*Booming Perempuan Pengguna Heroin di Afghanistan*

Oleh: Berndt Riegert dari *Hamburg*

Selain merupakan negara yang kerap dirundung konflik, Afghanistan merupakan
penghasil heroin terbesar di dunia. Perkebunan bunga poppy di Afghanistan,
menyuplai lebih dari 87 persen opium di seluruh dunia.

Pasaran obat bius di Afghanistan mengalami booming alias makin marak.  Obat
bius asal Afghanistan, makin digemari di dunia barat dan sebagian kecil kaum
pria Afghanistan setempat. Namun setahun belakangan, gambaran itu sedikit
bergeser.  Christina Oguz dari Badan Perserikatan Bangsa-bangsa untuk
penanggulangan obat bius UNODC di Kabul mengatakan lebih dari 130 ribu orang
Afghanistan ketagihan obat bius. Yang mencengangkan terjadi peningkatan
jumlah pengguna yang serius di kalangan perempuan Afghanistan.

"Sekitar 65 ribu perempuan menggunakan berbagai bentuk obat bius, kombinasi
dari bahan-bahan kimia atau opium dan sejenisnya."

Menurut Oguz, obat bius menjadi pelepasan sementara  dari berbagai problem
yang mereka hadapi.  Banyak perempuan mengisap ganja atau memakai heroin
untuk membebaskan diri dari kepedihan hidup. Perang yang mendera selama ini
di Afghanistan menyebabkan begitu banyak perempuan mengalami depresi, stress
dan trauma akan peperangan.  Obat bius membantu mereka  mengurangi beban
yang mereka pikul. „Ada beberapa komunitas di utara negara, dimana perempuan
bekerja sebagai pengrajin  permadani.  Mereka duduk dengan posisi tak nyaman
ketika menenun. Posisi duduk yang tak enak itu membuat punggung mereka
sakit, dan akhirnya mereka mengkonsumsi opium untuk mengurangi rasa sakit."


Christina Oguz mengungkapkan kebanyakan perempuan tidak menyadari dampak
buruk dari penawar sakit yang mereka gunakan. Terutama di wilayah pedesaan.
Mereka tidak memperoleh pengetahuan yang memadai  tentang dampak menggunakan
obat bius. Buruknya sarana kesehatan di beberapa wilayah, mendorong para
perempuan itu memilih obat bius untuk melawan segala sakit yang mereka
derita. Mereka pun tak sadar bila hal itu tak hanya membahayakan mereka,
namun juga anak-anak mereka. "Mereka mengisap dan menghembuskan asap ke
mulut anak-anak mereka. Ada dua alasan. Mereka tidak tahu resikonya dan
kedua buruknya fasilitas kesehatan. Mereka harus menenangkan anak ketika
mereka harus bekerja, atau ketika anak-anak batuk dan mereka tidak mampu
beli obat.  Maka mereka menggunakan obat bius sebagaimana yang mereka biasa
lakukan dan anak-anak juga jadi ketagihan."

Untuk keluar dari  lingkup ketagihan bukan hal yang mudah. Masalahnya para
perempuan dan anak-anak yang ketagihan tak banyak memperoleh bantuan.  Meski
demikian badan PBB yang menangani obat bius UNODC telah mulai membantu
pemerintah untuk membangun pusat penanggulangan  obat bius.  UNDOC juga
melatih polisi anti narkotika, para hakim, jaksa  dan  dokter untuk membantu
para perempuan itu. Namun mengatasi ketagihan yang parah akan obat bius
sangatlah berat, terutama bila akar masalahnya, yaitu kemiskinan, kebodohan
dan perang masih merajalela.


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke