YAP HONG GIE wrote:
Dan yang menyedihkan adalah, sebagai oportunis sejati harus menyalak
paling keras .... he he he ...

Begini ya, supaya wawasan dan nalar Anda sedikit terkoreksi keatas,
saya kasih sedikit pencerahan gratis: 

1. Apa yang saya tulis itu adalah suara pendapat saya pribadi, yang
tentunya merupakan tanggung jawab saya pribadi pula. 
2. Kalau survey Anda mengatakan bahwa keturunan Cina yang paling hot
membela Pak Harto, itu luar biasa bagus! Tapi itu tidak ada urusannya
dengan saya. 


Bobby reply:
Bung YHG, sorry berat atas salah pahamnya. Tapi yang aku maksud dengan 
keturunan cina Indonesia yang hot membelain Suharto itu adalah anda sendiri ( 
Yap Hong Gie), jadi bukan semua keturunan cina Indonesia.

Saya sendiri keturunan cina jawa, dan saya jelas tidak sepaham dengan anda 
mengenai Suharto ataupun Golkar.  Suharto jelas salah dan melakukan pelanggaran 
HAM.

Pendapat anda bahwa teori etnis cina dijadikan kambing hitam dan sapi perahan 
di jaman Suharto adalah teori Cinderella Syndrome / berjiwa ANAK TIRI cengeng,  
sungguh menarik, sayang tidak anda explore lebih lanjut.

Buat saya tuduhan keturunan cina yang berpendapat spt itu adalah anak tiri yang 
cengeng, jelas salah, karena etnis cina Indonesia aslinya bukanlah anak tiri, 
itu point pertama saya:
-Etnis cina Indonesia sebelum Indonesia resmi terbentuk, sudah ikut dalam 
persiapan kemerdekaan Indonesia.  Indonesia secara politis terbentuk melalui 
sebuah proses, salah satu proses utama dan pertama adalah Sumpah Pemuda, dan 
kenyataannya salah satu keturunan Cina Indonesia bernama Kwee Thiam Hong telah 
ikut sebagai wakil dari Jong Sumatranen Bond.

- Dalam Persiapan Kemerdekaan Indonesia pun terdapat etnis keturunan cina.

- Seandainya di Sumpah Pemuda maupun dalam Persiapan Kemerdekaan Indonesia tak 
ada etnis keturunan cina yang berpartisipasi, itu pun tidak menjadikan etnis 
cina Indonesia sebagai anak tiri. Karena konsep kebangsaan dan kenegaraan 
Indonesia adalah konsep kenegaraan yang modern yang menganut kesamaan di depan 
hukum.  Istilah WNI asli walaupun pernah ada dalam perundang-undangan 
Indonesia, tapi itu pun dalam kontext yg lain. Dan ini pun sudah diperbarui dgn 
tegas dalam UU Kewarganegaraan yang baru.

DUS...  TIDAK ADA ANAK TIRI.

Point kedua,   bahwa etnis cina Indonesia sering dijadikan kambing hitam dan 
sapi perah memang kenyataannya demikian. Walaupun konsep asimilasi yang 
dimenangkan oleh Orba, tapi pada kenyataannya DISKRIMINASI DARI NEGARA masih 
diberlakukan, dan sebagai pendukungnya terakhir adalah "pakar" hukum Yusril 
Ihsa Mahendra.

Jadi kalau udah dipaksa melebur dan berasimilisasi, kenapa pemerintah Orba 
masih memperlakukan etnis cina indonesia secara khusus, mulai dengan SBKRI 
sampai dengan terbentuknya sebuah image negatif tertentu di masyarakat.


Aku mengerti sekali bahwa anda ingin supaya etnis cina Indonesia gak usah 
terlalu manja dan terlalu sensi, misalnya dengan istilah etnis cina atau 
tionghoa...  aku setuju banget dengan itu.  Apalagi di jaman Suharto banyak 
etnis lainnya juga tidak diperhatikan bahkan diterlantarkan oleh Suharto.  Pada 
dasarnya memang politik kuasa non-demokratis/otoriter manapun selalu berkuasa 
berdasarkan adu domba kelompok lain. Dan pengkambing hitaman etnis cina 
Indonesia oleh Suharto hanyalah sebagian dari gaya adu domba yang dijalankannya.


YAP HONG GIE wrote:
4. Kalau masih punya etika sedikit, Anda tidak perlu bawa-bawa nama
organsisasi, untuk Anda ketahui, saya bukan anggota Perhimpunan INTI.

Bobby reply:
Ya terima kasih atas informasinya. Saya hanya mau menanyakan sikap INTI saja, 
saya pikir anda anggota INTI karena beberapa kali memberitakan kegiatan INTI. 

Akhir kata, saya mau menyatakan bahwa saya mengerti emosi tinggi anda. 

Sesungguhnya saya tak mau ikut campur urusan anda dengan almarhum Bapak anda, 
tetapi pertanyaan dan keheranan saya "hanya" dalam aspek pembelaan HAM.   Buat 
kami sungguh aneh bahwa Bapaknya Pembela HAM, tapi anaknya begitu getol membela 
Suharto, sang pengingjak-injak HAM.   Profesor Elson yg barusan menulis 
biografi Suharto, menolak keterlibatan Suharto dalam G30S, tetapi jelas 
pembantaian setelah peristiwa itu dia masukkan dalam kredit Suharto.

Hal yang sama bisa dipertanyakan pada Megawati, yang begitu berbeda politik 
luar negerinya dibanding dengan Bapaknya yang jelas-jelas sangat curiga kepada 
Kapitalisme, dan Imperialisme Barat.


Salam Diskursus antar etnis cina Indonesia.
Bobby Budiarto


       
____________________________________________________________________________________
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows. 
Yahoo! Answers - Check it out. 
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545433

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke