http://www.kompas.com/ver1/Metropolitan/0709/05/201203.htm


*Ditemukan Daging Ayam Berformalin*

Laporan Wartawan Kompas Pascal S Bin Saju

JAKARTA, KOMPAS - Petugas Suku Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan
Jakarta Utara menemukan tiga sampel daging ayam berformalin. Ketiga sampel
itu juga dipastikan ayam bangkai.

Demikian Kepala Sudin P2K Jakarta Utara, Riana Faiza pada Rabu (5/9) di
Jakarta. Namun dia mengungkapkan kasus itu terungkap dalam operasi rutin
pembinaan, pengawasan, dan penertiban oleh Sudin P2K di dua pasar
tradisional di Kalibaru dan Rorotan baru-baru ini.

Operasi rutin ini biasanya dilakukan minimal sekali tiga bulan. Petugas
mengumpulkan 7 sampel daging ayam dan 30 sampel daging sapi. Sampel itu
diambil dari pedagang, terakhir di Kalibaru dan Rorotan.

Terhadap sampel daging sapi terutama dilakukan pemeriksaan kemungkinan
dioplos dengan daging babi. Biasanya, pedagang yang tidak bertanggung jawab
mengoplos daging sapi dengan daging babi. Untuk memastikan, petugas mengirim
sampel ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat di Bambu Apus, untuk diperiksa.

Riana mengungkapkan dari 7 sampel yang diperiksa, 3 diantaranya positif
mengandung formalin dan ayam bangkai. ''Dua sampel yang kami ambil dari
pasar tradisional di Kalibaru dan satu dari Rorotan,'' kata dia.

Mengenai hasil pemeriksaan terhadap daging sapi, Riana mengatakan masih
menunggu hasil laboratorium. Menurutnya hasil laboratorium akan keluar dua
hingga tiga hari mendatang.

Selain memeriksakan sampel tersebut, petugas Sudin P2K, saat operasi juga
menemukan 70 kg daging babi yang tidak dilengkapi surat izin dari daerah
asal. ''Seharusnya daging babi yang dijual bebas di pasar harus dilengkapi
surat keterangan dari daerah asal daging itu,'' imbuhnya.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke