http://www.tnial.mil.id/tabid/61/articleType/ArticleView/articleId/213/Default.aspx
*LATIHAN KHUSUS SELAM K-2 GURITA III PENYELAM KOARMATIM CAPAI KEDALAMAN 40 METER* Sebanyak 18 Bintara Penyelam dari Dinas Penyelamatan Bawah Permukaan Air (Dislambair) Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) yang tengah berlatih Latihan Khusus Selam K-2 Gurita III di perairan kawasan Pasir Putih, Situbondo Jawa Timur berhasil menyelam dengan mampu melaksanakan operasi pengerjaan suatu pekerjaan bawah air pada kedalaman 40 meter. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Penyelamatan Bawah Permukaan Air (Kadislambair) Koarmatim Letkol Laut (P) Tedi Risnayadi saat menutup pelaksanaan Latihan Khusus Selam K-2 Gurita III, Kamis (6/9) di Pantai Pasir Putih, Situbondo Jawa Timur. Dijelaskannya, meski para penyelam masih mampu menyelam lebih dari 40 meter, penyelaman di kedalaman 40 meter tersebut sesuai target latihan yang harus dilakukan para peserta latihan, karena selain sudah merupakan kedalaman maksimal di perairan Pasir Putih itu sendiri, penggunaan pernapasan bagi penyelam juga sudah harus menggunakan pencampuran gas oksigen dan helium atau dikenal Heliox. "Sebenarnya mereka juga mampu menyelam di kedalaman lebih dari 40 meter dengan pernaspasan gas Heliox," katanya. Ditambahkan Kadislambair, aktivitas para penyelam saat di kedalaman 40 meter juga berhasil mampu melaksanakan pengerjaan pengelasan bawah air, berupa memotongan lempengan baja, mampu melaksanakan prosedur komunikasi antar penyelam dalam operasi pengerjaan suatu pekerjaan, mampu menangani keadaan kedaruratan dalam air serta mampu mengorganisir suatu proses pekerjaan bawah air. Disinggung tentang dipilihnya lokasi latihan di perairan Pasir Putih, menurut Letkol Laut (P) Tedi Risnayadi, yang juga bertindak sebagai Perwira Pelaksana Latihan, latihan selam ini sengaja mengambil tempat di lokasi perairan Pasir Putih Situbondo karena kondisi airnya masih relatif jernih. Dengan kondisi air jernih, menurutnya akan memudahkan dua atau lebih penyelam melaksanakan komunikasi antara para penyelam satu sama lain sekaligus mampu melaksanakan operasi pengerjaan suatu pekerjaan bawah air di kedalaman air tertentu. Latihan ini, lanjutnya, diprioritaskan untuk mencetak para kepala tim penyelam yang tangguh untuk mendukung tugas-tugas khusus Koarmatim/TNIAL. "Dengan berakhirnya latihan ini diharapkan adanya peningkatan kemampuan manajerial para bintara penyelam yang nantinya dituntut dapat bertindak selaku kepala tim penyelam yang dapat diandalkan," kata Kadislambair saat memimpin upacara penutupan latihan tersebut. (Dinas Penerangan Koarmatim) [Non-text portions of this message have been removed]

