Tapi kan yang penting hasilnya bos.. ada yang gagah berani bicara kalau hasilnya 'nguntungin'.. kalo malah nyusahin, mending orang lain aja yang ngomong.. atau pura" sakit gigi.. diem semua..
Bukannya hasil mengalahkan cara.. :-p CMIIW.. Wassalam, Irwan.K On 8/24/07, Iwan Wibawa <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > mencermati perkembangan terakhir kasus penculikan raisyah, yang > kebetulan anak pengusaha gede, dimana SBY sampai ikut berkomentar bahkan > mengultimatum penculiknya, sungguh paradoks dan ironis, jika kita menyimak > berita langkanya minyak tanah, dan gambar-gambar ditelevisi menunjukan > antrian panjang rakyat indonesia berbaju lusuh dengan mayoritas ibu kalangan > bawah. > SBY sama sekali tidak berkomentar, mengapa minyak tanah tiba-tiba langka, > padahal itu menyangkut hajat hidup orang banyak, sering saya merasa bahkan > sebagian rakyat di kalangan bawah " masih adakah pemerintah ? yang > mempedulikan rakyat kebanyakan ???, atau pemerintah ada hanya untuk elite > saja, > sama kasusnya ketika susu dan minyak goreng tiba-tiba langka, SBY diam > membisu,. > Jika SBY dan lingkungan sekitarnya sedikit peka terhadap kesulitan > masyarakat luas, seharusnya SBY menggelar konferensi pers menjelaskan kenapa > tiba-tiba sembako menjadi langka ...apakah ada permainan spekulan ? atau > memang pemerintah tidak mampu menjadi penjaga gawang terakhir pengadaan dan > distribusi sembako yang vital bagi bangsa ini. > maka komentar SBY soal penculikan sesungguhnya mendowngrade kan dirinya > sebagai presiden. > Quo Vadis......... > [Non-text portions of this message have been removed]

