http://www.antara.co.id/arc/2007/9/20/tentara-israel-buldoser-remaja-palestina/


*Tentara Israel Buldoser Remaja Palestina*

Kota Gaza (ANTARA News) - Seorang remaja Palestina hari Kamis tewas akibat
dilindas buldoser tentara Israel dalam penyerbuan di Jalur Gaza, kata
sejumlak saksi mata dan petugas kesehatan.

Mahmud Kayed (16 tahun) dilindas saat buldoser itu mendadak diarahkan ke
kelompok pemuda pelempar batu ke kendaraan tersebut dalam penyerbuan tentara
atas kampung pengungsi Bureij, kata para saksi mata.

Empat orang Palestina, termasuk dua pejuang dari gerakan Hamas, yang
memerintah Gaza sejak tiga bulan lalu, cedera akibat tembakan tentara Israel
selama gerakan itu, kata petugas kesehatan.

Kedua pejuang tersebut, satu di antaranya luka parah, cedera akibat tembakan
helikopter, kata petugas kesehatan.

Buldoser Israel mengacak-acak tanah pertanian di wilayah itu, sementara
tentaranya menggeledah dari rumah ke rumah mencari pejuang dan senjata, kata
mereka.

Tidak ada tanggapan dari tentara Israel.

Kematian itu membuat jumlah korban tewas sejak perlawanan kedua Palestina
dimulai pada September 2000 mencapai 5.866 orang, sebagian sangat besar dari
mereka warga Palestina, kata hitungan kantor berita Prancis AFP.

Tentara Israel hari Rabu membunuh warga cacat Palestina saat mengejar
pejuang di kota Nablus, Tepi Barat, kata pejabat kedua pihak.

Mohammad Salim (38 tahun), yang disebut saksi merupakan warga biasa dengan
cacat kaki, berlengan satu dan menderita gangguan jiwa, tewas di lantai atas
rumahnya di kampung pengungsi Ein Beit Elma di dalam kota itu, kata sumber
keamanan Palestina.

Petugas kedokteran menyatakan ayah dua anak itu, yang bukan merupakan
ancaman bagi tentara, ditembak saat meninggalkan rumahnya.

Wanita jurubicara tentara Israel menyatakan terjadi "bakutembak" antara
pasukan dengan kelompok bersenjata di kampung itu pada malam tersebut. "Kami
tahu mengenai beberapa di antaranya," katanya.

Ia menyatakan, akan memeriksa laporan tentang pria dengan gangguan jiwa tak
bersenjata itu.

Pada Selasa, saat tentara Israel memulai gerakan besar, satu anggota wajib
militer dan satu remaja Palestina tewas di kampung itu.

Sumber kesehatan di Ramalah menyatakan satu kelompok tentara memasuki kota
untuk menangkap pejuang ketika memergoki Muhammad Jabarin (16 tahun) dan
dengan serta-merta menyerangnya.

Jabarin adalah remaja biasa, tidak ikut suatu kelompok pejuang pun. Ia
mengalami luka parah di perutnya dan meninggal akibat banyak keluar darah,
kata sumber di Ramalah.

Satuan tentara negara Yahudi itu segera meninggalkan wilayah tersebut
setelah kejadian itu.

Sedikit-dikitnya, 10 orang dikabarkan cedera akibat bentrok antara pemuda
Palestina bersenjata batu dengan tentara Israel dalam serangan penangkapan
tersebut.

Sekitar 60 jip dan buldoser Israel terlibat pada hari Rabu saat tentara
menggeledah dari rumah ke rumah mencari pejuang dan senjata.

Untuk hari kedua pada Rabu, kampung 5.000 warga itu dikenai jam malam dan
suara ledakan serta tembakan mengguncang daerah tersebut. Tentara Israel
ditempatkan di puncak gedung sekeliling kampung itu.

Pernyataan tentara menyatakan pasukan Israel masuk daerah itu untuk mencegah
serangan "teroris", yang disebutnya direncanakan Hamas dan Kubu Rakyat
Pembebasan Palestina (PFLP).

Sedikit-dikitnya, empat orang Palestina ditangkap di kampung itu pada
Selasa, kata sumber Palestina, demikian laporan kantor berita transnasional
layaknya AFP, DPA dan Reuters. (*)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke