membaca postingan bung agussyafii ini, saya jadi teringat pengalaman hidup saya 
sendiri, ketika putusan pengadilan agama atas gugatan cerai istri saya,  saya 
terima pada bulan ramadhan 5 tahun lalu, walaupun saya sudah berusaha untuk 
tidak menghendaki perceraian, tapi sang istri dan keluarganya menghendaki, maka 
terjadilah, yang lucu didalam hukum perkawinan kita, bahwa ketika kita menikah 
maka begitu banyak tata tertib yang harus diikuti, istilah rukun nikah, ada 
pengantin, ada wali dan ada ijab kabul yang tidak boleh diwakili, tetapi ketika 
terjadi perceraian, maka hakim bisa menceraikan perkawinan, lantas atas nama 
siapa ? dan sampai saat ini, saya merasa saya tidak pernah menceraikan istri 
saya, bukan hak menjatuhkan talak ada pada suami, lantas kenapa bisa hakim yang 
mempunyai kuasa cerai,
  saya mengundang para ahli hukum agama islam, dari hukum apa, UU perkawinan 
kita diadopsi, bagaimana bunyi hadist dan Al Quran, soal perceraian ini, 
benarkah istri mempunyai hak cerai/talak terhadap suaminya ????
  mohon pencerahan dari temen-temen semua.
   
  salam
  iwan
  

agussyafii <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Momentum Ramadhan "Stop Perceraian"

Menjelang bulan suci ramadhan tahun ini kita dikejutkan dengan berita
meningkatnya angka perceraian di Depok dan berdasarkan data departemen
agama, di Indonesia pada 2004 terjadi 813 perceraian. Setahun
kemudian, angka itu naik menjadi 879 dan pada 2006 melonjak menjadi 983 . 

Krisis keluarga yang diawali dengan pertengkaran, perbedaan pendapat,
perselisihan di dalam keluarga bagian dari kehidupan. Namun berpikir
bahwa perceraian sebuah solusi menyelesaikan masalah adalah salah.
Sebab perceraian hanya akan menghasilkan penderitaan.

Penderitaan bagi diri sendiri, pasangan hidup kita, bahkan anak
merupakan korban yang paling menderita dari akibat perceraian.
Menjelang bulan suci ramadhan sudah saatnya kita mengajak para
keluarga untuk hidup lebih sehat, indah dan bahagia dengan mengatakan
"Stop Perceraian." 

Kami mengundang peran serta aktif anda dalam kampanye "Stop
Perceraian" dengan mengenakan gelang karet berwarna merah di tangan
sebelah kiri sebagai wujud penolakan terhadap perceraian baik secara
pemikiran maupun tindakan pada diri sendiri dan juga orang-orang
sekitar kita. 

Selamatkan biarpun satu keluarga dari perceraian!

Wassalam,
Agussyafii

=============================================================
Kirimkan dukungan anda untuk kampanye "Stop Perceraian" di
http://agussyafii.blogspot.com dan 0888 176 48 72
=============================================================



                         

       
---------------------------------
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, 
photos & more. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke