*http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=7933



PENANGANAN BENCANA JADI FOKUS LATIHAN BERSAMA TNI AL DAN AL AS*

Jakarta, Penanganan bencana menjadi salah satu fokus dalam kerja sama
latihan antara TNI AL dan Angkatan Laut AS yang berlangsung mulai tanggal
6-9 Agustus.

Dalam upacara pembukaan latihan bersama Naval Engagement Activities (NEA)
yang berlangsung di *Komando Armada RI Kawasan Barat* (Koarmabar) di Jl.
Gunung Sahari, Jakarta, Senin, *Pangarmabar Laksamana Muda TNI Agus
Suhartono, SE* menjelaskan bahwa latihan gabungan tersebut akan membahas
mengenai operasi militer selain perang.

"(Yang akan dibahas) penanggulangan bencana alam, `boarding party`,
masalah-masalah seperti itu. Dia (AL AS) juga akan memperagakan sistem
komunikasi yang dipergunakan kapal-kapal di Amerika, struktur komunikasinya
akan ditunjukkan, jadi kita bisa belajar," papar Agus.

Kegiatan tersebut akan melibatkan sekitar 700 personel dari TNI AL dan AL
AS, dimana Senin pagi dua kapal perang AS yakni USS Harpers Ferry/HFY
(LSD-49) dan FFG-54 USS Ford telah merapat di pelabuhan Tanjung Priok,
Jakarta.

Latihan tersebut, kata Agus, berbeda dari latihan bersama Cooperation Afloat
Reidiness And Training (CARAT) yang juga berlangsung dengan AL AS setiap dua
tahun sekali.

"Setiap dua tahun sekali, kita dengan Amerika ada latihan CARAT, itu latihan
bersama untuk menjaga kesiapan kita dalam menghadapi persepsi tempur. Nah,
di antara dua tahunan ini, kita perlu satu diskusi yang diletakkan di antara
kegiatan itu. Oleh karena itu tiap tahunnya kita adakan naval engagement
activities (NEA), yang sifatnya operasi militer selain perang," ujarnya.

Kegiatan tersebut akan diisi dengan simposium dan pelatihan antara lain
Simposium Bantuan Kemanusiaan, Simposium Bantuan Pemulihan Bencana Alam,
Hukum Laut, Hukum dalam Konflik Bersenjata, Operasi Gangguan di Laut,
Perompakan, Aturan Pelibatan, Taktik Perawatan Korban Perang, Operasi
Taktis, Operasi Sungai dan Pelatihan Senjata Ringan dan Cara naik Kapal
dalam Melaksanakan Pemeriksaan dan Penggeledahan Kapal.

Pentingnya kerja sama latihan tersebut dijelaskan oleh salah satu pimpinan
pasukan AL AS *Rear Adm. William R. Burke* sebagai upaya saling mengenal
antarkedua negara.

"Sangat penting karena tidak ada negara yang dapat menyelesaikan masalahnya
sendiri, butuh kerja sama. Kerja sama ini akan berfungsi sebagai transfer
pengetahuan dan pengertian antara kedua negara," kata Burke.

Ia menggambarkan kerja sama tersebut sebagai jembatan untuk saling mengenal
dan meminta bantuan jika ada masalah.

"Itulah hasil menggembirakan dari kerja sama seperti ini, jika ada masalah
kami sudah saling mengenal, lebih gampang untuk meminta bantuan," katanya.

Penutupan pelatihan akan digelar tanggal 9 Agustus di atas kapal USS Harpers
Ferry/HFY (LSD-49).


Sumber : Antara


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke