http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=113012006115945
*SELAIN ALUTSISTA, TNI AL SERIUSI PENAMBAHAN PASUKAN ELIT* KOBANGDIKAL (21/9) - Dalam mewujudkan rencana Green Water Navy dengan pengembangan organisasi, penambahan dan pemutahiran Alutsista, TNI AL juga menggenjot pembinaan personelnya untuk lebih profesional di bidangnya, salah satunya menambah dan menggembleng pasukan yang memiliki kualifikasi kemampuan khusus untuk menjalankan tugas-tugas khusus dan beresiko tinggi. "Hari ini kita telah berhasil mengembleng 18 prajurit Pasukan Katak, dan 22 prajurit Intai Amfhibi (Taifib), berarti TNI AL telah menambah kemampuan dan daya dobraknya dengan bergabungnya 40 prajurit Pasukan Elit TNI AL yang memiliki kemampuan khusus," tegas *Komandan Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut (Dankobangdikal) Laksda TNI Edhi Nuswantoro* dalam amanatnya yang dibacakan Wadan Kobangdikal Brigjen TNI Marinir Halim A. Hermanto pada penutupan Pendidikan Paska dan Taifib di Skuadron 400 Lanudal Juanda, Surabaya, Jumat (21/9). Dalam masa 10 bulan penggemblengan, lanjutnya, ke 40 prajurit calon pasukan elit TNI AL ini, telah mengalami porsi pendidikan tidak wajar atau berbeda dengan pendidikan prajurit biasanya. Tingkat kesulitan, bobot dan resiko latihannya pun lebih tinggi bila dibanding dengan prajurit lainnya. Hal ini dimaklumi karena pasukan elit memang diarsipkan untuk melaksanakan tugas-tugas khusus dengan tingkat tekanan yang tinggi namun harus tetap cermat, tepat dan akurat dalam pelaksanaanya. Menurutnya, Kobangdikal sebagai lembaga pencetak SDM TNI AL, tiap tahunnya senantiasa meluluskan prajurit dengan kualifikasi khusus seperti Paska dan Taifib dalam jumlah terbatas, hal ini dimaksudkan untuk menjaga kualitas lulusan dalam tiap angkatan. Lulusan kali ini adalah Dikpaska angkatan ke-30 yang digembleng di Pusat Pendidikan Khusus, Kodikopsla sementara itu Diktaifib angkatan ke-22 digembleng di Pusdik Infanteri Marinir, Kodikmar Gunungsari. Pendidikan dan latihan-latihan khusus yang cukup berat selama dalam pendidikan, lanjut orang nomor satu Kobangdikal ini, dimaksudkan untuk membentuk prajurit yang handal serta memiliki kemampuan khusus dalam tugas Paska dan Taifib pada setiap operasi yang dilaksanakan oleh TNI AL atau operasi gabungan TNI. "Harapan saya, pengorbanan dan kerja keras tersebut tidak boleh menjadi sia-sia, karena brevet paska dan trimedia yang membanggakan dan baru saja disematkan di dada saudara tidaklah mudah dapat dimiliki, melainkan harus dengan kerja keras dan semangat yang tinggi," harapnya Selain itu, Dankobangdikal, mengingatkan, seorang prajurit pasukan khusus harus lebih menyadari bahwa hanya dengan sikap dan perilaku yang berdisiplin, bermoral dan profesional, TNI AL akan benar-benar bergerak maju pada terwujudnya sosok jati diri yang sejati menuju terwujudnya TNI AL yang besar, kuat dan profesional. Sejalan dengan pembangunan kekuatan TNI AL sampai dengan tahun 2024, maka penyiapan pasukan khusus TNI AL tentunya juga dikembangkan mengikuti pembangunan kekuatan itu sendiri. Hal ini dilaksanakan mengingat semakin meningkatnya kualitas, kompleksitas dan modernnya ancaman yang terjadi di laut. Tetapi tidak semua ancaman di laut dapat langsung dihadapi dengan kekuatan kapal perang maupun marinir. Ancaman terorisme, pembajakan di laut, perompakan di laut serta sabotase terhadap obyek vital di laut membutuhkan pasukan khusus dalam penyelesaiannya. Dalam upacara Tupdik yang dlangsungkan sederhana tersebut dihadiri pula Komandan Pusat Penerbangan TNI AL (Danpuspenerbal) Laksma TNI Sumartono, Komandan Kodikopsla Laksma TNI Pramono Hadi, para Direktur Kobangdikal serta pejabat lainnya. [Non-text portions of this message have been removed]

