Kalau Bapak2 punya waktu browsing blog-nya orang2 muda Indonesia, saat 
ini sudah banyak yang menulis terbuka against sectarianism. Dari kalangan 
anak muda muslim sendiri. Sampai terjadi "perang" di komen dan posting 
dari kelompok sektarian. 
Jadi memang ada 2 kelompok yang tumbuh, sektarian vs. kelompok yang 
menyuarakan kebangsaan. 

I think it somehow is related with one's knowledge and mindset. 


salam,

*bm
ps. seandainya seluruh anak bangsa ini bergandeng tangan bekerja sama 
memajukan negara, tetap banyak sekali tugas dan tantangan menghadang. 
Tapi yakin kita bisa mengatasinya. Sayangnya, alih2 bergandeng tangan, 
egonya dulu yang nongol. 


--- In [email protected], "RM Danardono 
HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Betul mas, kalau ada pemimpin sekaliber nabi Muhammad moggo deh, 
> beliau juga dihormati warga Kristen dan Yahudi kala itu. Tetapi si 
> hti hti ini mau pilih pimpinan dengan cara apa? niru kalifah? lha 
> wong Malaysia dan Brunei aja gak mau gabung? turunan Mataram kali ya 
> yang mau dipilih?
> 
> Salam
> 
> danardono
> 
> 
> 
> --- In [email protected], "Mas Bagong" <mas.bagong@> wrote:
> >
> > Memang bukan ancaman kalau dilakukan dengan cara benar seperti yang
> > dilakukan oleh para kalifah generasi pertama, dengan cara 
> pemilihan, yang
> > mana ini berarti DEMOKRASI!
> > Tetapi kalau yang diikuti adalah kalifah model MUAWIYAH hingga 
> OTTOMAN TURKI
> > itu sama saja dengan membuang ajaran agama Islam itu sendiri ke 
> tempat
> > sampah!
> > Mau bukti?
> > Muhammad bukanlah keturunan raja, dan dia bukan raja. Dan tidak 
> ada hak
> > istimewa bagi keluarganya yang langsung bisa otomatis menjadi 
> kalifah!
> > Bagaimana dengan sistem kesultanan Turki? Disana ada hak istimewa 
> sultan dan
> > keluarganya, dimana anak sultan ya langsung menjadi sultan!
> > Hayo, gimana?
> > Ada yang berani debat dengan den  baguse ngarso ini?
> > Pasti gak berani...
> > ditungguin nih...
> > Cheers,
> > DG
> > 
> > 
> > On 8/13/07, Sang Matahari <nurlife_nurlife@> wrote:
> > >
> > >   http://www.kompas.co.id
> > >
> > > Konferensi Internasional
> > > Khilafah Bukan Ancaman Jakarta, Kompas - Juru Bicara Hizbuth 
> Tahrir
> > > Indonesia Ismail Yusanto pada pembukaan Konferensi Khilafah 
> Internasional di
> > > Jakarta, Minggu (12/8), menegaskan, salah besar kalau khilafah 
> dianggap
> > > sebagai ancaman bagi bangsa ini. "Justru khilafah akan 
> menyelamatkan bangsa
> > > dan umat Islam Indonesia," ujarnya. Selain dihadiri tokoh Islam
> > > internasional, seperti Hassan Ko Nakata (Jepang), konferensi 
> juga dihadiri
> > > tokoh Islam nasional seperti Din Syamsuddin (Muhammadiyah), KH 
> Abdullah
> > > Gymnastiar atau AA Gym, KH Amrullah Umar (Majelis Ulama 
> Indonesia Pusat),
> > > dan Fuad Bawazir. AA Gym juga mengatakan, Islam diciptakan 
> dengan sifat
> > > adil, kasih sayang, dan kecintaan pada keindahan. "Kenapa ada 
> yang begitu
> > > membenci Islam, bahkan umat Islam sendiri ada yang tidak 
> tertarik kepada
> > > Islam. Akan sangat mudah jika menjawabnya dengan mencaci, atau 
> menunjuk
> > > kesalahan orang. Tetapi, beranikah kita melihat kelemahan kita 
> sendiri,"
> > > ujarnya. Menurut AA Gym, jawabannya
> > > karena Islam masih membutuhkan pribadi yang dapat menjadi bukti 
> keindahan
> > > dan kedamaian ajaran Islam. "Saya mengajak untuk memperbaiki 
> pribadi Islam
> > > kita. Hanya Allah yang mahatahu apa yang ada dalam lipatan hati 
> kita, untuk
> > > siapa setiap langkah yang kita buat ini," ujarnya. Sementara itu 
> Din
> > > mengingatkan, umat Islam masih menghadapi banyak ancaman dan 
> tantangan dalam
> > > berbagai bidang kehidupan. Namun, jangan bersedih atau hilang 
> kepercayaan
> > > diri karena ada iman dalam diri umat Islam. Itu sebabnya, umat 
> Islam harus
> > > tetap bersatu meski ada perbedaan pendapat. "Umat Islam dunia 
> dan Indonesia
> > > jangan terjebak pada permusuhan hanya karena perbedaan pendapat 
> tentang hal
> > > tertentu, atau hanya karena perbedaan kelompok atau partai 
> politik," ujar
> > > Din. Menurut Din, esensi dari khilafah adalah persatuan umat 
> Islam. Meski
> > > ada banyak perbedaan tentang bagaimana mewujudkan khilafah, umat 
> jangan
> > > terpecah. "Memang untuk mewujudkan persatuan itu bukan hal yang 
> mudah, di
> > > antara umat
> > > sendiri harus bisa menerima perbedaan dan menghadapinya dengan 
> penuh
> > > toleransi," ujar Din. Ia mengajak umat Islam, sebagai kelompok 
> terbesar di
> > > Indonesia, untuk bisa menjadi faktor penentu bagi kemajuan 
> bangsa ini. (MAM)
> > >
> > >
> > > ---------------------------------
> > > Shape Yahoo! in your own image. Join our Network Research Panel 
> today!
> > >
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> > > 
> > >
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>


Kirim email ke