RM Danardono HADINOTO wrote: 

---> 2000 tahun sejak agama agama Ibrahim berdiri sampai sore ini 
belum cukup? Masih berapa ribu tahun lagi umat Islam sejauh itu?

Sepertinya bangsa bangsa negara maju telah menikmati karya mereka. 
Sudah pernah ke Norway, swiss, Liechtenstein, Monacco atau Austria mas?

********** Bisakah mas Danardono mengingat kembali pelajaran sejarah Eropa 
Barat sebelum renaisance? Dan bandingkan dengan perkembangan kebudayaan 
masyarakat manusia Timur Tengah di bawah kepemimpinan para sultan dan raja-raja 
Muslimin. Kini para ilmuwan Barat yang jujur mengakui peranan pionir-pionir 
keilmuan Muslimin bagi pencerahan Eropa Barat yang dikungkung oleh zaman 
kegelapan abad pertengahan. 

************* Namun retorika yang saya kemukakan bukanlah suatu apologetik  
bagi kemandulan berfikir dan keterbelakangan budaya masyarakat Muslimin 
pra-kolonialisme dan imperialisme Eropa Barat dan Amerika Serikat. Sampai saat 
ini demi menahan perkembangan pemikiran Islam di negeri-negeri bekas kolonial 
Barat, negara-negara Eropa dan Amerika terus melakukan tekanan-tekanan ekonomi, 
finansial, ilmu dan teknologi dan apabila dirasa perlu ditindas dengan 
kekerasan militer (perhatikan Timur Tengah dewasa ini termasuk Indonesia 
sebagai negeri berpenduduk mayoritas Muslimin). Kemajuan budaya manusia dan 
kenikmatan ekonomi yang didapatkan oleh Eropa Barat dan Amerika Serikat dengan 
dibimbing oleh ideologi pagan, musyrik, tidak akan membawa masyarakat manusia 
dan manusianya ke tiga prinsip dasar seruan dan gema revolusi burjuis Perancis. 
Kenikmatan hidup saat ini di negeri-negeri yang sudah mas Danardono kunjungi 
(?) itu sifatnya tidak langgeng. Sebab cara-cara perolehannya diharamkan oleh 
hukum yang berlaku bagi masyarakat manusia. Sebaliknya justru akan menggiring 
manusianya memasuki era keruntuhan budaya, sebagaimana telah dialami oleh 
bangsa-bangsa kuno Mesir, Aztek, Asyiria, Romawi, Byzantium, Ankor (Kamboja) 
dll. 

*********** Homosapiens-sapien (manusia modern) baru muncul di Bumi kira-kira 
20 ribu tahun yl, kata para anthropolog. Jadi 2000 tahun bukan jumlah yang 
banyak bila kita ukur dengan waktu kelahiran Bumi yang baru 4,5 milyar tahun. 
Sedangkan kira-kira umur matahari hanya akan mencapai sekitar 10 milyar tahun 
saja. Jadi demikianlah hukum yang sudah ditentukan oleh Sang Maha Pencipta alam 
semesta ini. Tinggal kita mau menerima atau tidak. No better way than the 
Stright Boulevard of Islam.
 


  ----- Original Message ----- 
  From: RM Danardono HADINOTO 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, September 06, 2007 5:24 PM
  Subject: [ppiindia] Re: Titik Temu Islam dan Sekularisme di Turki


  --- In [email protected], "A. Marconi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  >Perjalan masih jauh untuk merubah manusia dari tingkat kesadaran 
  keharusan alamiyah ke tingkat kesadaran kebebasan sebagai
  wakil Allah swt di Bumi. Pengenalan manusia terhadap lingkungan 
  sekitar dan terhadap lingkungan dalam dirinya masih memerlukan waktu 
  dan usaha yang luar biasa kerasnya. Pengenalan demikian akan 
  melahirkan tingkat kebudayaan manusia yang mampu menjadi basis bagi 
  peningkatan kesadaran keharusan alamiyah ke tingkat kesadaran 
  kebebasan wakil Tuhan di Bumi (Al-Ahlaqu al-Karimah - Ahlaq
  Pengayom dan Pemelihara Kehidupan).********

  ---> 2000 tahun sejak agama agama Ibrahim berdiri sampai sore ini 
  belum cukup? Masih berapa ribu tahun lagi umat Islam sejauh itu?

  Sepertinya bangsa bangsa negara maju telah menikmati karya mereka. 
  Sudah pernah ke Norway, swiss, Liechtenstein, Monacco atau Austria mas?



   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition. 
  Version: 7.5.485 / Virus Database: 269.13.6/991 - Release Date: 5-9-2007 14:55


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke