http://www.kompas.com/


*Jepang Gandeng JTG Kembangkan Jarak di NTT*

KUPANG, SABTU--Sejumlah investor Jepang yang tergabung dalam kelompok kerja
(working group) New Develoment Organization (NEOD) dan Japanese External
Trade Organizatioan (JTERO), menggandeng Jatropha Timor Group (JTG) untuk
mengembangkan tanaman jarak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai
hahan bakar nabati.

"Kami bersama utusan pengusaha Jepang sudah turun ke hampir semua lokasi di
Pulau Timor untuk melihat langsung tanaman jarak. Mereka sangat tertarik dan
kami langsung membuat kontrak kerjasama," kata pimpinan Jatropha Timor Group
(JTG), Stanis Tefa, di Kupang, Sabtu.

Hasil produksi tanaman jarak dari Pulau Timor telah dikirim ke Jepang dan
Malaysia untuk diuji kadar kandungan minyaknya dan hasilnya sangat
mengembirakan. "Itulah yang membuat perusahan Jepang tidak ragu-ragu
menandatangani kontrak kerjasama dengan JTG," katanya.

Dalam pengembangan jarak pagar ini, JTG bekerjasama dengan masyarakat di
pedalaman Pulau Timor dan memberikan bantuan berupa modal kerja seperti
pupuk dan biaya pemeliharaan tanaman agar tetap terawat sejak mulai ditanam.

Saat ini, Jatropha Timor Group memiliki lahan seluas 5.000 hektare yang
tersebar di seluruh wilayah Pulau Timor. Tanaman ini adalah murni milik
masyarakat petani dan terikat kontrak kerjasama dengan perusahan JTG,
katanya.

Mengenai pilihan Pulau Timor, dia mengatakan, karena selain mudah di peroleh
juga mudah dijangkau melalui jalur darat sehingga nilai ekonomis jatropha
curcas menjadi sangat tinggi untuk dijadikan biofeul, walaupun areal terluas
yang cocok untuk tanaman jarak ada di Pulau Flores.

NTT yang terdiri dari pulau-pulau dengan curah hujan yang hanya tiga bulan
dalam setahun sangat cocok untuk pengembangan jarak pagar. Data yang
dikeluarkan Dinas Perkebunan NTT menunjukkan, luas areal lahan yang cocok
untuk pengembangan Jatropha curcur menyebar di Pulau Sumba, Lembata dan
Alor, Flores serta Pulau Timor dan Rote.

Areal terluas terdapat di Pulau Flores yakni mencapai 440.000 hektar, Pulau
Timor dan Rote 430.000 hektar, Pulau Sumba 270.000 hektar dan Lembata dan
Alor 60 haktar. (Antara/Awe)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke