http://www.kompas.com/ver1/Iptek/0708/28/084110.htm


*Ditemukan Lubang Raksasa di Langit*

WASHINGTON, SELASA - Di salah satu sudut langit nun jauh di sana terdapat
area kosong, wilayah yang bersih dari galaksi, bintang-bintang, bahkan
materi hitam. Meski bentuk alam semesta sendiri tak dapat dibayangkan
seorangpun sampai sekarang, pantas kalau bagian tersebut disebut sebagai
lubang di alam semesta.

Tim ilmuwan dan astronom dari Universitas Minnesota, AS menyatakan lebar
lubang tersebut sekitar satu miliar tahun cahaya. Saat menemukannya, mereka
hanya bisa tertegun karena tak mendapati objek apapun di sana. Lubang
tersebut tidak dapat diamati langsung dengan teropong namun jelas terlihat
jika dilihat sebaran gaya tariknya.

"Tidak seorangpun pernah menemukan lubang sebesar ini, namun tidak hanya itu
saja, kami juga tak pernah membayangkan menemukan yang selebar ini," ujar
Lawrence Rudnick, profesor astronomi dari Universitas Minnesota. Para
astronom sejak lama telah mengetahui bahwa beberapa bagian di alam semesta
tidak mengandung materi alias berlubang namun tidak pernah ditemukan hingga
sebesar ini.

Seperti dilaporkan dalam Astrophysical Journal edisi terbaru, Rudnick
beserta koleganya Shea Brown dan Liliya Williams dapat mengukur lubang
tersebut menggunakan data-data teleskop radio. Mereka menemukan hasil yang
sama antara hasil survai langit dengan hasil pengukuran menggunakan satelit
Wilkinson Microwave Anisotropy Probe.

Tim peneliti menemukan bukti pertama saat mempelajari data NRAO VLA Sky
Survey. Di arah konstelasi (rasi) Eridanus, sebelah barat daya Orion, pada
jarak antara 6-10 miliar tahun cahaya dari Bumi, ternyata sangat kosong.
Jumlah galaksi begitu sedikit dibandingkan bagian-bagian belahan langit
lainnya. Bagian ini jelas terlihat kosong karena survai mencakup 82 persen
belahan langit berkat teleskop berukuran besar (Very Large Array) yang ada
di National Radio Astronomy Observatory (NRAO) di New Mexico.

"Kami tahu ada yang berbeda di bagian ini," ujar Rudnick. Pihaknya
memastikan  ukuran lubang yang sama saat melakukan analisis Cosmic Microwave
Background (CMB), gelombang radio lemah sisa radiasi Big Bang saat lahirnya
alam semesta. Data-data tersebut diperoleh dari satelit Wilkinsons Microwave
Anisotopy Probe milik AS antara tahun 2001 hingga 2004.

Pengukuran satelit menunjukkan bahwa bagian tersebut relatif lebih dingin
dari sekitarnya. Meski masih harus dikonfirmasi ulang, suhu yang lebih
rendah di CMB - menurut para ilmuwan - disebabkan lubang besar yang bebas
dari materi apapun.

"Apa yang kami temukan tidak normal, baik berdasarkan pengamatan langsung
maupun simulasi komputer terhadap evolusi alam semesta dalam skala besar,"
ujar Williams. Ia dan timnya juga tidak mengetahui bagaimana hal tersebut
bisa terjadi. Misterius memang.


Sumber: reuters
Penulis: Wah


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke