Negara Kesatuan Rusia Indonesia

----------------------------------
http://www.antara.co.id/arc/2007/9/7/indonesia-punya-dasar-bangun-angkatan-bersenjata-yang-layak/


*Indonesia Punya Dasar Bangun Angkatan Bersenjata yang Layak*

Sydney, 7/9 (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Nur Hassan Wirajuda mengatakan,
Indonesia memiliki dasar keperluan yang kuat untuk membangun angkatan
bersenjata yang layak dan apa yang disepakati dengan Rusia dalam pengadaan
Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) TNI itu baru mengejar tingkat
kemampuan yang memadai bagi sebuah negara kepulauan.

"Menarik bahwa pertemuan dengan para Menlu APEC, masalah itu sama sekali
tidak diangkat. Pertanyaan pertama justru datang dari media (asing),"
katanya kepada wartawan di Sydney, Australia, Jumat.

Sebagai negara yang berdaulat, Indonesia mempunyai dasar keperluan yang
legal untuk membangun angkatan bersenjata yang layak. Namun dari ukuran
anggaran belanja pertahanan selama 30 tahun terakhir, Indonesia tergolong
negara dengan anggaran yang "sangat rendah", katanya.

"Akibatnya pembangunan angkatan bersenjata kita relatif ketinggalan. Dan apa
yang kita sepakati dengan Rusia, daya belanja kita baru untuk mengejar
tingkat kemampuan yang memadai bagi sebuah negara seperti Indonesia,"
katanya.

Sehari sebelumnya, *Presiden Susilo Bambang Yudhoyono* dan* Presiden Rusia
Vladimir Putin* mengumumkan kesepakatan kedua negara di sektor pertahanan
dan energi senilai enam miliar dolar AS.

Harian "The Sydney Morning Herald" selama dua hari terakhir menyoroti
kesepakatan Indonesia dan Rusia, khususnya tentang pengadaan sejumlah kapal
selam, tank, dan helikopter senilai 1,2 miliar dolar AS dari bekas negara
adikuasa semasa masih menjadi Uni Soviet itu.

Suratkabar milik kelompok Fairfax itu menuding pembelian sejumlah Alutsista
TNI dari Rusia itu akan memicu perlombaan senjata di kawasan dan menyebutkan
Jepang telah meminta penjelasan Indonesia mengenai masalah ini.

Presiden Putin sendiri merasa senang dan puas dengan hasil kunjungannya ke
Indonesia.

Orang nomor satu Rusia itu menilai Indonesia sebagai negara paling dinamis
dan salah satu yang paling berpengaruh di kawasan Asia Pasifik.

"Karena itu Rusia sangat berminat memperdalam dan mengembangkan kerja sama
dengan Indonesia dalam berbagai bidang," katanya seusai bertemu Presiden
Yudhoyono di Jakarta, Kamis (6/9).(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke