Dear Friends, Berikut sharings dari dua orang berikut komentar saya di bawahnya. Topik: KESADARAN PLANET, dan pertanyaan tentang MANA YANG DULUAN ? Semoga bermanfaat bagi rekan2 lainnya (Leo).
+++++++++++++ EMAIL DARI MAS P: KESADARAN PLANET Halo Mas Leo, apa kabar? Setelah tuning mata ketiga itu, aku dapat banyak gambaran lho. Dari sisi naluri yang hanya aktif karena ada data, bisa dilihat bahwa penulis skenario perang selama ini ternyata mereka aktif di sisi naluri ya. Setelah diberi data ada krisis energi, lalu dibuat skenario yang mulanya untuk meningkatkan kesadaran planet. Tapi ternyata cuma menonjolkan ego. Segala data hasil tambang di seluruh dunia kan sudah ada, tinggal dibuat bagaimana cara agar bisa menguasai hasil tambang tersebut. Negara2 yang sudah bisa dikuasai dengan cara halus, dan uangnya dikumpulkan di Amerika, Inggris, Australia dibiarkan saja. Tapi yang tak bisa dikuasai secara halus, akan dikuasai dengan kekerasan. Motif bisa dicari: menuduh sarang teroris, poros setan, tidak melaksanakan demokrasi, tidak mengikuti Yesus, dll. Yang semuanya itu hanya mainan saja. Begitu dijatuhkan pemimpinnya, karena infrastruktur dunia sudah dikuasai (perbankan, lembaga birokrasi (PBB, dll), telekomunikasi, informasi, dll), maka dengan segera mengubah system Negara yang baru dijatuhkan tersebut agar searah dengan pemegang kendali system (Amerika Serikat dan sekutunya). Mata uang yang lama diganti dengan buatan Amerika dan sekutu nya. Misalkan Irak, yang harta kekayaan tambangnya sudah diambil alih Amerika Serikat (yang sebenarnya dikendalikan oleh oknum2 yang kurang tercerahkan) lalu dibuatkan mata uang yang terdaftar maupun yang tak terdaftar di bank yang nilainya setara dengan hasil tambang Negara itu (di Irak bisa 30 triliun dolar Amerika). Lalu mata uang itu dijual ke seluruh dunia, sehingga semua orang yang invest beli mata uang tersebut akan berharap konflik akan selesai dengan negara yang baru dijatuhkan pemimpinnya itu di bawah kendali Amerika Serikat. Kalau dilihat kekayaan di Irak itu bisa mencapai 30 triliun dolar, di Iran sekitar 20 triliun dolar, di Arab Saudi sekitar 50 triliun dolar, di Indonesia sekitar 5 triliun dolar. Belum yang di Korea Utara, Soviet dll. Amerika waktu mengebom Irak hanya menghabiskan dana sekitar 5 milyar dolar. Tetapi sekarang anggaran militer Amerika Serikat sekitar 460 milyar dolar. Itu bisa untuk menghancurkan banyak negara. Kesadaran planet yang ingin ditingkatkan (karena petunjuk intuisi) akhirnya dikalahkan oleh kepentingan naluri. Tetapi memang protokol gaya lama seperti ini ya ? Sebenarnya dilihat bahwa ternyata penduduk Indonesia itu kesadarannya mulai meningkat. Mereka sudah banyak yang tahu bahwa Yesus itu berada diri mereka. Sifat ketuhanan ada dalam diri mereka. Semua orang suci itu hanya perwujudan Sabda Tuhan, agar manusia mengerti bahasa Tuhan. Memang Indonesia cocok untuk menjadi tempat berkembangnya kesadaran spiritual. Mari kita tingkatkan kesadaran planet ini. Isu tingkat rendah yang mengandalkan naluri lebih baik disingkirkan, kita tingkatkan kesadaran yang universal menuju ke Tuhan. Salam, P +++++++++++++ KOMENTAR SAYA: Dear Mas P, Thanks for your sharing. I included your insights in its entirety for, I believe, many will benefit from it also. Ya, kesadaran planet... But, isn't it our own AWARENESS??? Kesadaran Planet adalah KESADARAN DIRI. Dan kesadaran diri itu apakah bukan Kesadaran Diri di Kita SENDIRI. Kesadaran yang ada di tiap diri kita sendiri. Each and every one of us??? Hmmmm....... All the Best, Leo +++++++++++++ EMAIL DARI MAS Y: MANA YANG DULUAN ? Mas Leo, MK3 = kelenjar pineal = kumpulan sel2 = kumpulan DNA (kumpulan trilyunan perintah yg berkerja dalam hitungan detik). MK3 = DNA = INTUISIi, akan bekerja secara otomatis karena sebelumnya sdh diprogram. DNA berkerja secara illahi tidak bisa dirubah fungsinya hanya bisa "on" atau "off" contoh: DNA untuk rambut tidak akan tumbuh di atas kuku atau bola mata. DNA pembentukan bola mata tidak akan berkerja di tangan atau di kaki dsb.. sekalian mau tanya sbb: 1. bayi yg baru lahir menangis, ini naluri atau intuisi ? 2. menurut anda NALURI itu digerakan oleh INTUISI atau sebaliknya ? +++++++++++++ KOMENTAR SAYA: Dear Mas Y, Thanks for your sharing. Menurut aku, jawabannya sbb: 1. Bayi yang baru lahir dan menangis, itu NALURI. 2. Naluri itu DIGERAKKAN oleh ENERGI yang berasal dari MATA KETIGA, sebenarnya. Always ada "titik" di Dimensi Intuisi manusia yang bisa "membocorkan" Energi yang berasal dari Dimensi Nir Ruang dan Waktu. Mata Ketiga itu sebenarnya berada di Dimensi Nir Ruang dan Waktu, dan itu ada Energinya, ... menurut aku, itu adalah energi yang menghidupi ALAM SEMESTA FISIK yang kita tempati sekarang ini, termasuk yang menghidupi manusia2 fisik yang, memang, pada awal mulanya hanya hidup dari Naluri semata. Naluri itu ada di semua hewan, dan manusia itu juga termasuk hewan. Dari jenis mamalia,... you all know that of course. Tetapi, yang memiliki CONNECTION dengan Dimensi Nir Ruang dan Waktu (Dimensi Mata Ketiga, Dimensi Intuisi, Dimensi Batin, etc... istilahnya bisa macam2 tetapi pengertiannya sama saja) itu cuma species HOMO SAPIENS, yaitu kita ini. Manusia2 hidup. Kita kan HOMO RELIGIOSUS, hewan2 yang bisa beragama dan beribadah,... hewan2 lain mana bisa? Nah, the urge atau dorongan untuk beribadah dan menyembah sesuatu yang lebih besar daripada dirinya itu berasal dari mana kalau bukan dari INTUISI. Bahkan, di manusia yang paling NALURIAH sekalipun, dorongan untuk menyembah yang ILLAHIAH itu selalu ada. Jadi, intuisinya itu tetap ada, biarpun orangnya masih naluriah sekali (masih mengayau, masih kanibal, etc,... misalnya). Thus, to conclude it, YES, I believe bahwa INTUISI lah yang menghidupi NALURI. Naluri itu tergantung dari Dimensi Intuitif untuk memberikan kehidupan, the "life". Tetapi, naluri yang masih terbutakan memang selalu meronta-ronta dan menganggap dirinya itu PENCURI ULUNG. Asal wis bisa nyolong energi dari INTUISI, dia akan lari2 dan menyombongkan diri sampai energinya habis. Setelah energinya habis, si mas/mbak NALURIAH itu akan datang kembali ke INTUISI dan merengek-rengek untuk diberikan lagi "energi kehidupan". Begitu seterusnya, en so on, en so forth. Itulah kisahnya, menurut aku, sehingga ada bermacam RITUAL. Ritual itu kan upaya manusia naluriah untuk nyolong energi dari Dimensi Nir Ruang dan Waktu, ... setelah ritual itu, setelah energinya didapat, itu akan dipakai untuk petantang-petenteng, saling injak-menginjak,... sampai energinya habis en taon depan mengulangi RITUAL itu lagi. Cappe dehh!! All the Best, Leo +++++++++++++ [Leo adalah seorang praktisi PSIKOLOGI TRANSPERSONAL dan bisa dihubungi di nomor HP: 0818-183-615. E-mail: <leonardo_rimba@ yahoo.com>. Untuk bergabung dengan MILIS SPIRITUAL-INDONESIA, please click this link: <http://groups.yahoo.com/group/Spiritual-Indonesia/join>]. Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com

