Berburu Laila
   
  Hari ini pagiku terasa segar seperti segarnya kampung halaman yang 
kurindukan. Langit tiba-tiba bermendung seperti wajah seorang remaja yang 
sedang resah menanti takdir dari apa yang diusakannya. Cuaca alamku lumayan 
bersahabat khas suasana bulan puasa di Indonesia, hanya saja suasana yang lain 
seolah sepi terkikis perbedaan budaya. Ah betapa rindunya aku akan kampung 
halaman.
   
  
  Terlalu lama rasanya aku diamkan ide segarku dalam tulisan, dan semoga ini 
menjadi permulaan yang tidak permulaan, sambil menanti laila datang, aku ingin 
menyampaikan rasa terima kasihku pada semua orang yang meluangkan waktu untuk 
bisa berbagi pengetahuan.
   
  
  Kau bukanlah laila yang ku maksud, tapi selesaikan dulu bacaanmu baru katakan 
siapa laila yang ku maksud. Laila yang ku maksud adalah laila yang setara 
dengan 83 tahun 4 bulan, yang menjadi dambaan banyak orang walau tak pernah 
tahu kapan dia datang dan seperti apa dia. Kau boleh berkata aku gila, asal 
engkau berkata dalam keadaan waras, sebab jika berkata aku gila sedangkan kau 
sendiri gila, bukankah jadinya aku yang waras?.
   
  
  Laila....kata orang kalau kau datang pastilah pagiku tidak bermendung seperti 
pagi ini, kenapa orang-orang hanya tahu tanda-tanda setelah engkau pergi, 
setelah engkau hilang? Laila..engkau memang bukan tujuan tapi kau hanyalah 
jalan untuk tujuan. Laila..antarkan aku pada pagi yang cerah setelah malam yang 
menenggelamkanku dengan kegelapan. Sadarkan aku akan ketidak-sadaranku pada 
kegelapan hatiku. 
   
  
  Laila-tul Qadr, beruntunglah orang-orang yang menjadikanmu jalan dan ruang 
untuk menuju-Nya. Sebuah keberuntungan dibanding 1000 bulan (83 tahun 4 bulan) 
kalau saja ada orang berumur 98 tahun yang beribadah sejak baligh mungkin baru 
bisa menyamai. 
   
  
  Ah kau laila...betapa begitu besar imbalan orang yang beruntung dalam 
dekapanmu, namun kini langit kotaku begitu cerah membiru tanpa awan, adakah kau 
telah datang tadi malam??ataukah memang birunya langit bukan ukuran bagi aku, 
dikota tanpa hujan, hanya bermendung kala musim dingin mengambil zaman.
   
  
  Ah masih ada 29 malam kemungkinan, tak ada yang tahu kapan engkau datang, 
yang tahu pun tak berani mengatakan. Beruntunglah orang-orang yang tidak tahu 
dengan segala usaha yang dilakukan.
   
  
  Alliem
  13 September 2007
  Awal puasa di ruang ujian.


  --------------------------------
  :: Mochammad Moealliem ::  http://muallimku.multiply.com/
           ::   Bergabunglah! di Komunitas Sahabat Lintas Batas, 
http://www.kangguru.tk/ ::



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke