****Dengan produksi gas dan batubara yang cukup besar, kenaikan harga minyak 
akan menambah penerimaan negara, karena bila harga minyak naik, harga gas dan 
batubara juga ikut naik.
   
   
  http://www.mediaindonesia.com/
   
  Kenaikan Harga Minyak tidak Pengaruhi APBN
  
Penulis: Heni Rahayu
   
  JAKARTA--MIOL: Kenaikan harga minyak dunia yang mencapai US$80 per barel 
tidak akan mempengaruhi porsi anggaran di APBN.
   
  Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Anggito Abimanyu, kenaikan harga 
minyak akan berdampak netral jika dilihat dari segi penerimaan dan belanja 
negara.
   
  "Dalam proyeksi kita terhadap pengaruh dari perubahan harga minyak terhadap 
APBN, penerimaan akan naik tapi memang subsidinya juga akan tinggi. Dampak 
keseluruhan APBN netral," katanya, Senin (17/9).
   
  Sehingga hal ini tidak akan memengaruhi cadangan devisa negara karena pos 
belanja subsidi minyak akan diambil dari pos anggaran penerimaan negara dari 
penjualan minyak yang jumlahnya meningkat.
   
  Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pihaknya akan mengkaji 
lebih lanjut kenaikan harga minyak terhadap APBN. "Kita lihat nanti batas bawah 
dan atasnya bagaimana," singkatnya.
   
  Anggito menambahkan, besarnya subsidi BBM pada tahun ini disebabkan kenaikan 
harga dan konsumsi BBM. Sehingga kenaikan subsidi saat ini tidak bisa dikaitkan 
dengan program konversi minyak tanah ke LPG yang telah dilakukan pemerintah 
sejak Mei 2007.
  Karena itu, ke depannya, untuk mengurangi angka subsidi pemerintah akan 
melanjutkan program konversi dengan jumlah target yang lebih besar dari tahun 
2007. Pada 2007, pemerintah menargetkan program konversi minyak tanah ke LPG 
sebanyak 1 juta kilo liter.
  Namun, karena terlambat dimulai, program ini diperkirakan hanya akan berhasil 
mengkonversikan sepertiga dari 320 ribu kilo liter saja. Karena itu, dana 
program konversi 2007 akan diluncurkan menjadi tahun 2008.
   
  "Subsidinya akan dialokasikan kembali di 2008. Kita targetkan tahun 2008 
lebih dari 1 juta kilo liter," ujar Anggito.
   
  Ia optimistis program konversi akan berlangsung lancar karena pemerintah 
telah memiliki pengalaman sepanjang 2007. "Kita harus targetkan lebih besar 
dari tahun 2007," imbuhnya.
  Saat ditanya kemungkinan untuk mengubah asumsi harga minyak di RAPBN 2008, 
Anggito mengatakan pemerintah telah memutuskan asumsi harga minyak bersama-sama 
dengan Panja DPR.
   
  "Sudah diputuskan asumsi harga minyaknya, tapi tunggu sajalah," katanya. 
(Ray/OL-03)

       
---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke