http://www.antara.co.id/arc/2007/9/7/rusia-akan-operasikan-rudal-baru-antarbenua-paling-lambat-2010/



*Rusia Akan Operasikan Rudal Baru Antarbenua Paling Lambat 2010*

Moskow (ANTARA News) - *Rusia* paling lambat pada 2010 akan mengoperasikan
RS-24, Rudal balistik antarbenua paling canggih yang memiliki beberapa hulu
ledak.

Langkah tersebut merupakan respon atas rencana Amerika Serikat (AS) yang
menempatkan sistem perisai Rudal di Czech dan Polandia.

"Kami paling tidak membutuhkan lima tes peluncuran lagi sebelum dapat
menerjunkan Rudal ini dalam waktu tiga tahun," kata Jenderal Nikolai
Solovzov, kepala jaringan Rudal Rusia, kepada kantor berita Interfax yang
dilansir DPA.

Sebelumnya Rusia mengatakan mereka akan menerjunkan Rudal dari jenis-jenis
lainnya.

RS-24, menurut sumber di Moskow, dapat menembus semua sistem pertahanan
karena kemampuannya membawa *beberapa hulu ledak*.

Pada bulan Mei, saat uji coba Rudal baru tersebut diumumkan, Presiden
Vladimir Putin memberi jawaban terhadap rencana Rudal pertahanan AS serta
terhadap penolakan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk
menandatangani kesepakatan mengenai pasukan di Eropa.

Saat itu Rusia melakukan uji coba Rudal jarak pendek-menengah, Iskander-M,
yang memiliki kecepatan dan ketepatan tinggi.

"Tidak perlu khawatir atas aksi Rusia karena Rusia tidak punya karakter yang
agresif," kata Putin ketika itu yang disiarkan kantor berita Itar-Tass.

"Mereka (Rudal) hanyalah jawaban terhadap aksi unilateral yang kasar dan
tidak berdasar dari mitra-mitra kami."

Putin juga menyebut Rusia akan meneruskan untuk membangun kemampuan
militernya, dengan menambahkan bahwa "Bukan kami yang memulai babak baru
perlombaan senjata."

Rusia telah mengingatkan Washington bahwa respon terhadap semua bentuk
perisai Rudal akan "asimetrikal," kata Putin.

Pihak AS mengatakan Rudal dari Iran dan Korea Utara adalah sasaran dari
rencana perisai Rudal mereka.

Rusia telah menentang rencana tersebut dengan mengatakan sistem perisai
Rudal itu mengarah langsung ke Moskow.

Sistem perisai Rudal tersebut kemungkinan ditempatkan di Polandia dan
Republik Czech.(*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke