Betul mas, kalau ada pemimpin sekaliber nabi Muhammad moggo deh, 
beliau juga dihormati warga Kristen dan Yahudi kala itu. Tetapi si 
hti hti ini mau pilih pimpinan dengan cara apa? niru kalifah? lha 
wong Malaysia dan Brunei aja gak mau gabung? turunan Mataram kali ya 
yang mau dipilih?

Salam

danardono



--- In [email protected], "Mas Bagong" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Memang bukan ancaman kalau dilakukan dengan cara benar seperti yang
> dilakukan oleh para kalifah generasi pertama, dengan cara 
pemilihan, yang
> mana ini berarti DEMOKRASI!
> Tetapi kalau yang diikuti adalah kalifah model MUAWIYAH hingga 
OTTOMAN TURKI
> itu sama saja dengan membuang ajaran agama Islam itu sendiri ke 
tempat
> sampah!
> Mau bukti?
> Muhammad bukanlah keturunan raja, dan dia bukan raja. Dan tidak 
ada hak
> istimewa bagi keluarganya yang langsung bisa otomatis menjadi 
kalifah!
> Bagaimana dengan sistem kesultanan Turki? Disana ada hak istimewa 
sultan dan
> keluarganya, dimana anak sultan ya langsung menjadi sultan!
> Hayo, gimana?
> Ada yang berani debat dengan den  baguse ngarso ini?
> Pasti gak berani...
> ditungguin nih...
> Cheers,
> DG
> 
> 
> On 8/13/07, Sang Matahari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >   http://www.kompas.co.id
> >
> > Konferensi Internasional
> > Khilafah Bukan Ancaman Jakarta, Kompas - Juru Bicara Hizbuth 
Tahrir
> > Indonesia Ismail Yusanto pada pembukaan Konferensi Khilafah 
Internasional di
> > Jakarta, Minggu (12/8), menegaskan, salah besar kalau khilafah 
dianggap
> > sebagai ancaman bagi bangsa ini. "Justru khilafah akan 
menyelamatkan bangsa
> > dan umat Islam Indonesia," ujarnya. Selain dihadiri tokoh Islam
> > internasional, seperti Hassan Ko Nakata (Jepang), konferensi 
juga dihadiri
> > tokoh Islam nasional seperti Din Syamsuddin (Muhammadiyah), KH 
Abdullah
> > Gymnastiar atau AA Gym, KH Amrullah Umar (Majelis Ulama 
Indonesia Pusat),
> > dan Fuad Bawazir. AA Gym juga mengatakan, Islam diciptakan 
dengan sifat
> > adil, kasih sayang, dan kecintaan pada keindahan. "Kenapa ada 
yang begitu
> > membenci Islam, bahkan umat Islam sendiri ada yang tidak 
tertarik kepada
> > Islam. Akan sangat mudah jika menjawabnya dengan mencaci, atau 
menunjuk
> > kesalahan orang. Tetapi, beranikah kita melihat kelemahan kita 
sendiri,"
> > ujarnya. Menurut AA Gym, jawabannya
> > karena Islam masih membutuhkan pribadi yang dapat menjadi bukti 
keindahan
> > dan kedamaian ajaran Islam. "Saya mengajak untuk memperbaiki 
pribadi Islam
> > kita. Hanya Allah yang mahatahu apa yang ada dalam lipatan hati 
kita, untuk
> > siapa setiap langkah yang kita buat ini," ujarnya. Sementara itu 
Din
> > mengingatkan, umat Islam masih menghadapi banyak ancaman dan 
tantangan dalam
> > berbagai bidang kehidupan. Namun, jangan bersedih atau hilang 
kepercayaan
> > diri karena ada iman dalam diri umat Islam. Itu sebabnya, umat 
Islam harus
> > tetap bersatu meski ada perbedaan pendapat. "Umat Islam dunia 
dan Indonesia
> > jangan terjebak pada permusuhan hanya karena perbedaan pendapat 
tentang hal
> > tertentu, atau hanya karena perbedaan kelompok atau partai 
politik," ujar
> > Din. Menurut Din, esensi dari khilafah adalah persatuan umat 
Islam. Meski
> > ada banyak perbedaan tentang bagaimana mewujudkan khilafah, umat 
jangan
> > terpecah. "Memang untuk mewujudkan persatuan itu bukan hal yang 
mudah, di
> > antara umat
> > sendiri harus bisa menerima perbedaan dan menghadapinya dengan 
penuh
> > toleransi," ujar Din. Ia mengajak umat Islam, sebagai kelompok 
terbesar di
> > Indonesia, untuk bisa menjadi faktor penentu bagi kemajuan 
bangsa ini. (MAM)
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel 
today!
> >
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> > 
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke