liebe Kollegen,
di bawah ini saya kirimsalin nararti dari sebuah
riung-wicara PPI, berisi proposal acara 'Konferensi
PPI dunia' yang akan berlangsung di Sydney 7 - 9
September 2007, yang dilampiri surat dari Atdikbud
KBRI di Australia.
---( ihsan hm )------------------------------------
Fwd: [Aktikbud] Agenda KIPI 2007 di Sydney
------------------------------------------
Bapak/Ibu Yth,
Menindak lanjuti apa yang telah kami sampaikan pada
saat Rakor di Denpasar beberapa waktu yang lalu
tentang Konferensi Internasional Pelajar Indonesia
2007 di Sydney, berikut disampaikan proposal kegiatan
dimaksud.
Mohon bantuan Bapak/ibu Atdikbud untuk dapat lebih
awal berkenan memberitahukan kepada PPIA dan tentu
saja dukungan untuk pengiriman wakil dari masing-
masing negara. Sudah pasti Bapak/Ibu Atdikbud juga
diundang untuk turut menghadiri acara tersebut.
Acara sengaja dikemas bersamaan dengan pertemuan
APEC di Sydney dengan harapan Bapak Presiden berkenan
membuka acara dimaksud.
Berita melalui kawat baru dikirim siang ini melalui
Deplu dengan cover letter dari Bapak Dubes RI LB-BP
Australia dan Vanuatu. Oleh karena itu mohon Bapak/Ibu
Atdikbud berkenan membantu pengaturan sambil menunggu
berita tersebut secara resmi dan melalui jalur Deplu
tiba di perwakilan.
Terima kasih atas bantuannya dan salam hangat
dari Canberra.
Dr. R. Agus Sartono,
-------------------------------------
MBA-Education and Culture Attache
Embassy of the Republic of Indonesia
8 Darwin Avenue, Yarralumla
Canberra, ACT 2600
Australia
Phone: +61 2 6250 8626
Fax: +61 2 6273 7348
============================================
Konferensi Internasional Pelajar Indonesia
--------------------------------------------
************* (KIPI - 2007) ****************
************* P r o p o s a l **************
============================================
Tanggal: 7 - 9 September 2007
Tempat : University of South Wales Australia
DASAR PEMIKIRAN
Saban tahun, silih berganti, ribuan pelajar
Indonesia datang dan menimba ilmu di negara-
negara maju baik di Barat maupun Timur. Hilir
mudik arus peningkatan intelektualisme ini
dimungkinkan secara kontinyu berkat berbagai
tawaran beasiswa dari institusi kampus atau
negara maupun karena kemampuan ekonomi sebagian
kalangan di Indonesia yang mampu membiayai
sendiri pendidikan keluarganya.
Hingga kini, jumlah alumni pendidikan luar
negeri semakin meningkat dan mereka merupakan
kelas menengah Indonesia yang mengisi lapisan
elit dan pengambil kebijakan di berbagai lembaga
pemerintahan.
Kiprah alumni pelajar dari negara asing -meski
belum ada data empiris sebaran dan `keberhasilannya'-
tak dapat dipungkiri telah berkontribusi dalam banyak
proses kemajuan dan perubahan sektor-sektor pembangunan
bangsa. Sumbangan kontributif pelajar yang sempat
terdidik di negeri asing sebenarnya sudah sejak lama
terekam dalam sejarah keindonesiaan.
Hanya saja, taburan alumni pendidikan asing tersebut
di Indonesia dalam banyak hal masih belum dilihat
dalam kerangka yang lebih strategis sebagai ujung
tombak dalam membangun daya saing bangsa Indonesia
pada tataran global.
Pendidikan, pengalaman, kreativitas, dan imajinasi
mereka yang selama belajar di luar negeri dapat saja
menjadi tumpul seketika kemampuan mereka gagal
termanfaatkan. Bukan cerita baru bahwa iklim di
dunia tenaga kerja Indonesia dikeluhkan tidak memberi
kesempatan pelibatan, pengembangan kapasitas diri,
serta insentif bagi para alumni perguruan tinggi
dari luar negeri yang setimbang dengan peluang-
peluang yang mungkin mereka dapatkan jika bekerja
di luar negeri.
Kasus-kasus ini menjadi dilema tersendiri bagi pelajar
yang masih studi di luar negeri, pulang ke tanah air
sendiri atau bekerja di luar negeri.
Ada semacam cara pandang yang melihat soal sumbangan
pelajar yang telah bersekolah di luar negeri adalah
dengan mengabdikan ilmunya setelah berada di
tanah air. Kemajuan, akan lebih cepat ketika dipacu
oleh datangnya tenaga yang handal dari luar negeri
(brain gain).
Sebaliknya, ada pula yang lebih pragmatis melihat
soal kontribusi untuk pembangunan bangsa tidak
mempersyaratkan domisili domestik. Justru bersebarnya
anak negeri di seluruh penjuru dunia menjadi modal
untuk merajut kemampuan bangsa Indonesia bersaing
sejajar dengan bangsa lain.
Di abad kesejagatan sekarang, pembangunan kemampuan
dan daya saing bangsa merupakan suatu keniscayaan.
Pendidikan sebagai basis pembangunan daya saing
bangsa juga merupakan isu sentral dalam pemberdayaan
peran alumni perguruan tinggi dari luar negeri.
Perbaikan sistem pendidikan ditengarai menjadi salah
satu kunci kesuksesan pelibatan dan pengembangan
kapasitas anak-anak bangsa tersebut.
Atas dasar pemikiran di atas, Perhimpunan Pelajar
Indonesia Australia (PPIA) akan menggelar pertemuan
internasional yang melibatkan jaringan-jaringan
organisasi pelajar Indonesia di seluruh dunia untuk
duduk bersama-sama membahas pelibatan dan keterlibatan
mereka dalam proses pembangunan bangsa.
BENTUK DAN TEMA
Kegiatan ini akan berbentuk konferensi yang akan
mengeksplorasi berbagai gagasan dengan tema utama:
==> "MEMBANGUN DAYA SAING BANGSA: PULANG
==> ATAU MENGABDI DARI JAUH"
{
==> Building National Competitiveness: Going Home
==> or Staying Abroad"
}
SIGNIFIKANSI
1. Acara ini akan dihadiri oleh utusan-utusan
organisasi pelajar Indonesia di luar negeri yang
diharapkan membawa pokok-pokok pikiran yang
relevan dengan tema acara. Karenanya forum ini
akan menjadi forum pertemuan yang sangat penting
dan representative sebagai ajang tukar serta
bursa gagasan seputar tema-tema yang diangkat
dalam kegiatan tersebut nantinya;
2. Pelaksanaan kegiatan yang melibatkan ke-ikutsertaan
pelajar Indonesia di luar negeri secara global amat
jarang dilakukan mengingat keterbatasan waktu dan
jauhnya jarak negara-negara tempat belajar. Kegiatan
langka ini diharapkan juga nantinya akan sangat membantu
intensifikasi komunikasi, persaudaraan, tukar gagasan
dan pengalaman antarpelajar Indonesia di dunia;
3. Tema kegiatan yang diangkat akan sangat menyentuh
problem baik struktural, kultural, ekonomi, social
budaya serta tema lainnya yang bila dapat diuraikan
dan ditemukan solusinya akan sangat membantu pemerintah
Indonesia untuk menjembatani generasi muda terdidik
untuk dapat berkontribusi dan terlibat baik secara
langsung maupun tidak langsung dalam mengartikulasikan
kapabilitas, loyalitas serta kreatifitas yang mereka
miliki dalam proses demokrasi dan pembangunan Indonesia
secara komprehensif ke depan.
TUJUAN
1. Menggalang dan memupuk rasa persaudaraan dan
kebangsaan bagi seluruh pelajar Indonesia sebagai duta
pendidikan dan duta budaya yang berada di luar negeri,
demi terbentuknya jejaring komunikasi pelajar Indonesia;
2. Menggugah dan mengajak partisipasi pelajar Indonesia
di luar negeri untuk memikirkan problematika kebangsaan,
baik secara langsung maupun tidak bersinggungan dengan
masalah tersebut;
3. Mengidentifikasi problematika dan kesenjangan
pendidikan di Indonesia dan di luar negeri menuju
pendidikan nasional yang adil dan merata di seluruh
wilayah Indonesia (education for all) serta perbaikan
kualitas pendidikan sebagai basis pembangunan daya
saing bangsa di kancah internasional.
4. Mengidentifikasi dan memformulasikan solusi terhadap
kendala apresiasi dan keterlibatan pelajar dan alumni
luar negeri dalam proses reformasi dan pembangunan ekonomi
Indonesia.
TARGET
1. Peserta Kegiatan ini diharapkan dapat dihadiri oleh:
a. utusan seluruh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI)
atau organisasi kemahasiswaan Indonesia lainnya yang
berada di luar negeri;
b. para pengambil kebijakan pemerintahan;
c. narasumber yang berkompeten;
d. media cetak maupun elektronik lokal maupun internasional.
e. lain-lain kelompok/instistusi warga negara indonesia
maupun non-indonesia yang berada diluar negeri.
2. Kegiatan Kegiatan ini ditargetkan akan menghasilkan:
a. butir-butir pemikiran yang dapat dijadikan rekomendasi
dan bahan pengambilan kebijakan pemerintah Indonesia
terkait dengan kontribusi pelajar dan mahasiswa Indonesia
di luar negeri terhadap kondisi mutakhir dan permasalahan
yang sedang dialami negara.
b. Kumpulan tulisan pelajar Indonesia di luar negeri
seputar tema-tema yang diangkat dalam kegiatan ini yang
dapat dibukukan.
OUTPUT
Output kegiatan ini adalah:
1. Rekomendasi; dan
2. Buku kumpulan tulisan.
3. Film dokumentasi kegiatan
OUTCOME
Kegiatan ini diharapkan menghasilkan outcome sebagai
berikut:
1. Peserta yang memahami dan mengerti problematika
pelajar luar negeri Indonesia dalam konteks kepulangan,
pengabdian, kondisi objektif peran serta dan keterlibatan
pelajar dan alumni luar negeri dalam proses reformasi
dan perubahan di Indonesia;
2. Rekomendasi dalam mengakomodir permasalahan apresiasi
pelajar dalam dan luar negeri, termasuk penyesuaian dan
pengakuan akademik, serta kesetaraan dan keseimbangan
penghargaan putra-putri bangsa di ruang lingkup lapangan
pekerjaan di Indonesia.
3. Rekomendasi kebijakan yang sekiranya dapat mengakomodir
pemikiran-pemikiran pelajar luar negeri Indonesia khususnya
yang terkait dengan tema-tema yang didiskusikan di dalam
kegiatan tersebut, serta pencanangan pembentukan jejaring
pelajar Indonesia se-Dunia dan inisiasi jejaring kompetensi
bangsa.
TEMA PANEL DISKUSI
Dalam kegiatan ini akan dibahas beberapa topik yang
relevan dengan tema di atas. Diskusi per topik akan
menghadirkan narasumber yang kompeten dan juga
mempresentasikan makalah-makalah yang dibuat oleh
peserta yang telah dijaring oleh tim panitia lewat
mekanisme undangan terbuka (call for paper) dengan
mengharapkan partisipasi keterlibatan gagasan dan
ide tertulis peserta yang nantinya akan dibukukan.
Topik utama yang akan dibahas antara lain:
1. Optimalisasi peran kaum muda Indonesia sebagai
pembangun daya saing bangsa
(a) Geneologi pelajar Indonesia di luar negeri dan
jejak historisnya
(b) Potensi kekinian peran pelajar dan alumni bagi
pembangunan daya saing bangsa
2. Pendidikan sebagai basis pengembangan daya saing
bangsa
(a) Pendidikan dalam dan luar negeri: masalah, keuntungan,
kerugian, relasi, dan kebijakannya menuju perbaikan
kualitas pendidikan nasional
(b) Education for all sebagai upaya peningkatan daya
saing bangsa.
(c) Pemberian beasiswa dan agenda perubahan maupun
perbaikan dunia pendidikan Indonesia
3. Membangun daya saing sumberdaya manusia Indonesia
(a) Antara kemakmuran dan nasionalisme: problem kerja
di luar negeri atau dalam negeri
(b) Kesenjangan kesetaraan pengakuan dan penghargaan
terhadap lulusan luar negeri dengan expatriat dalam
ruang lingkup dunia pekerjaan nasional.
(c) Berkiprah di dalam negeri: infrastruktur, regulasi,
rekruitmen
4. Menggagas jejaring kompetensi bangsa
(a) Berkiprah di luar negeri: potensi, peran dan langkah
implementasinya
(b) Inisiasi jejaring pelajar Indonesia sedunia dan basis
data jejaring kompetensi bangsa
Tema-tema tersebut juga melibatkan studi kasus model
pengembangan sumber daya manusia di China, India,
Malaysia, dan negara-negara lainnya.
WAKTU DAN TEMPAT
Kegiatan ini rencananya akan diselenggarakan pada
tanggal 7-9 September 2007, bertempat di University
of New South Wales, Sydney, Australia.
PENYELENGGARA
Kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi
seluruh pengurus Pengurus PPIA di tiap Cabang (State)
dan Ranting (Universitas) yang ada di seluruh Australia
dan dikoordinir oleh Pengurus Pusat Perhimpunan
Pelajar Indonesia-Australia periode 2006-2008.
PESERTA
Kegiatan ini diharapkan akan diikuti oleh 350 peserta
yang terdiri atas 250 utusan pelajar dari tiap universitas
dan state se-Australia, dan sekitar 100 orang delegasi PPI
(perhimpunan Pelajar Indonesia) dari negara-negara sebagai
berikut:
(1) Indonesia (2) Australia (3) Amerika Serikat (4) Mesir
(5) Inggris (6) Kanada (7) Belanda (8) Jerman (9) Jepang
(10) Italia (11) Jordania (12) Korea (13) Malaysia
(14) Singapura (15) New Zealand (16) Saudi Arabia
(17) Perancis (18) India (19) Negara-negara lainnya
NARASUMBER
Kegiatan ini akan menghadirkan narasumber yang
berkompenten dan representatif, antara lain:
1. Susilo Bambang Yudoyono (Presiden RI)
2. Bambang Sudibyo (Menteri Pendidikan Nasional RI)
3. Adhyaksa Dault (Menteri Negara Pemuda dan Olahraga RI)
4. Jero Wacik (Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata RI)
5. Drajad Wibowo
6. Yudi Latief
7. Helmi Panigoro
8. Sandiaga S Uno
9. Anies Baswedan
10. Indonesianis terkemuka Australia
11. Pakar dan ahli dari Indonesia
12. Pelajar yang tulisannya diterima steering committee
JADwAL KEGIATAN
Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari dengan
jadwal kegiatan terlampir.
ANGGARAN dan sumber dana
A. Kegiatan ini diestimasikan membutuhkan biaya sebesar
A$ 85,110 (Delapan Puluh Lima Ribu Seratus Sepuluh Dollar)
atau sekitar Rp. 595.770.000 (Lima Ratus Sembilan Puluh
Lima Juta Tujuh Ratus Tujuh Puluh Ribu Rupiah)
dengan asumsi kurs 1 AUD setara dengan Rp. 7.000/AU$
dengan rincian terlampir.
B. Sumber dana akan diusahakan secara swadaya oleh pihak
panitia yang dalam hal ini adalah PPI-Australia melalui
kegiatan Fund Rising, merchandising dan kegiatan penggalangan
dana baik dari pihak sponsor di Australia, di Indonesia,
serta dunia lainnya.
KEPANITIAAN
Penyelenggaran kegiatan ini dikoordinir oleh kepanitiaan
terlampir.
PENUTUP
Demikian proposal ini kami dibuat. Semoga segala arah,
langkah dan cita-cita kita bersama menuju indonesia
bersatu dan maju selalu mendapatkan petunjuk dan Rahmat
dari Tuhan Yang maha Esa. Atas perhatian dan bantuannya
kami ucapkan terima kasih.
Canberra, 21 Maret 2007
Ketua
Panitia Pertemuan PPI Dunia