http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/21/time/132524/idnews/832841/idkanal/5
*BI Antisipasi Dampak Krisis Subprime Sampai 2008* Ardian Wibisono - detikfinance Jakarta - *Bank Indonesia* (BI) masih akan menerapkan kebijakan moneter yang hati-hati sampai tahun depan karena masih terasanya dampak krisis subprime mortgage di AS. Dampak subprime mortgage ke perekonomian Indonesia tetap ada karena sistem perekonomian Indonesia yang sangat terbuka. "Subprime mortgage yang terjadi beberapa waktu lalu riaknya kan cukup panjang, beberapa orang berpikir lebih dari satu tahun, bahkan menkeu AS berpikir sampai 2 tahun dampaknya," kata Gubernur BI, Burhanuddin Abdullah di Gedung BI, Jalan MH Thmarin, Jakarta, Jumat (21/9/2007). Kondisi itu lanjut Burhanuddin, pasti berdampak ke perekonomian Indonesia yang sudah sangat terbuka. "Saya kira kebijakan moneter dari sekarang sampai tahun depan akan cukup hati-hati," tutur Burhanuddin. BI juga akan melihat perkembangan domestik selain perkembangan global dalam melihat dampak subprime mortgage ini. "Kita juga harus perhatikan kecenderungan tekanan inflasi di dalam negeri dari kenaikan harga-harga komoditas yang sifatnya musiman untuk bulan ini," jelas Burhanuddin. BI melihat faktor penurunan bunga The Fed juga merupakan faktor penyeimbang kecenderungan inflasi yang naik. "Itu faktor penyeimbangnya," katanya. Ditanya mengenai kemungkinan BI menrunkan suku bunga BI Rate setelah penurunan bunga the Fed, Burhanuddin menjawab, "Betul". (ir/qom) [Non-text portions of this message have been removed]

