http://www.tniad.mil.id/news.php?id=1536


*PANGLIMA TNI :LATIHAN ADALAH KEBUTUHAN POKOK BAGI SETIAP PRAJURIT DAN
SATUAN*

Mencermati perkembangan lingkungan strategis dan perkembangan situasi
nasional yang ada, tugas-tugas Kohanudnas di masa depan akan semakin berat
dan kompleks, namun kita harus yakin bahwa tugas tersebut akan dapat kita
laksanakan dengan sebaik-baiknya, apabila kita menyadari secara
sungguh-sungguh bahwa latihan adalah suatu kebutuhan pokok bagi setiap
prajurit dan satuan dalam meningkatkan profesionalitasnya.

Hal tersebut disampaikan *Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto* pada
pembukaan Gladi Lapang (Glalap) Tutuka XXXI Tahun 2007 di Pusat Operasi
Pertahanan Udara (Popunas) Mako Hanudnas Jakarta, Selasa (25/9).

Menurut Panglima TNI, sistem gelar dan kekuatan pertahanan udara nasional
saat ini masih jauh dari apa yang diharapkan terutama untuk memenuhi
tuntutan tugas pertahanan udara nasional. Dengan segala keterbatasan yang
ada maka Satuan harus mampu memprioritaskan program-program latihan yang
terencana, terpadu dan terarah dalam rangka memelihara kesiapan dan
kesiagaan pertahanan nasional.

Dalam Gladi Lapang (Glalap) yang berlangsung dari tanggal 25 sampai dengan
27 September 2007 tersebut, Panglima TNI sebagai Pimpinan umum Glalap, Dan
Sesko TNI sebagai Direktur Glalap dan Dan Sesko AU sebagai Wakil Direktur
Glalap. Sedangkan personel yang dilibatkan mencapai 1340 orang yang terdiri
dari Komando Gladi (Kogla) dan peninjau sebanyak 140 orang, pelaku sebanyak
990 orang dan pendukung sebanyak 210 orang.

Pada pelaksanaan Glalap tersebut diasumsikan bahwa berdasarkan data
intelijen, musuh melaksanakan penerbangan gelap dengan memanfaatkan jalur
penerbangan internasional, Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I dan daerah
yang tidak dapat dimonitor oleh Radar Hanud (Blank Area) dalam upaya untuk
menghancurkan obyek vital nasional terpilih yang ada di wilayah Indonesia
bagian barat. Musuh melibatkan kekuatan udara yang meliputi pesawat pembom
taktis dan strategis, pengintai strategis dan pesawat sipil.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak asing tersebut merupakan pelanggaran
terhadap kedaulatan wilayah udara NKRI dan mengganggu stabilitas serta
mengancam keberadaan obyek vital nasional. Berdasarkan spektrum ancaman dan
kecenderungan perkembangan lingkungan strategik, maka Kohanudnas yang
melaksanakan opersi sepanjang tahun telah menyiapkan Rencana Kontijensi
(Renkon) dan Rencana Operasi (Renops) untuk menghadapi setiap gangguan,
hambatan dan ancaman yang mungkin terjadi di seluruh wilayah udara nasional.
Untuk wilayah Indonesia Bagian Barat, Kohanudnas serta perkuatannya
menyiapkan Alutsista yang dikendalikan oleh Kosek Hanudnas I dan III beserta
seluruh satuan operasional jajarannya.

Dalam melaksanakan operasi pertahanan aktif dan pasif Kohanudnas
memberlakukan Rencana Operasi (RO) menjadi Perintah Operasi (PO) sepanjang
tahun. Untuk Kosek Hanudnas I diberlakukan PO " Anggrek Alpha 2007"
sedangkan untuk Kosek Hanudnas III diberlakukan PO " Anggrek Charlie 2007".
Masing-masing mempunyai tugas pokok untuk menggagalkan dan menghancurkan
kekuatan udara negara lawan yang melaksanakan penyusupan dengan memanfaatkan
jalur Alki I, Selat Malaka serta gangguan penerbangan yang memasuki ADIZ
yang mengarah ke Ibu Kota Jakarta dan obyek vital nasional di wilayah
Indonesia bagian barat.

Untuk melaksanakan operasi pertahanan tersebut Kosek Hanudnas I dan III
mendapat perkuatan berupa 1 Flight pesawat Tempur Sergap F-16 yang
berpangkalan di Lanud Medan dan 1 Flight F-5 /Hawk 209 di Lanud Halim
Perdanakusuma, 1 Rai Yon Arhanudse10/Dam Jaya, 1 Ton Denrudal 003/Dam Jaya,
1 Rai Yon Arhanudse 11/Dam I/BB, 1 KRI berkemampuan Hanud, Posko Hanud Pasif
Kodam I/BB dan MCC Soekarno- Hatta dan Medan.

Panglima TNI Marsekal TNI Djoko Suyanto mengharapkan Gladi Lapang tersebut
dapat mewujudkan kesiapsiagaan operasional baik satuan maupun prajurit yang
handal dalam menghadapi setiap ancaman yang mungkin timbul dan untuk menguji
konsep perencanaan kontijensi dan rencana operasi pertahanan udara nasional
yang telah dirumuskan bersama. Selain itu juga dapat mewujudkan kerja sama
dan keterpaduan unsur-unsur yang ada dalam komando dan pengendalian komando
pertahanan udara nasional dan jajarannya.(Sumber:www.tni.mil.id)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke