mencermati perkembangan terakhir kasus penculikan raisyah, yang kebetulan anak 
pengusaha gede, dimana SBY sampai ikut berkomentar bahkan mengultimatum 
penculiknya, sungguh paradoks dan ironis, jika kita menyimak berita langkanya 
minyak tanah, dan gambar-gambar ditelevisi menunjukan antrian panjang rakyat 
indonesia berbaju lusuh dengan mayoritas ibu kalangan bawah.
SBY sama sekali tidak berkomentar, mengapa minyak tanah tiba-tiba langka, 
padahal itu menyangkut hajat hidup orang banyak, sering saya merasa bahkan 
sebagian rakyat di kalangan bawah " masih adakah pemerintah ? yang mempedulikan 
rakyat kebanyakan ???, atau pemerintah ada hanya untuk elite saja,
sama kasusnya ketika susu dan minyak goreng tiba-tiba langka, SBY diam membisu,.
Jika SBY dan lingkungan sekitarnya sedikit peka terhadap kesulitan masyarakat 
luas, seharusnya SBY menggelar konferensi pers menjelaskan kenapa tiba-tiba 
sembako menjadi langka ...apakah ada permainan spekulan ? atau memang 
pemerintah tidak mampu menjadi penjaga gawang terakhir pengadaan dan distribusi 
sembako yang vital bagi bangsa ini.
maka komentar SBY soal penculikan sesungguhnya mendowngrade kan dirinya sebagai 
presiden.
Quo Vadis.........


       
---------------------------------
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! 
FareChase.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke