http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006115690


*KAPAL PERANG CANGGIH ITU, AKHIRNYA MERAPAT DI PANGKALAN KOARMATIM*

ARMATIM (5/9) - Kehadiran kapal perang yang canggih dan modern ini merupakan
kebanggaan bangsa Indonesia, karena kapal ini merupakan generasi yang
terbaru dan mempunyai kemampuan yang jauh lebih maju dari kapal yang kita
miliki sekarang ini, karena kapal jenis korvet terbaru yang kita miliki
adalah buatan sekitar tahun 1981/1982 atau sekitar 25 tahun yang lalu. Oleh
karenanya kapal tersebut, yang pasti menambah perkuatan jajaran armada atau
khususnya menambah perkuatan bagi sistem pertahanan di laut Bangsa
Indonesia.


Hal tersebut diungkapkan *Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur Laksda
TNI Moekhlas Sidik, MPA* usai menyambut kedatangan kapal korvet Sigma Class
KRI Diponegoro-365 buatan Belanda di Dermaga Madura, Koarmatim, Ujung,
Surabaya, Rabu (5/9).


Acara penyambutan tersebut selain dihadiri oleh para pejabat teras Koarmatim
dan beberapa undangan dari Kobangdikal dan AAL, dihadiri pula oleh 'Sang
Inspirator' kapal korvet Sigma class yang juga mantan Kepala Staf TNI AL
yaitu Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh.


Kehadirannya di Koarmatim didorong oleh rasa penasarannya untuk melihat
secara langsung kapal perang tercanggih yang dimiliki TNI AL tersebut
merapat di dermaga Madura, Koarmatim, Surabaya. "Saya memang ingin sekali
melihat kapal ini, tanpa sadar tadi saya menangis waktu kapal merapat,"
ujarnya.


Mantan Kasal yang juga "Putra Tobelo" tersebut mengharapkan kepada para ABK
KRI Diponegoro-365 untuk dapat menjaga kapal ini dan mendorong semua ABK
untuk terus belajar agar kapal dapat bertahan lebih lama. "Fatahillah tahun
lalu masih bisa nembak, kira-kira KRI Diponegoro ini 30 tahun lagi masih
bisa nembak, nggak ?" ungkapnya.


Sementara itu, Komandan KRI Diponegoro-365 Letkol Laut (P) Arsyad Abdullah
yang pada 14 September nanti merayakan ulang tahunnya yang ke-40
mengungkapkan kebanggaannya terhadap kapal canggih ini. "Dengan tampilnya
KRI Diponegoro ini akan menambah bargaining power terhadap negara lain,"
ujarnya.


Kapal ini, tambahnya, memiliki kecanggihan yaitu sistem kapal yang
terintegrasi baik sistem navigasi, komunikasi maupun kesenjataan. Oleh sebab
itu, tantangan kita ke depan adalah bagaimana kita merawat kapal yang
canggih ini.


KRI Diponegoro-365 merupakan satu dari dua kapal perang jenis Korvet Sigma
Naval Patrol 9113 yang dipesan TNI AL di Schelde Naval Shipbuilding Belanda.
Kapal ini di design secara mutakhir menggunakan pendekatan teknologi canggih
Ship Geometric Modullarity Approach (SIGMA) yaitu mengadopsi klasifikasi
penggabungan Cost Effectifity and Naval Rules Standard. Sedangkan
strurturnya dirancang menggunakan Systematic Hull Bulkhead, yang
menghasilkan tingkat keselamatan tinggi karena fungsi fleksibilitas antar
sub-compartment (cell) juga berguna untuk menekan getaran kapal yang
berukuran panjang 90,71 m, lebar 13,02 m, tinggi 8,75 m dengan berat 1700
ton serta mampu melaju dengan kecepatan 28 knots serta dapat bertahan untuk
berlayar selama 20 hari.


Sistem SEWACO (Sensor, Weapon and Command) menggunakan Thales Combat System
Integration, Tacticos, 4 unit MOC Mk 3 MW 08, IFF, Link Y MK 2, LIROD Mk 2,
King Klip, 2 unit TDS Integrated Internal and External Communication.


Kesenjataan : 2 peluncur Rudal MBDA, 2 peluncur Rudal Exocet MM 40, 2 Meriam
Tetrol Otto Melara 76 mm Super Rapiod, peluncur Senjata Bawah Air Eurotrop,
serta 2 peluncur B 515/3/T Triple Torpedo Laucher.


Adapun untuk melengkapi sistem pertahanan menggunakan system Perang
Elektronika (Pernika) berupa Raytheon Integrated Navigation System, GFE, ESM
DR 3000, ECM Scorpion, Decoy SKWS serta Secondary Gun.


Dari inventarisasi spesifikasi teknis yang ada rancang bangun kapal ini
memang untuk memenuhi tuntutan tugas TNI AL, sehingga teknologi yang
diterapkan memiliki kehandalan pada spesifikasi teknis dan spesifikasi
operasional. Spesifikasi tersebut meliputi kelayakan di laut (Sea
Worthines), system stabilitas operasional, kemampuan ketahanan daya redam
(Shock Resistance), kemampuan ketahanan ledakan meriam (Gun Blast
Resistance), kemampuan meredam suara dalam air (Under Water Radiated Noise),
pengurangan kemagnetan kapal, system Infra Red, anti radar (Radar Cross
Section) dan system pengendalian yang terintegrasi.


Kehadiran SIGMA yang sarat dengan teknologi mutakhir akan menambah efesiensi
dan efektivitas operasional TNI AL, karena kapal tersebut selain mengemban
tugas utama tempur laut melalui pelaksanaan pengamatan maritime (Maritime
Surveillance), peperangan anti kapal selam, peperangan anti kapal permukaan,
peperangan anti udara, juga mampu menyelenggarakan tugas-tugas tambahan
yakni pengamanan dan SAR di laut.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke