Tidak untuk mengumpat atau menstimuli keadaan dimana kita tengah membicarakan 
postingan yang ber tema Babah atau Bedebah ada satu kejadian di negara maju 
yang terasa bisa kita simak dan kita ambil sebagai perbandingan.
   
  Apakah suatu sebutan yang "hidup"dan  kurang menentu artinya, bisa misalnya 
buat satu pihak dianggap sebagai sesuatu yang "harmless" tapi pihak lain bisa 
menilainya sebagai umpatan atau sapaan yang derogatip.
   
  Satu hal yang menarik dan pernah sekali aku lihat suatu pentasan komidi yang 
berjudul "Wogs out of Work". Para aktornya terdiri dari keturunan imigran 
seperti Nick Gianopoulos, George Kaponiaris,Simon Palomares , keturunan/ asal 
Greek dan seorang komidien orang imigran asal Itali Vince Colosimo. Adegan ini 
lebih bersifat satirical dan tidak jarang mereka "mengumpat" ethnis-nya sendiri 
dengan kaitan senda gurau. Yang nonton berjubel tidak saja asal Anglo Saxon, 
bule deles, juga para imigran dari manca negara. Maklum para aktor komidien ini 
sudah jadi semacam household names.
   
  Juga dalam  kumpulan pelawak lain ada dari Vietnam. Mereka ini juga meniru 
gaya kumpulan komidien seperti Nick Gianopoulos itu, dan tidak jarang 
adegan2nya mem"banting" ethnis dewek dengan gaya guyon2.
  Tapi kenapa perkumpulan2 komidien yang me-"ngumpat" golongan, diri mereka 
sendiri, ethnis mereka sendiri ,malah disukai oleh selain si bule deles juga 
golongan se-ethnis mereka?
  Apakah ini bukan suatu pertanda bahwa masyarakat Barat itu sudah demikian 
maju, sehingga "ejekan2" yang dibungkus dengan tatanan yang baik, lucu dan 
tidak ber-konotasi  menghina bangsa dewek atau ethnis sendiri, mendapat 
sambutan yang meriah?
   
  Juga misalnya yang aku ketahui,  orang bule Oz sini me-label-i orang Inggris 
sebagai si Pom atau Pommy. Apakah ini suatu hinaan? Sepertinya tidak!,  karena 
banyak pelawak bule Oz sering mengejek imigran Inggris ini dengan "ejekan" Pom 
atau Pommy.
   
  Juga misalnya di Swiss, orang Swiss juluki orang Inggris 
sebagai...TeaBags...karena mereka menyangkut pautkan si Inggris suka minum teh 
dan kemana2 yang diurusi soal teh saja.
   
  Juga bersangkut paut dengan kita sendiri, apakah kita yang sering nyebut 
orang barat itu...si bule...apakah ini sebagai umpatan. Lucu juga , konco 
istriku yang menikah dengan orang ostrali, sering guyon2, kalau nilpon dan mau 
bicara dengan aku dia bilang..."hello Har Bule speaking"
   
  Yang masih aku "kejar" yalah bagaimana si bule itu men-juluki kita si mata 
sipit ini. In time nanti akan aku coba runut dan akan aku beritakan disini, 
dengan sebutan apa kita2 ini si sipit kulit kuning di sebut-sebut. Ada yang 
tahu dari member yang hidup di negara Barat? Bisa kasih cerita soal ini.
   
  Bagiamana misalnya di Amerika. Orang negro minta disebut African-American, 
atau mungkin black american? Yang sudah sama2 kita ketahui sebutan "nigger" 
adalah tabu buat orang hitam, karena ini adalah sebutan yang bersifat 
mengumpat/derogatip.
   
  Jadi sebagai achir kata, soal sebutan, bahkan yang dulu2nya bisa dianggap 
derogatip, dalam berlalunya waktu dan majunya masyarakat, terutama dalam aspek 
pendidikan, maka yang dulunya terdengar sebagai umpatan bisa di rubah jadi 
semacam sapaan yang sejuk tanpa ada konotasi hinaan atau cemoohan. 
   
  Tapi kembali sebagai penutup tulisan ini, bagaimana soal ethnis Tionghoa? 
Dulu sudah terbiasa dengan panggilan Tionghoa tapi ...tanpa alasan apapun yang 
bisa dikaji masuk akal ...ujug2 (tiba2)jadi Cina, setelah mbah Harto naik 
panggung dibantu oleh ethnis Tionghoa sendiri (si gerombolan penjilat LPKB) 
dengan umpatan Cina.
  Kalau sudah menjalani proses seperti dalam sejarah yang terjadi setelah mbah 
Harto maka ,rombongan, perkumpulam komidien manapun sepertinya tidak bisa 
menjadikan ungkapan,sebutan ini menjadi seperti....cerita komidi satirical"Cina 
out of Work"(Si Cina kehilangan kerjaan)

       
---------------------------------
Get the World's number 1 free email service. Find out more.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke