Memang bukan ancaman kalau dilakukan dengan cara benar seperti yang
dilakukan oleh para kalifah generasi pertama, dengan cara pemilihan, yang
mana ini berarti DEMOKRASI!
Tetapi kalau yang diikuti adalah kalifah model MUAWIYAH hingga OTTOMAN TURKI
itu sama saja dengan membuang ajaran agama Islam itu sendiri ke tempat
sampah!
Mau bukti?
Muhammad bukanlah keturunan raja, dan dia bukan raja. Dan tidak ada hak
istimewa bagi keluarganya yang langsung bisa otomatis menjadi kalifah!
Bagaimana dengan sistem kesultanan Turki? Disana ada hak istimewa sultan dan
keluarganya, dimana anak sultan ya langsung menjadi sultan!
Hayo, gimana?
Ada yang berani debat dengan den  baguse ngarso ini?
Pasti gak berani...
ditungguin nih...
Cheers,
DG


On 8/13/07, Sang Matahari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   http://www.kompas.co.id
>
> Konferensi Internasional
> Khilafah Bukan Ancaman Jakarta, Kompas - Juru Bicara Hizbuth Tahrir
> Indonesia Ismail Yusanto pada pembukaan Konferensi Khilafah Internasional di
> Jakarta, Minggu (12/8), menegaskan, salah besar kalau khilafah dianggap
> sebagai ancaman bagi bangsa ini. "Justru khilafah akan menyelamatkan bangsa
> dan umat Islam Indonesia," ujarnya. Selain dihadiri tokoh Islam
> internasional, seperti Hassan Ko Nakata (Jepang), konferensi juga dihadiri
> tokoh Islam nasional seperti Din Syamsuddin (Muhammadiyah), KH Abdullah
> Gymnastiar atau AA Gym, KH Amrullah Umar (Majelis Ulama Indonesia Pusat),
> dan Fuad Bawazir. AA Gym juga mengatakan, Islam diciptakan dengan sifat
> adil, kasih sayang, dan kecintaan pada keindahan. "Kenapa ada yang begitu
> membenci Islam, bahkan umat Islam sendiri ada yang tidak tertarik kepada
> Islam. Akan sangat mudah jika menjawabnya dengan mencaci, atau menunjuk
> kesalahan orang. Tetapi, beranikah kita melihat kelemahan kita sendiri,"
> ujarnya. Menurut AA Gym, jawabannya
> karena Islam masih membutuhkan pribadi yang dapat menjadi bukti keindahan
> dan kedamaian ajaran Islam. "Saya mengajak untuk memperbaiki pribadi Islam
> kita. Hanya Allah yang mahatahu apa yang ada dalam lipatan hati kita, untuk
> siapa setiap langkah yang kita buat ini," ujarnya. Sementara itu Din
> mengingatkan, umat Islam masih menghadapi banyak ancaman dan tantangan dalam
> berbagai bidang kehidupan. Namun, jangan bersedih atau hilang kepercayaan
> diri karena ada iman dalam diri umat Islam. Itu sebabnya, umat Islam harus
> tetap bersatu meski ada perbedaan pendapat. "Umat Islam dunia dan Indonesia
> jangan terjebak pada permusuhan hanya karena perbedaan pendapat tentang hal
> tertentu, atau hanya karena perbedaan kelompok atau partai politik," ujar
> Din. Menurut Din, esensi dari khilafah adalah persatuan umat Islam. Meski
> ada banyak perbedaan tentang bagaimana mewujudkan khilafah, umat jangan
> terpecah. "Memang untuk mewujudkan persatuan itu bukan hal yang mudah, di
> antara umat
> sendiri harus bisa menerima perbedaan dan menghadapinya dengan penuh
> toleransi," ujar Din. Ia mengajak umat Islam, sebagai kelompok terbesar di
> Indonesia, untuk bisa menjadi faktor penentu bagi kemajuan bangsa ini. (MAM)
>
>
> ---------------------------------
> Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel today!
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> 
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke