http://www.antara.co.id/arc/2007/9/2/dana-pendamping-proyek-2008-capai-556-juta-dolar-as/


*Dana Pendamping Proyek 2008 Capai 556 Juta Dolar AS*

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah harus menyiapkan sekitar 556 juta dolar
AS sebagai dana pendamping pinjaman proyek RAPBN 2008 yang mencapai 2,624
miliar dolar AS atau sekitar Rp23,879 triliun.

"Pinjaman proyek itu, berasal dari penyerapan pinjaman proyek `multi years`
yang akan dilakukan pada 2008. Memang kami yang mengajukan usulannya, tapi
pemerintah (Depkeu-red) yang memutuskan," kata Direktur Pemantauan dan
Evaluasi Pendanaan Pembangunan Bappenas Benny Setiawan di Jakarta, akhir
pekan lalu.

Pinjaman yang sebagian besar dibiayai oleh Japan Bank for International
Corporation (JBIC), Bank Dunia, dan Bank Pembangunan Asia (ADB) itu,
rencananya untuk menggarap 178 proyek di berbagai daerah.

Benny mengatakan, sebenarnya pihaknya mengajukan pinjaman proyek sebesar
3,208 miliar dolar AS dengan besaran dana pendamping sekitar 679,9 juta
dolar AS.

"Namun berdasarkan hitungan fiskal, angka 2,624 miliar dolar AS yang
disepakati. Maka besaran dana pendampingnya bisa dihitung ikut turun menjadi
sekitar itu (556,09 juta dolar AS-red)," katanya.

Berdasarkan usulan pinjaman yang diajukan sebelumnya, kata Benny, penyerapan
pinjaman terbesar pada 2008 diberikan oleh JBIC sebesar 775,1 juta dolar AS
(37 proyek), Bank Dunia 708,3 juta dolar AS (37 proyek), ADB 608,5 juta
dolar AS (40 proyek), lembaga donor lainnya (Bank Pembangunan Islam/IDB dan
Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian/IFAD) 132,2 juta dolar AS (17
proyek).

Disamping itu terdapat 35 proyek yang didanai negara donor seperti
Australia, Belanda, China, Denmark, Italia, Hongaria, Jerman, Korsel,
Spanyol, dan Norwegia, dengan nilai sebesar 405,7 juta dolar AS, serta
fasilitas kredit ekspor untuk Dephan dan Polri 579,1 juta dolar AS.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke