangat lembab dari Samudra India ke Asia Selatan. Karena di bulan-bulan
musim panas suhu di wilayah daratan jauh lebih tinggi daripada di laut, maka
di daratan timbul daerah-daerah yang tekanan udaranya sangat rendah. Di
wilayah itulah hujan deras turun.

Musim hujan tiap tahun sangat penting bagi pertanian di seluruh Asia
Selatan. Tetapi perubahan jumlah curah hujan dan pergeseran awal dan akhir
musim hujan dapat mendatangkan bencana besar di daerah-daerah yang
penduduknya padat. Menurut keterangan pakar meteorologi, tahun ini curah
hujan di beberapa daerah jauh lebih besar dari biasanya. Sementara wilayah
lain kekeringan. (ml)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke