Masyaallah .... provokatif banget deklarasinya. Yang membuat deklarasi itu pernah jadi anggota KUK blom? Ato baru sekedar denger- denger tentang aktivitas, pemikiran dan kesesatan-kesesatannya? Lagi, apa pembuatnya pernah hidup di dunia minoritas, seperti kita yang muslim di India dan pernah merasakan gimana tertindasnya menjadi minoritas? Sungguh kejam provokasi yang menuntut pembubaran ato penghancuran komunitas manapun atas dasar tuntutan ideologi mayoritas. Biarlah semua ideologi berjalan, yang benar pasti benar kok nanti di mata Allah. Kullun ya'mal 'ala syakilatihi, kata Allah. Segalanya bekerja dalam bentuknya masing-masing, tanpa perlu intervensi manusia semua yang benar pasti ke muka dengan sendirinya kelak. Biarkan hidayah datang dengan pencerahan, dan jangan paksakan hidayah untuk dicekoki. Karena itu justru akan menjadi hidayah yang instan, bahkan temporal. Alih-alih mau menunjukkan kebenaran, eh malah membuat carut-marut tatanan keberagaman yang sudah menjadi Sunatullah. Mari introspeksi diri. Makasih Pipix Taufiq, eks Aligarhian peace from jakarta
--- In [email protected], soni anggara <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Puasa-puasa membaca tulisan di bawah ini jadi ada "hiburan". Pakai semboyak "Merdeka" dan bawa-bawa nama "Garda Depan Pembebasan" tapi isinya larangan semua. Capek dech. He he > > radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Siapa itu Mudzakir dan Elisia Purba? > > > Garda Pembebasan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Bubarkan Komunitas Utan Kayu! > > (1) Seniman Garda Depan Pembebasan (GDP) dengan ini mendesak kepada Pemerintah untuk membubarkan Komunitas Utan Kayu (KUK). > > (2) Kami mengimbau pihak kepolisian supaya menutup areal di jalan Utan Kayu 68H itu agar tidak digunakan bagi kegiatan kesenian yang mengancam martabat bangsa. > > Telah diketahui luas, bahwa KUK adalah tempat penyebaran ide-ide liberalisme yang mengutamakan humanisme universil dengan mendatangkan seniman-seniman asing secara besar-besaran. > > KUK juga menjadi tempat berkumpulnya kelompok Islam Liberal dan bekas-bekas tapol G30S/PKI yang ateis dan Marxis. > > (3) Kami menuntut agar dominasi KUK dalam bidang sastra harus diakhiri. > > (4) Kami menunut agar Goenawan Muhammad diusut. > > (5) Kami menuntut agar Harian Kompas memecat Hasif Amini sebagai redaktur budaya dan diganti oleh Saut Situmorang yang jelas-jelas berprinsip âsastra untuk rakyat tertindasâ.. > > (6) Kami menuntut agar Koran Tempo memecat Nirwan Dewanto sebagai redaktur budaya dan diganti oleh sastrawan yang ditunjuk oleh Saut Situmorang serta DEWAN penandatangan Manifesto Ode Kampung. > > (7) Kami menuntut agar jurnal Kalam dilarang terbit. > > Bersama ini pila kami menyerukan apabila Polisi gagal bertindak, para seniman boemipoetera yang progresif mengambil alih areal Jalan Utan Kayu 6H, termasuk stasiun radio dan teater, dan membuang jauh- jauh buku-buku liberalisme dan marxisme-leninismE dari perpustakaannnya. > > . > SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA!!! > > GARDA DEPAN PEMBEBASAN > > Mudzakir H.S. > Ketua > > Elisia Purba > Sekretaris I > > e-mail: [EMAIL PROTECTED] > blog: http://mediacare.blogspot.com > > > --------------------------------- > Pinpoint customers who are looking for what you sell. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > --------------------------------- > Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, photos & more. > > [Non-text portions of this message have been removed] >

