FYi... Semoga bukan cuma kasus Raisya saja yg menjadi perhatian pembuat keputusan di negeri ini, karena side effectnya kalau dibiarkan ini kan sangat luar biasa sekali.
salam prihatin, bapakeghozan ----- Original Message ----- From: "Aisha Diva" <[EMAIL PROTECTED]> To: "sehat milis" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, August 24, 2007 12:52 PM Subject: [sehat] OOT : Perampok sadis...RSCM lebih sadis lagi (true story) > Dear Dokter dan SPs, > > Saat ini saya mau berbagi kisah yg dua hari lalu dialami keluarga saya. Tapi sesuai dgn milis ini, maka saya hanya akan menekankan pada pelayanan RSCM yang sangat mengecewakan pada konsumennya. > > Rabu (23/Aug) dinihari rumah orangtua saya, di JakPus, kerampokan dgn tindakan kekerasan, yang berkibat luka leher akibat gorokan golok perampok yg menimpa kakak perempuan saya yang sedang tidur sendiri dikamarnya, dilantai dua. > Kami enam bersaudara, saya dan kakak-kakak yg sudah menikah, kecuali satu yang belum, yaitu kakak yang menjadi korban tsb. > Anak-2 orang tua saya yang telah menikah sdh tidak tinggal serumah dgn orang tua. Jadi hanya tinggal kakak perempuan yang belum menikah tsb yang tinggal dgn kedua orang tua saya yang sudah berumur hampir 70 thn. > > Berita dpt dilihat pada situs berikut, dan juga pada harian Warta Kota, dan Kompas edisi 23/Aug. > http://www.kompas.co.id/ver1/Metropolitan/0708/22/203805.htm > > Setelah peristiwa perampokan, kakak saya dilarikan ke RS terdekat, yaitu RS M.Thamrin, di Salemba Raya, tapi karena modusnya adalah kriminal dan luka yg dialami kakak saya cukup parah, maka pikah UGD RS Thamrin menolak, dan memberi rujukan ke RSCM. > > Setibanya di RSCM sekitar pukul 3.15 dinihari, kakak saya baru mendapat pelayanan sekitar pukul 4.45, dimana kakak saya sdh lemah kehilangan banyak darah akibat luka gorokan pada leher tsb. > > Mengapa pihak RSCM hanya mementingkan biaya, yang notabene saat itu Ibu saya (sbg pengantar) hanya membawa uang tunai 200 ribu, sementara biaya jahitan dan obat sekitar 700rb-an, Ibu saya sdh memohon pada RSCM bahwa kami bukan GAKIN, maka kami tdk bisa menunjukkan kartu GAKIN, ibu saya bilang, bahwa ini emergensi, dan saking paniknya ibu tdk membawa uang banyak. Bahkan ibu saya memberikan nomor-2 telepon anak-2nya dan saudara-2 kami jika memang bisa membantu pihak RSCM utk memberikan pelayanan secepatnya. > > Ibu saya bilang, berapapun biayanya nanti pasti akan dibayar, kami memang tidak punya kartu GAKIN, tapi kami punya uang tunai, beberapa kartu ATM, kartu kredit, dan kartu asuransi, yang semuanya tidak terbawa saat itu. Mana mungkin orang sedang panik, sempat memikirkan membawa semua fasilitas yg dibutuhkan oleh RS. > > Sebenarnya saat itu ibu saya ingin memutuskan pindah RS saja (RS langganan kami RS Mitra), tapi karena unsur jauh dan polisi bilang harus visum di RSCM, maka mau tak mau kami harus menurut. > > Setelah mendapat tindakan, langsung kakak saya dipindahkan ke RS Mitra, dan sampai hari ini sedang dalam perawatan dr. bedah dan psikiater. > > Semoga info ini berguna, disini saya hanya bisa membayangkan, bagaimana nasib para orang miskin yg notabene memang memerlukan pelayanan dari RS seperti RSCM tsb. > Lah wong, pasien datang dgn luka gorok saja masih ditanyakan punya kartu GAKIN atau tidak, atau harus membawa uang seperti yg diminta. > > Oalah....ngger....ngger.... > > Salam sehat, > Ratih Bundanya Aisha > >

