Marhabban Ya Ramadhan 1428H 

  
Assalamuálaikum Wr.Wb.
Bulan Suci Ramadhan sebentar lagi tiba. Kepada para
Sahabat-Kerabat, Handai-Tolan, Keluarga, dan Semua
yang menjalankan IBADAH PUASA di bulan Suci ini, kiranya
mendapat berkah berlimpah dan semakin dekat kepada
Allah SWT.

"Tidak ada yang lebih mulia dan indah pada hari di
mana semua malaikat memanjatkan doa, di mana tidak ada
kegiatan baik yang tidak dilipat gandakan amalannya
oleh Allah SWT," (harapan tulus seorang sahabatku).

Marhabban Ya Ramadhan (1428 H).

wassallam,

wahyudi
   
  http://groups.yahoo.com/group/dunia_santri
   
   
   
          Kamis, awal puasa Ramadan 


    Jakarta (Espos) - Pemerintah menetapkan awal Ramadan 1428 Hijriah jatuh 
pada Kamis (13/9). Ketetapan tersebut disepakati oleh semua aliran Islam 
termasuk Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. 
    “Dari enam penanggap, semuanya mengarah pada hal yang sama. Dengan ini, 
izinkan saya menetapkan bahwa 1 Ramadan 1428 Hijriah jatuh pada hari Kamis 
tanggal 13 September 2007,” ujar Menteri Agama Maftuh Basyuni dalam sidang 
isbat yang digelar di Kantor Departemen Agama (Depag) Jakarta, Selasa (11/9).
Berdasarkan laporan saksi-saksi dari berbagai daerah di Indonesia, semua 
mengaku belum melihat hilal pada Selasa (11/9) kemarin. Dengan demikian 1 
Ramadan belum jatuh pada Rabu (12/9). Sidang dibuka oleh Menteri Agama Maftuh 
Basyuni. Setelah dibuka, Menag menyilakan Ketua Badan Hisab Rukyat Departemen 
Agama, Moh Muchtar Ilyas, melaporkan berbagai laporan saksi-saksi. 
Dalam keterangan itu, sebanyak 45 saksi dari Sabang sampai Merauke mengaku 
belum melihat hilal Ramadan Selasa (11/9) sore.
Sidang ini diikuti pula oleh Menkominfo M Nuh, Ketua MUI Umar Shihab dan Dirjen 
Bimas Islam Nazaruddin Umar. Terdapat juga sekitar 50 orang yang terdiri dari 
ahli astronomi dari Planetarium Jakarta, tokoh-tokoh ormas Islam, dan 
perwakilan duta besar negara tetangga.
Penetapan dilakukan melalui pengamatan teleskop dari Planetarium Boscha, 
Lembang, Bandung, Jawa Barat, yang kemudian ditampilkan dalam dua layar di 
ruang sidang isbat. 
Terkait putusan itu, dua Ormas Islam terbesar, NU dan Muhammadiyah sama-sama 
sepakat awal Ramadan 1428 H jatuh pada Kamis (13/9).
Perwakilan NU yang menghadiri sidang isbat KH Ghazali mengatakan, hasil 
penglihatan (rukyat) yang dilakukan tim rukyat NU di berbagai daerah di 
Indonesia tidak melihat adanya hilal. “Seluruh tim kami belum ada yang melihat 
bulan, karena itu isbat kami serahkan sepenuhnya kepada pemerintah,” kata 
Ghazali.
Keputusan yang sama juga dilakukan oleh Muhammadiyah. Hasil hisab 
(penghitungan) yang dilakukan Muhammadiyah juga menetapkan 1 Ramadan jatuh pada 
Kamis. “Dari Muhammadiyah sendiri sudah jauh-jauh hari menetapkan bahwa awal 
Ramadan jatuh pada tanggal 13 September 2007, dan ini diikutkan dengan 
pertemuan ahli astronomi dari seluruh dunia dan hasilnya tidak jauh beda,” kata 
perwakilan dari Muhammadiyah, Goodwill Zubair. - dtc/tus

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke