http://www.antara.co.id/arc/2007/9/4/lg-jadikan-indonesia-basis-produksi-tv-lcd-di-asia-pasifik/


*LG Jadikan Indonesia Basis Produksi TV LCD di Asia-Pasifik*

Cibitung (ANTARA News) - Perusahaan elektronik asal Korea Selatan, LG,
menjadikan Indonesia sebagai basis produksi televisi (TV) LCD untuk pasar
kawasan Asia Pasifik dan Timur Tengah, di samping pasar domestik yang
penguasaan pasarnya diproyeksikan mencapai 30 persen tahun ini.

"Kami memproduksi TV di Indonesia sejak 1999 dan pada 2005 mulai memproduksi
TV LCD di sini untuk pasar lokal," ujar GM Display Factory PT LG Electronics
Indonesia (LGEIN), Jeong Dae Hyo, dalam kegiatan kunjungan ke pabrik di
Cibitung, Jawa Barat, Selasa.

Ia mengatakan saat ini kapasitas produksi TV LCD mencapai sekitar 50 ribu
unit per bulan yang tidak hanya ditujukan untuk pasar domestik saja, namun
juga pasar ekspor.

Sekitar 80 persen dari produksi TV LCD tersebut diekspor ke mancanegara,
terutama Asia Pasifik sekitar 43 persen dan sisanya sekitar 25-30 persen di
ekspor ke negara-negara Kawasan Timur Tengah, dan 30 persen lagi diekspor ke
Australia.

"Kami mengharapkan dengan tumbuhnya permintaan TV LCD di Indonesia dan kami
perkirakan pertumbuhan cepat, maka komposisi ekspor dan domestik menjadi
50:50, sekitar 50 persen untuk pasar ekspor dan 50 persen lagi untuk pasar
domestik," ujarnya.

Diakuinya, sampai saat ini panel LCD untuk TV LCD masih diimpor dari Korea
Selatan, meskipun komponen lainnya sudah berasal dari dalam negeri. Ia
memperkirakan sekitar 60 persen dari total komponen TV LCD masih diimpor.

"Panel LCD merupakan bagian terbesar pada TV LCD dan itu masih kami impor
dari Korea Selatan," katanya.

Saat ini LG memiliki pusat produksi TV LCD di sejumlah negara, yaitu
Meksiko, Indonesia, China, Korea Selatan, dan Brazil. "Semua itu mewakili
wilayah regional pemasaran TV LCD LG," ujar Manager Penjualan TV untuk
Ekspor LGEIN, Jang Il Hwan, menambahkan.

Sementara itu, GM Pemasaran Domestik LGEIN, Budi Setiawan, mengatakan di
pasar domestik LGEIN memproyeksikan penguasaan pasar sebesar 30 persen tahun
ini dari total pasar TV LCD di Indonesia yang diperkirakan mencapai 150 ribu
unit.

"Kami sudah mencapai penguasaan pasar 16 persen dan diproyeksikan tahun ini
mampu mencapai 30 persen melihat pertumbuhan pasar TV LCD yang terus
meningkat," ujarnya.

Tahun 2007 pasar TV LCD diperkirakan naik sekitar 400 persen dibandingkan
tahun lalu. Peningkatan tersebut didorong oleh harga TV LCD yang terus
menurun mendekati televisi layar datar (flat) karena permintaan dan
produksinya besar, sehingga skala ekonomisnya tercapai.

"LGEIN akan terus meningkatkan kapasitas produksinya untuk mencapai skala
ekonomis untuk bersaing, karena dengan produksi yang besar maka harga (TV
LCD) bisa ditekan untuk memenangkan persaingan," ujarnya.

Bahkan, kata Budi, dalam waktu dekat LGEIN akan meningkatkan kapasitas
produksinya karena penjualan TV LCD terus meningkat.

Untuk mencapai target penguasaan pasar 30 persen, LGEIN meluncurkan TV LCD
ukuran 32, 42, dan 47, terbaru dibawah seri "Pearl Black" dengan bingkai
hitam mengkilat untuk membidik pasar kelas atas . "Kami menargetkan
penjualan sebesar 2.000 unit untuk produk terbaru tersebut," ujar Budi.

Ditambahkan Head of Front Panel Display (FDP) Product Marketing LGEIN, Budi
Adhi Suyitno, secara spesifik pihaknya membidik konsumen pria dan wanita
dengan usia 25-40 tahun yang menyukai gaya hidup modern.

"Target kami sebagian besar pria, namun sekitar 20 persen adalah wanita,
terutama untuk TV LCD yang dilengkapi fitur `time machine` yang mampu
merekam tayangan pada televisi sampai 80 gigabyte," ujarnya. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke