**** Tepat sekali pendapat Saudara Presiden. Namun demikian untuk mengisi 
kekosongan persenjataan, untuk sementara waktu kita masih perlu membeli 
alutsista dari negara lain. Setelah kekosongan terisi, barullah setahap demi 
setahap kita kembangkan industri persenjataan dalam negeri, sehingga di masa 
datang, kita bisa membuat Korvet, rudal antar benua, kapal selam, kapal induk, 
pesawat tempur dan alutsista ultra modern lainnya, sendiri. Tetepi yang utama 
kekosongan tersebut terisi lebih dulu agar kita tenang didalam kehidupan 
berbangsa dan bernegara. Angkatan Perang yang digdaya sangat penting bagi 
Kepentingan Teritorial NKRI di kemudian hari.
   
   
   
   
  http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=7037
   
                  PRESIDEN: JANGAN ANDALKAN PERSENJATAAN DARI LUAR    
          Bandung - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, untuk 
memenuhi kebutuhan persenjataan, Indonesia jangan mengandalkan dari luar negeri 
melainkan dapat memanfaatkan produksi dari dalam negeri. 

Namun demikian, "keperluan di bidang pertahanan dan keamanan yang diproduksi 
dalam negeri tersebut, harus memiliki kualitas, kinerja, dan kecocokan harga," 
kata Presiden dalam kunjungan kerjanya ke PT Dirgantara Indonesia (DI), di 
Bandung, Selasa. 

Presiden menyebutkan perlunya pemenuhan persenjataan sudah dapat dirasakan 
ketika menghadapi musibah tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), baik 
peralatan persenjataan untuk di darat, laut dan udara. 

Ia menambahkan kendati demikian, pemenuhan peralatan atau persenjataan dari 
luar dapat dilakukan jika Indonesia tidak mampu memproduksinya. 

Meskipun begitu, kata Presiden ada persyaratannya, yakni, jangan sampai 
persyaratan yang diminta dari luar itu aneh-aneh atau terkait dengan politis. 

Menurut Susilo Bambang Yudhoyono, kerjasama dengan luar dimungkinkan dapat 
dilakukan juga dalam meningkatkan persenjataan Indonesia, asalkan dalam 
kerjasama tersebut menguntungkan Indonesia. 

"Kita dapat memenuhi kebutuhan dari luar tapi jangan sampai persyaratan yang 
aneh-aneh," katanya. 

Presiden mengingatkan, pemenuhan dan pengembangan persenjataan dalam negeri 
yang dilakukan oleh 10 BUMN Industri Strategis (BUMNIS), harus disesuaikan 
dengan konsep, doktrin dan geografis serta ancaman yang dihadapi. 

Khususnya terhadap ancaman dalam negeri terkait dengan teritorial, hingga 
memerlukan Alat Utama Sistem Senjata Pertahanan (Alusista), katanya. 

Sedangkan ancaman itu sendiri, kata Presiden yakni berupa kejahatan 
transnasional, pencurian kayu, pencurian tambang, teror dan narkoba. 

Presiden mengharapkan untuk memenuhi kebutuhan persenjataan untuk tahun 
mendatang dapat menggunakan produksi dalam negeri. 

"Tentunya BUMNIS tersebut harus memiliki semangat `good corporate governance` 
atau memiliki tata pemerintahan yang baik efisien maupun produktif," demikian 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 

Sumber : Antara




       
---------------------------------
Boardwalk for $500? In 2007? Ha! 
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke