http://www.tni-au.mil.id/headline.asp?aid=910



*PANGKOOPSAU I LEPAS KONTINGEN MTQ*

*Panglima Koopsau I Marsekal Muda TNI Ganjar Wiranegara* didampingi *Kas
Koopsau I Marsekal Pertama TNI T Johan Basjar* sedang menyalami Kontingen
MTQ, MHQ, dan MFQ Koopsau I di Makoopsau I, Jakarta, Senin (27/8). (Foto:
Pen Koopsau I)


Di tengah-tengah acara peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW, Senin
(27/8), Panglima Koopsau I Marsekal Muda TNI Ganjar Wiranegara melepas
Kontingen MTQ, MHQ dan MFQ Koopsau I yang dipimpin oleh ketua kontingen
Letkol Sus Hadiri SH. Kontingen ini akan mengikuti lomba baca alQur'an,
hafal alQur'an, dan memahami alQur'an tingkat Mabesau.

Dalam sambutannya Pangkoopsau I secara bercanda mengatakan bahwa ia tidak
mengharapkan Kontingen Koopsau I jadi Juara Umum. "Karena kita sering juara
umum, jadi nanti kasihan kontingen lain tidak kebagian," ujar Ganjar yang
disambut tawa hadirin.

Sementara itu KH Dr Muhammad Hidayat, dosen di beberapa perguruan tinggi dan
juga salah seorang pengurus MUI Pusat, dalam ceramahnya menyatakan, bahwa
salah satu ciri alQur'an adalah selalu up to date dan sekaligus bisa diuji.
Ia memberi contoh belum lama ini Dewan Lingkungan Hidup PBB merilis bahwa
pada tahun 2035 lapisan ozon yang "bolong" makin luas, kemudian akan terjadi
peristiwa dahsyat yakni batu meteorit raksasa akan menghunjam bumi.
Akibatnya akan terjadi tsunami besar dan sepertiga daratan bumi akan
tenggelam.

"Jauh sebelum itu, pada Abad keenam alQur'an dalam surat Al Infithar telah
memprediksi ketika langit terbelah (symbol lapisan ozon yang bolong),
kemudian benda langit menghunjam bumi (meteorit atau semacamnya), dan laut
terbelah (tsunami). Jadi, boleh jadi, pada tahun 2035 seperti yang
disinyalir PBB merupakan the end of the world alias kiamat," kata Hidayat
yang membuat hadirin terhenyak diam.

Pada akhirnya penceramah mengingatkan agar kewajiban shalat sebagai amanah
Allah langsung kepada Nabi Muhammad ketika Mi'raj ke Sidratul Muntaha, tidak
dilupakan dan ditinggalkan. Karena amalan yang pertama ditanyakan di akherat
adalah shalat. Jika shalat jelek maka tidak bisa di"dongkrak" oleh amalan
lain. Tapi sebaliknya, jika shalatnya baik maka bisa menolong amalan lainnya
yang kurang baik. ***(Pen Koopsau I)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke