http://www.tnial.mil.id/tabid/61/articleType/ArticleView/articleId/255/KOARMABAR-LAKSANAKAN-OPERASI-TEMPUR-LAUT.aspx


*KOARMABAR LAKSANAKAN OPERASI TEMPUR LAUT*

*Komando Armada RI Kawasan Barat* (Koarmabar) melaksanakan operasi tempur
"Trisila VI/07" di sepanjang perairan yurisdiksi nasional Indonesia kawasan
barat, selama kurang lebih tiga bulan dengan kekuatan sembilan kapal perang
berbagai jenis.

Gelar mesin perang Koarmabar tersebut dilepas secara resmi oleh *Kepala Staf
Koarmabar Laksamana Pertama TNI Budhi Suyitno* di Tanjung Priok, Jakarta
Utara, Rabu (19/9). Pada kesempatan ini juga hadir *Komandan Gugus Tempur
Laut Koarmabar Laksma TNI Widiarto* yang akan memimpin operasi ini, para
asisten dan kepala dinas serta komandan-komandan satuan di jajaran
Koarmabar.

Sejumlah kapal perang yang terlibat dalam operasi tempur tahap kedua ini
adalah KRI Fatahillah, KRI Memet Sastrawirya, KRI Patiunus, KRI Teluk
Cirebon, KRI Pulau Rondo, KRI Pulau Raibu, KRI Todak, KRI Cobra dan KRI Boa.
Selain itu juga dikerahkan 1 pesawat udara intai maritim, 1 SSK Pasukan
Marinir, 2 tim Komando Pasukan Katak, 1 tim Penyelamatan Bawah Air dan 1 tim
Kesehatan. Selama operasi berlangsung juga dilaksanakan serangkaian latihan
guna meningkatkan profesionalisme prajurit.

Selama jalannya operasi, Komandan Guspurlabar Laksma TNI Widiarto selaku
Komandan Gugus Tugas Trisila VI/07 akan berada di KRI Fatahillah. Kapal
perang tersebut dari jenis korvet dengan persenjataan lengkap, diantaranya
peluru kendali anti kapal permukaan harpoon dan exocet, torpedo dan bom laut
anti kapal selam, rudal anti pesawat udara serta persenjataan lainnya.

Kepala Dinas Penerangan Koarmabar Letkol Laut (KH) Drs. Hendra Pakan
menegaskan bahwa operasi tempur ini merupakan salah satu upaya meningkatkan
stabilitas keamanan, eksistensi dan kewibawaan TNI AL selaku penegak
kedaulatan dan hukum di laut serta memberikan dampak penangkalan dengan
konsentrasi seluruh periaran Indonesia kawasan barat.

Penegakan kedaulatan dan hukum di wilayah perairan yurisdiksi nasional
kawasan barat merupakan tanggung jawab Koarmabar bersama komponen aparatur
negara lainnya. Oleh karena itu, operasi ini merupakan wujud nyata tanggung
jawab Koarmabar dalam menjalankan tugas pokok yang diamanahkan oleh bangsa
dan negara, tegasnya.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke